Kesemutan merupakan sensasi seperti tertusuk jarum yang sering terjadi pada tangan dan kaki
Kesemutan dapat disebabkan oleh gerakan sederhana, seperti duduk dalam waktu yang lama.

Duduk dalam waktu lama atau tangan tertindih saat tidur sering menyebabkan kesemutan pada tangan dan tungkai Anda. Kesemutan juga dapat merupakan gejala neuropati, yaitu kondisi yang terjadi karena rusaknya sistem saraf tepi. Sensasi kesemutan sering muncul tiba-tiba, dapat berlangsung sebentar ataupun dalam waktu lama sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesemutan, atau yang dikenal dalam bahasa medis dengan parestesia, merupakan sensasi seperti tertusuk jarum atau terbakar yang sering dirasakan terutama pada tangan dan kaki. Meski demikian, kesemutan juga dapat terjadi pada bagian tubuh lainnya.

Cara mengatasi kesemutan

Mengatasi kesemutan terkadang bukanlah hal yang mudah. Beberapa kasus kesemutan yang bersifat sementara akan menghilang dalam beberapa menit. Akan tetapi, pada kesemutan kronis, gejala bisa terjadi secara hilang timbul bahkan terus-menerus.

Tantangan terbesar dalam mengatasi kesemutan adalah menemukan penyebab yang mendasari. Dengan menghilangkan faktor penyebabnya, Anda akan mampu menghindari kesemutan. Contohnya, jika kaki Anda sering mengalami kesemutan setelah duduk menyilangkan kaki, cobalah hentikan kebiasaan tersebut.

Pada kesemutan yang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti neuropati, mengobati penyakit tersebut merupakan cara paling efektif untuk mengatasi kesemutan yang dialami. Hal ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kerusakan saraf yang terjadi. Pada kasus kerusakan saraf yang permanen, gejala kesemutan yang Anda alami mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya.

[[artikel-terkait]]

Penyebab-penyebab kesemutan

Selain akibat gerakan repetitif atau posisi yang salah, kesemutan bisa terjadi akibat adanya kerusakan saraf, seperti dalam penyakit radikulopati dan neuropati. Radikulopati terjadi apabila akar saraf yang keluar dari medula spinalis mengalami penekanan, iritasi, atau peradangan. Misalnya pada kondisi herniasi diskus lumbar, gejala berupa kesemutan pada tungkai hingga ke kaki mungkin terjadi.

Neuropati adalah kerusakan saraf yang bisa disebabkan oleh hal-hal tertentu. Penyebab utamanya adalah kadar gula darah yang tinggi. Neuropati juga dapat terjadi akibat trauma, penyakit autoimun, gangguan neurologis, gangguan ginjal, hati, sumsum tulang belakang, stroke, tumor otak, dan hipotiroid.

Paparan toksin, seperti metal, obat-obatan kemoterapi, dan infeksi, juga berpotensi menjadi penyebab penyakit neuropati.

Selain radikulopati dan neuropati, jepitan pada saraf (contohnya carpal tunnel syndrome dan skiatika), dan neuritis akibat konsumsi alkohol dan Guillain Barre syndrome bisa mengakibatkan gejala kesemutan. Kesemutan juga dapat dipicu oleh defisiensi vitamin B1, B6, B12, dan vitamin E, serta terlalu banyak vitamin D.

Apabila Anda sering mengalami kesemutan dan kesulitan mengatasi kesemutan tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika diperlukan, akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, rontgen, CT scan, atau MRI. Dengan menemukan penyebabnya, dokter akan dapat mengatasi kesemutan yang Anda alami secara tuntas.

4 cara mencegah kesemutan

Mencegah kesemutan akan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mengatasinya. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Mencegah gerakan repetitif dan beristirahat secukupnya sebelum Anda melakukan gerakan repetitif.
  • Apabila Anda harus duduk dalam waktu lama, usahakan untuk bangun dan berkeliling setiap 30 menit.
  • Konsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menjaga kesehatan saraf Anda. Daging, ikan, dan telur melindungi saraf dari defisiensi vitamin B12.
  • Menghindari faktor yang merusak saraf, seperti konsumsi alkohol dan merokok.

Perhatikan juga apabila Anda memiliki kondisi penyakit kronis yang dapat menyebabkan neuropati, seperti diabetes melitus. Apabila kadar gula darah Anda terkontrol, risiko Anda mengalami neuropati akan lebih kecil dan akan terhindar dari kesemutan.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Paresthesia-Information-Page#disorders-r1
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/paresthesia
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/paresthesia-facts
Diakses pada Mei 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au:443/health/conditionsandtreatments/pins-and-needles
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed