Mengenal Berbagai Penyebab Sembelit yang Perlu Anda Waspadai


Penyebab sembelit atau susah buang air besar (BAB) perlu Anda waspadai sebagai langkah pencegahan. Sembelit bisa terjadi karena kekurangan asupan serat, hingga gejala penyakit serius.

(0)
12 Apr 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab sembelit jangka panjangSusah buang air besar dapat mengganggu keseharian Anda
Sembelit atau susah buang air besar adalah salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Penyebab sembelit dapat bermacam-macam, mulai dari pola makan yang kurang sehat (kurang asupan serat), dehidrasi, kurang bergerak atau olahraga, dan kebiasaan sering menahan buang air besar.Sembelit atau konstipasi merupakan kondisi yang kerap terjadi, bahkan ada dari mereka yang buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Kalau pun rasa sakit perut muncul, mereka cenderung sulit buang air besar karena kotoran yang terlalu padat dan keras.Kelainan medis seperti sindrom iritasi usus juga dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit. Usus besar (kolon) yang menyerap terlalu banyak air dari feses juga dapat menyebabkan sembelit apabila pergerakan makanan berjalan lambat melalui saluran pencernaan. Masalah-masalah itu seringkali membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari dokter.Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, penyebab sembelit bukanlah hal yang serius dan bersifat jangka pendek, serta mudah untuk disembuhkan.

Berbagai penyebab sembelit alias susah buang air besar (BAB)

Untuk mengetahui apa yang telah menyebabkan Anda susah buang air besar atau BAB keras, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Kurang mengonsumsi makanan berserat

Kerja organ-organ pencernaan, seperti usus, akan dimudahkan dengan asupan makanan berserat. Asupan inilah yang berperan besar dalam membuat kerja usus menjadi lebih teratur. Makanan berserat ini dapat berupa buah dan sayuran setiap harinya.Meskipun gaya makan masa kini identik dengan asupan daging dan olahan cepat saji lainnya, pastikan untuk tidak melewatkan buah dan sayuran berserat dalam kombinasinya.

2. Tidak mendapatkan cairan tubuh yang cukup

Untuk dapat mengeluarkan sisa makanan dan kotoran melalui usus dengan lancar, Anda harus memperbanyak asupan air putih. Jika tubuh Anda kekurangan asupan air, kandungan air dari kotoran akan diserap kembali sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
minum air putih

3. Kurang aktif bergerak

Berolahraga dan melakukan latihan fisik akan membantu pergerakan usus Anda. Sebaliknya, jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk, akan timbul masalah-masalah di organ pencernaan yang berisiko menyebabkan susah buang air besar atau BAB keras.

4. Mengonsumsi suplemen tertentu

Suplemen zat besi atau kalsium dapat menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium atau zat besi, seimbangkan dengan memperbanyak asupan serat, minum banyak air, dan pastikan tubuh tetap aktif agar sembelit tidak terjadiJika hal di atas tidak membantu, konsultasikan diri pada dokter untuk saran dan anjuran lain untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut tanpa suplemen, seperti dengan asupan makan tertentu.
suplemen

5. Mengalami stres

Ketika sistem respons stres otak Anda sedang aktif, akan terjadi perubahan kerja pada tubuh Anda, khususnya sistem pencernaan. Sistem pencernaan ini akan menjadi sangat sensitif terhadap stres, dan sembelit dapat menjadi salah satu respons yang muncul.Jadi, waspadalah saat pekerjaan atau kegiatan Anda mulai padat dan membuat tekanan pada diri Anda. Segera perbanyak asupan air dan makanan berserat untuk menjaga kerja organ pencernaan tetap baik.

6. Sering menahan keinginan buang air besar

Mungkin Anda terlalu sibuk untuk berhenti melakukan pekerjaan dan aktivitas setiap kali tubuh Anda memberi tanda untuk buang air besar. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan karena Anda tidak suka menggunakan toilet umum, kecuali toilet Anda sendiri di rumah.Sayangnya, kebiasaan ini ternyata berdampak buruk karena dapat membuat kotoran di usus besar Anda semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.
toilet

7. Sedang hamil

Secara umum, wanita memiliki kecenderungan mengalami konstipasi lebih sering daripada pria. Hal ini terjadi khususnya selama masa kehamilan ketika perubahan hormon dapat dengan mudah mengganggu sistem pencernaan Anda.Ditambah lagi dengan adanya tekanan yang diberikan bayi yang sedang tumbuh pada saluran-saluran pencernaan Anda. Jadi, jangan heran jika Anda merasakan susah buang air atau BAB keras selama hamil, dan bahkan setelah melahirkan.

8. Bertambahnya usia

Semakin bertambahnya usia, permasalahan pada usus akan semakin meningkat. Untuk itu, pastikan untuk selalu berolahraga, minum lebih banyak air, dan makan asupan serat lebih banyak.
berbicara dengan berbisik

9. Mengonsumsi obat tertentu

Beberapa obat, seperti obat penghilang rasa sakit, suplemen zat besi, antidepresan, dan diuretik, dapat memberikan efek samping berupa sembelit. Selain itu, ada juga beberapa jenis obat-obatan untuk diabetes, penyakit Parkinson, serta obat perawatan tekanan darah.Bahkan, obat-obatan yang dijual bebas seperti antasida juga dapat menghambat kerja organ pencernaan, hingga menyebabkan sembelit.

10. Gejala penyakit serius

Meskipun jarang, konstipasi atau sembelit mungkin menjadi tanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda. Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.Jika penyebab-penyebab di atas tidak Anda rasakan, mungkin dokter akan mencari tahu kemungkinan penyebab susah buang air besar atau BAB keras, seperti:
  • Gangguan pada otot yang menekan usus besar Anda.
  • Penyakit hormon, seperti diabetes atau kelenjar tiroid yang terlalu atau kurang aktif.
  • Penyakit yang memengaruhi saraf di sekitar usus besar atau dubur, termasuk multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, dan cedera tulang belakang.
  • Masalah usus besar. Tumor dan hal-hal lain yang menghalangi usus besar atau dubur dalam mengeluarkan kotoran.

Kapan harus ke dokte

Segera temui dokter Anda jika Anda belum pernah mengalami sembelit sebelumnya, sakit perut yang Anda alami tidak tertahankan, Anda melihat darah di tinja Anda, dan terjadi penurunan berat badan drastis.Jangan biarkan sembelit terlalu lama. Bila tidak diobati, sembelit dapat menyebabkan komplikasi seperti wasir dan prolaps rektum, yaitu suatu kondisi di mana bagian usus keluar melalui anus karena terlalu banyak mengejan.
sembelitkonstipasi
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/why-cant-i-poop#1
Diakses pada Desember 2018
Women's Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/health/a19945825/causes-of-constipation/
Diakses pada Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/when-to-see-doctor#1
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait