Penanganan Kejang pada Ibu Hamil yang Perlu Anda Ketahui


Penanganan kejang pada ibu hamil harus dilakukan sesegera mungkin agar tidak mengancam nyawa ibu dan bayi. Kejang saat hamil ditangani dokter dengan pemberian magnesium sulfat.

0,0
Penanganan kejang pada ibu hamil harus cepat agar tidak membahayakan ibu dan janinPenanganan kejang pada ibu hamil harus dilakukan segera agar tidak mengancam nyawa ibu dan bayi
Penanganan kejang pada ibu hamil perlu dilakukan sesegera mungkin. Sebab, Kejang pada ibu hamil merupakan kondisi yang serius dan dapat membahayakan bayi maupun ibu.Kejang saat hamil bermula dari preeklampsia, yaitu kondisi yang ditandai dengan terjadinya kenaikan tekanan darah pada ibu hamil.Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berkembang lebih parah menjadi eklampsia. Dalam kondisi eklampsia, tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kejang pada ibu hamil.Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami lebih jauh mengenai penanganan kejang yang tepat dan aman untuk ibu hamil, maupun janin.

Mengapa kejang pada ibu hamil berbahaya?

Penanganan kejang pada ibu hamil yang terlambat menurunkan daya ingat otak
Penanganan kejang pada ibu hamil yang terlambat menurunkan daya ingat otak
Kejang saat hamil dapat berbahaya bagi ibu maupun bayi di dalam kandungan.Sebab saat kejang, pasokan oksigen ke janin dapat mengalami penurunan drastis. Selain itu, kejang saat hamil juga dapat merusak saraf di otak ibu.Kerusakan tersebut dapat menyebabkan stroke, perdarahan di otak, pembengkakan otak, hingga herniasi otak.Kejang yang terjadi saat hamil juga berisiko meningkatkan risiko epilepsi pada ibu, maupun penurunan kemampuan kognitif, seperti gangguan daya ingat.Karena itu, penanganan kejang pada ibu hamil perlu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Berikut ini ciri-ciri kejang pada ibu hamil yang perlu Anda kenali.
  • Ibu hamil yang mengalami kejang, awalnya akan terlihat seperti orang yang sedang tidak sadarkan diri.
  • Selama 15 hingga 30 detik pertama terjadinya kejang, seluruh tubuh akan menjadi kaku akibat kontraksi otot.
  • Kontraksi juga akan terjadi pada pita suara, sehingga ibu hamil yang kejang akan terlihat seperti menangis.
  • Tubuh dapat berubah menjadi biru, apabila terjadi kesulitan bernapas.
  • Selama 30 hingga 45 detik selanjutnya, tubuh akan kejang dengan ritme yang teratur. Saat masa ini, penderita kejang dapat menggigit lidah atau buang air secara tidak sadar.
  • Kejang umumnya kan terjadi selama 1 hingga 2 menit.
Apabila ada ibu hamil yang mengalami ciri-ciri seperti di atas, maka penanganan kejang pada ibu hamil yang tepat harus segera dilakukan.Pada kondisi yang parah, kejang pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian keduanya, baik ibu maupun bayi di dalam kandungan.

Penanganan kejang pada ibu hamil

Penanganan kejang pada ibu hamil biasanya diberikan infus magnesium sulfat
Penanganan kejang pada ibu hamil biasanya diberikan infus magnesium sulfat
Kejang saat hamil akibat eklampsia adalah kondisi darurat yang mampu mengancam nyawa ibu. Tentu, pengobatan tepat mampu mengurangi risiko kematian ibu.Satu-satunya penanganan final ketika ibu hamil kejang adalah segera melahirkan janin.Ibu hamil yang mengalami kejang harus segera dibawa ke rumah sakit. Penelitian dari Fetal and Maternal Medicine Review menyatakan bahwa dokter akan membantu segera menurunkan tekanan darah.Selain itu, dokter juga mempersiapkan prosedur agar ibu hamil tersebut dapat segera melahirkan. Biasanya, persalinan yang dianjurkan adalah caesar.Beberapa cara penanganan kejang pada ibu hamil, yaitu:

1. Pemberian magnesium sulfat

Pada pasien dengan eklampsia maupun preeklampsia yang parah, dokter akan memberikan magnesium sulfat melalui infus sebagai cara penanganan kejang pada ibu hamil.Oleh beberapa dokter, pemberian magnesium sulfat juga dilakukan saat proses melahirkan, meski preeklampsia yang dialami masih tergolong ringan.Menurut studi yang diterbitkan Medscape, untuk menangani keluhan ibu hamil ini, Kongres Ahli Obstetri dan Ginekolog Amerika (ACOG) dan organisasi nirlaba Masyarakat untuk Pengobatan Ibu-Janin (SMFM) merekomendasikan pemberian magnesium sulfat dalam jangka waktu pendek, yaitu kurang dari 48 jam.Magnesium sulfat juga berguna sebagai pengobatan yang meliputi:
  • Pelindung saraf janin sebelum antisipasi persalinan prematur dini, yaitu kurang dari 32 minggu.
  • Memperpanjang usia kehamilan dalam jangka pendek, yakni kurang dari 48 jam agar dokter bisa memberikan kortikosteroid pada ibu yang berisiko melahirkan prematur dalam 7 hari sebelum hari perkiraan lahir. Riset dari Cochrane menyatakan bahwa kortikosteroid berguna untuk membantu paru-paru bayi prematur agar matang sebelum lahir.

2. Penanganan di ICU dan unit bersalin

Pemberian obat ini terus dilakukan selama 24 hingga 48 jam setelah kejang terjadi, dan dapat dilakukan di Intensive Care Unit (ICU) maupun unit bersalin.Selama pemberian magnesium, ibu hamil akan dipantau secara ketat. Pemberian magnesium sulfat hanya dapat dilakukan oleh dokter.Sebab, ibu hamil yang menerima obat ini dapat mengalami overdosis, terutama jika memiliki riwayat gangguan fungsi ginjal.

3. Resusitasi

Sebagai salah satu penanganan kejang pada ibu hamil, resusitasi adalah tindakan membuka jalan napas yang mengakibatkan napas berhenti dan detak jantung tak terdengar.Saat melakukan resusitasi, pastikan ibu hamil berbaring miring ke arah kiri dengan jalan napas yang tidak terhalang dan mendapatkan oksigen.

4. Kontrol tekanan darah

Karena kejang saat hamil akibat eklampsia terjadi karena tekanan darah ibu terlalu tinggi, maka tensi pun harus dikontrol.Biasanya, dokter akan memberikan infus antihipertensi. Ini bertujuan agar tekanan darah berada di bawah 120mmHg.Namun, sebaiknya penurunan tekanan darah tidak dilakukan secara drastis. Hal ini akan berisiko menimbulkan kelainan detak jantung pada janin.Oleh karena itu, detak janin harus selalu dipantau selama pemberian infus antihipertensi dan 30 menit setelahnya.

Catatan dari SehatQ

Penanganan kejang pada ibu hamil harus dilakukan dengan cepat, tapi tetap berhati-hati, agar tidak membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.Jangan lalai untuk rutin memeriksakan kandungan Anda, agar tanda-tanda awal preeklampsia dapat segera terdeteksi, sebelum bertambah parah.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait penanganan kejang pada ibu hamil, konsultasikan dengan dokter kandungan terdekat Anda. Anda pun juga bisa konsultasi gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilankejangtekanan darah tinggipreeklampsiahamilhipertensimasalah kehamilanibu hamil
Fetal and Maternal Medicine Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3119563/
Diakses pada 18 April 2019
Michigan Medicine, University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/tn5187
Diakses pada 18 April 2019
Preeclampsia Foundation. https://www.preeclampsia.org/health-information/faqs/
Diakses pada 18 April 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/253960-overview#a15
Diakses pada 19 Maret 2021
Teachmeobgyn. https://teachmeobgyn.com/labour/emergencies/eclampsia/
Diakses pada 19 Maret 2021
Medscape. https://reference.medscape.com/medline/abstract/26695587
Diakses pada 19 Mei 2021
Cochrane. https://www.cochrane.org/CD004454/PREG_what-are-benefits-and-risks-giving-corticosteroids-pregnant-women-risk-premature-birth
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait