Mengatasi Fistula arteriovenosus dengan Operasi Cimino, Bagaimana Caranya?


Fistula arteriovenosus (AV) terjadi ketika pembuluh darah arteri dan vena berada dalam posisi abnormal. Kondisi ini menyebabkan aliran darah tidak merata. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan prosedur operasi ringan yaitu cimino agar pembuluh darah terhubung.

(0)
24 Mar 2021|Azelia Trifiana
Fistula arteriovenosus  dapat diatasi dengan operasi ciminoFistula arteriovenosus dapat diatasi dengan operasi cimino
Fistula arteriovenosus (AV) terjadi ketika pembuluh darah arteri dan vena berada dalam posisi abnormal. Konsekuensinya, aliran darah tidak merata hingga ke pembuluh kapiler. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan prosedur operasi ringan yaitu cimino agar pembuluh darah terhubung.Akibat dari terjadinya penyakit ini adalah jaringan di bawah pembuluh darah kapiler tidak mendapatkan cukup aliran darah. Kondisi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Penyebab arteriovenous fistula

Beberapa hal yang bisa memicu terjadinya masalah pembuluh darah ini adalah:
  • Cedera

Luka yang menyebabkan cedera seperti luka tembak dan tusukan bisa menyebabkan terbentuknya arteriovenous fistula, utamanya apabila terjadi di bagian tubuh dengan pembuluh arteri dan vena bersisian
  • Bawaan lahir

Ada juga orang yang terlahir dengan kondisi arteriovenous fistula. Penyebab pastinya tidak diketahui pasti. Hanya saja, ada beberapa bayi yang pembuluh darah arteri dan venanya tidak berkembang sempurna saat di dalam rahim.
  • Kondisi genetik

Ada pula kondisi genetik seperti Osler-Weber-Rendu disease yang menyebabkan AV di paru-paru. Pada penderitanya, pembuluh darah di seluruh tubuh berkembang abnormal, terutama di paru-paru.
  • Cuci darah

Orang dengan penyakit ginjal kronis perlu menjalani prosedur cuci darah atau dialisis. Terkadang, Fistula arteriovenosus sengaja dibuat di lengan bagian bawah untuk memudahkan prosedurnya.
  • Kateterisasi jantung

Prosedur pemeriksaan berupa kateterisasi jantung juga bisa menyebabkan terbentuknya AV. Utamanya, apabila pipa kateter dimasukkan lewat lipatan paha.Selain itu, ada faktor risiko lain yaitu perempuan, tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh tinggi, dan orang berusia lanjut. Konsumsi obat tertentu seperti pengencer darah (antikoagulan) juga meningkatkan risikonya.

Gejala arteriovenous fistula

Munculnya AV bisa terjadi di kaki, tangan, paru-paru, ginjal, otak, hingga bagian tubuh lainnya. Apabila kecil, umumnya tidak akan terasa gejala apa-apa. Namun ketika cukup besar, bisa muncul beberapa gejala seperti:
  • Pembuluh darah keunguan dan menonjol seperti varises
  • Tangan atau kaki membengkak
  • Tekanan darah menurun
  • Tubuh terasa lelah
  • Gagal jantung
Bahkan apabila Fistula arteriovenosus yang parah terjadi di paru-paru, kondisi ini cukup serius. Gejalanya lebih signifikan, seperti kulit menjadi kebiruan, jari tabuh tampak lebih menonjol dan bulat, hingga batuk darah.Lebih jauh lagi, AV yang terjadi di saluran pencernaan juga bisa menyebabkan pendarahan internal.

Komplikasi akibat arteriovenous fistula

Semakin awal terdeteksinya gejala di atas, kondisi AV bisa lebih mudah disembuhkan. Tak hanya itu, juga menurunkan risiko mengalami komplikasi, di antaranya:
  • Gagal jantung

Ini adalah komplikasi paling serius dari kondisi arteriovenous fistula. Pada orang yang mengalaminya, darah mengalir lebih cepat dibandingkan dengan saat melewat pembuluh darah normal. Akibatnya, jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengimbanginya.Dalam jangka panjang, jantung yang bekerja keras ini dapat mengganggu kinerja jantung. Kondisi gagal jantung menjadi taruhannya.
  • Penggumpalan darah

Apabila AV terjadi di kaki, bisa menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah berbahaya yaitu deep vein thrombosis. Jangan remehkan kondisi ini karena apabila gumpalan ini mencapai paru-paru, akan terjadi emboli paru hingga stroke.
  • Nyeri kaki

Adanya pembuluh darah abnormal di kaki bisa memicu rasa nyeri yang disebut claudication. Tak hanya itu, ini juga bisa memperparah nyeri yang sudah ada.
  • Pendarahan

AV juga bisa mengakibatkan pendarahan di sistem pencernaan

Penanganan dengan cimino

Prosedur operasi kecil yang dilakukan untuk menyembuhkan Fistula arteriovenosus disebut dengan cimino. Tujuannya agar salah satu pembuluh darah vena dan arteri bisa terhubung.Sebelum melakukannya, dokter terlebih dahulu memetakan pembuluh darah pasien lewat pemeriksaan USG doppler. Dari situ, akan terbaca bagaimana kondisi aliran darah sekaligus pembuluh darah yang menjadi target tindakan.Bergantung pada kondisi pasien, kemudian akan diberikan bius lokal. Sementara pada anak-anak, umumnya dilakukan bius total. Kemudian dokter membuat sayatan dan menghubungkan pembuluh arteri dan vena sehingga terbentuk saluran berupa fistula.

Prosedur cimino biasanya berlangsung selama 2 jam dan pasien bisa pulang di hari yang sama. Pasien disarankan untuk beristirahat cukup serta menjaga luka bekas operasi cimino agar tetap kering dan bersih.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar masalah pembuluh darah Fistula arteriovenosus ini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakithidup sehatpola hidup sehat
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriovenous-fistula/symptoms-causes/syc-20369567
Diakses pada 8 Maret 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/459842-overview
Diakses pada 8 Maret 2021
British Medical Journal. https://www.bmj.com/content/349/bmj.g6262
Diakses pada 8 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait