Susah buang air besar atau BAB keras tentunya sangat mengganggu
Susah buang air besar dapat mengganggu keseharian Anda

Susah buang air besar? BAB keras? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Sembelit atau konstipasi merupakan kondisi yang kerap terjadi, bahkan ada dari mereka yang buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Kalau pun rasa sakit perut muncul, mereka cenderung sulit buang air besar karena kotoran yang terlalu padat dan keras.

Di sisi lain, terkadang, kelainan medis seperti sindrom iritasi usus dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit. Masalah-masalah itu seringkali membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari dokter. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, penyebab sembelit bukanlah hal yang serius dan bersifat jangka pendek, serta mudah untuk disembuhkan.

Mengetahui Penyebab Susah Buang Air Besar atau BAB Keras

Untuk mengetahui apa yang telah menyebabkan Anda susah buang air besar atau BAB keras, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apakah Anda Sudah Cukup Mengonsumsi Makanan Berserat?

Kerja organ-organ pencernaan, seperti usus, akan dimudahkan dengan asupan makanan berserat. Asupan inilah yang berperan besar dalam membuat kerja usus menjadi lebih teratur. Makanan berserat ini dapat berupa buah dan sayuran setiap harinya.

Meskipun gaya makan masa kini identik dengan asupan daging dan olahan cepat saji lainnya, pastikan untuk tidak melewatkan buah dan sayuran berserat dalam kombinasinya.

2. Bagaimana Kebutuhan Cairan Tubuh Anda?

Untuk dapat mengeluarkan sisa makanan dan kotoran melalui usus dengan lancar, Anda harus memperbanyak asupan air putih. Jika tubuh Anda kekurangan asupan air, kandungan air dari kotoran akan diserap kembali sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

minum air putih

3. Apakah Anda Aktif Bergerak?

Berolahraga dan melakukan latihan fisik akan membantu pergerakan usus Anda. Sebaliknya, jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk, akan timbul masalah-masalah di organ pencernaan yang berisiko menyebabkan susah buang air besar atau BAB keras.

4. Apakah Asupan Suplemen Anda yang Menjadi Masalahnya?

Suplemen zat besi atau kalsium dapat menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium atau zat besi, seimbangkan dengan memperbanyak asupan serat, minum banyak air, dan pastikan tubuh tetap aktif agar sembelit tidak terjadi

Jika hal di atas tidak membantu, konsultasikan diri pada dokter untuk saran dan anjuran lain untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut tanpa suplemen, seperti dengan asupan makan tertentu.

suplemen

5. Apakah Anda Sedang Stres?

Ketika sistem respons stres otak Anda sedang aktif, akan terjadi perubahan kerja pada tubuh Anda, khususnya sistem pencernaan. Sistem pencernaan ini akan menjadi sangat sensitif terhadap stres, dan sembelit dapat menjadi salah satu respons yang muncul.

Jadi, waspadalah saat pekerjaan atau kegiatan Anda mulai padat dan membuat tekanan pada diri Anda. Segera perbanyak asupan air dan makanan berserat untuk menjaga kerja organ pencernaan tetap baik.

6. Apakah Anda Sering Menahan Keinginan Buang Air?

Mungkin Anda terlalu sibuk untuk berhenti melakukan pekerjaan dan aktivitas setiap kali tubuh Anda memberi tanda untuk buang air besar. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan karena Anda tidak suka menggunakan toilet umum, kecuali toilet Anda sendiri di rumah.

Sayangnya, kebiasaan ini ternyata berdampak buruk karena dapat membuat kotoran di usus besar Anda semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

toilet

7. Apakah Anda Sedang Hamil?

Secara umum, wanita memiliki kecenderungan mengalami konstipasi lebih sering daripada pria. Hal ini terjadi khususnya selama masa kehamilan ketika perubahan hormon dapat dengan mudah mengganggu sistem pencernaan Anda.

Ditambah lagi dengan adanya tekanan yang diberikan bayi yang sedang tumbuh pada saluran-saluran pencernaan Anda. Jadi, jangan heran jika Anda merasakan susah buang air atau BAB keras selama hamil, dan bahkan setelah melahirkan.

8. Apakah Usia Memengaruhi?

Semakin bertambahnya usia, permasalahan pada usus akan semakin meningkat. Untuk itu, pastikan untuk selalu berolahraga, minum lebih banyak air, dan makan asupan serat lebih banyak.

berbicara dengan berbisik

9. Apakah Anda Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu?

Beberapa obat, seperti obat penghilang rasa sakit, suplemen zat besi, antidepresan, dan diuretik, dapat memberikan efek samping berupa sembelit. Selain itu, ada juga beberapa jenis obat-obatan untuk diabetes, penyakit Parkinson, serta obat perawatan tekanan darah.

Bahkan, obat-obatan yang dijual bebas seperti antasida juga dapat menghambat kerja organ pencernaan, hingga menyebabkan sembelit.

10. Apakah Ada Kemungkinan Ini Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Meskipun jarang, konstipasi atau sembelit mungkin menjadi tanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda. Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Jika penyebab-penyebab di atas tidak Anda rasakan, mungkin dokter akan mencari tahu kemungkinan penyebab susah buang air besar atau BAB keras, seperti:

  • Gangguan pada otot yang menekan usus besar Anda.
  • Penyakit hormon, seperti diabetes atau kelenjar tiroid yang terlalu atau kurang aktif.
  • Penyakit yang memengaruhi saraf di sekitar usus besar atau dubur, termasuk multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, dan cedera tulang belakang.
  • Masalah usus besar. Tumor dan hal-hal lain yang menghalangi usus besar atau dubur dalam mengeluarkan kotoran.

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/why-cant-i-poop#1
Diakses pada Desember 2018

Women's Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/health/a19945825/causes-of-constipation/
Diakses pada Desember 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed