Konsumsi vitamin minyak ikan ternyata memiliki kaitan dengan risiko kanker kulit
Para peneliti menemukan hubungan antara konsumsi vitamin minyak ikan, dengan risiko terhadap kanker prostat.

Berdasarkan penelitian, pria disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi vitamin minyak ikan, yang mengandung asam lemak omega 3. Apa sebabnya?

Institut Kanker Nasional Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara asupan asam lemak omega 3 dari vitamin minyak ikan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Kanker jenis ini merupakan kanker yang paling umum menyerang pria.

Bahkan, dari studi yang diterbitkan oleh Journal of National Cancer Institute, terbukti bahwa pria dengan konsentrasi tinggi asam lemak omega 3 dalam darah, akan berisiko terkena kanker prostat.

Kaitan antara Vitamin Minyak Ikan dan Kanker Prostat

Penelitian terakhir dapat mengklarifikasi penelitian terdahulu, yang tidak konsisten dalam menjelaskan dan membuktikan kaitan antara asam lemak omega 3 dengan kanker prostat. Dalam hal ini, asam lemak omega 3 yang dimaksud merupakan asam lemak yang ditemukan pada ikan seperti salmon, minyak biji rami, kacang, dan rempah-rempah tertentu.

Padahal di sisi lain, banyak pula penelitian yang telah menemukan bahwa asam lemak omega 3 dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung, dan membantu menurunkan kadar kolesterol. Karena manfaat kesehatannya yang positif, vitamin minyak ikan yang tinggi asam lemak omega 3, telah menjadi salah satu jenis suplemen yang paling dicari di pasaran.

Sebuah tim penelitian yang terdiri dari para ahli di lembaga terkemuka Amerika Serikat, mempelajari 834 pria yang didiagnosis menderita kanker prostat. Sebanyak 156 responden di antaranya, merupakan penderita kanker kronis.

Kasus Kanker Prostat di Indonesia

Kasus kanker prostat di Asia rata-rata 7,2 per 100 ribu pria setiap tahunnya. Sementara itu, jumlah pasien kanker prostat pada tiga rumah sakit pendidikan di Jakarta, Surabaya, dan Bandung selama 8 tahun, mencapai 1.102 orang.

Para peneliti menemukan, pria yang mempunyai konsentrasi asam lemak omega 3 tinggi (yang berasal dari ikan) dalam darah, memiliki risiko 43 persen lebih besar terkena kanker, dibandingkan pria dengan konsentrasi asam lemak omega 3 rendah.

Faktor Risiko Kanker Prostat

Berikut ini sejumlah faktor risiko pemicu kanker prostat.

1. Umur

Individu berusia di atas 40 tahun berisiko mengalami kanker prostat.

2. Ras

Di Amerika Serikat, pria dengan ras Afrika, lebih berisiko terhadap kanker, dibandingkan mereka dengan ras Asia maupun Hispanik.

3. Gaya Hidup dan Pola Makan

Konsumsi daging merah, pola makan yang tinggi lemak jenuh, kurangnya konsumsi buah dan sayuran, berpotensi meningkatkan risiko terhadap kanker prostat.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker prostat, bisa meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit yang sama. Selain itu, pria dengan ayah maupun saudara laki-laki kandung yang mengalami kanker di usia 50 tahun, dua kali lebih berisiko terhadap kanker prostat.

Bahkan, risiko tersebut bisa meningkat hingga delapan kali lipat jika seorang pria mempunyai dua atau lebih anggota keluarga yang mengidap kanker prostat.

Oleh karena itu, para peneliti mengatakan bahwa dokter harus mempertimbangkan risiko kanker prostat pada pasien pria, sebelum merekomendasikan asam lemak omega 3 dalam makanan, atau vitamin minyak ikan. Penggunaan minyak zaitun pun harus diperhatikan dengan baik, karena tinggi asam lemak omega 3.

Penelitian juga membuktikan bahwa pria dengan konsentrasi asam linoleat dan asam lemak omega 6 lebih tinggi antara lain pada biji anggur, biji bunga matahari, serta minyak evening primrose.

Risiko Lain dari Konsumsi Vitamin Minyak Ikan Berlebihan

Selain dari risiko terkena kanker prostat, mengonsumsi minyak ikan secara berlebihan juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul jika Anda mengonsumsi minyak ikan melebihi dosis yang seharusnya:

  • Timbul rasa seperti terbakar di area dada.
  • Sering mengalami mimisan.
  • Kerap bersendawa dan muncul bau mulut.
  • Muncul bercak kemerahan pada kulit.
  • Tekstur tinja menjadi lunak.
  • Mual dan muntah.

Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk menjaga asupan gizi dan nutrisi tetap seimbang tanpa berlebihan dalam mengonsumsinya.

Healthline.
https://www.healthline.com/health-news/again-why-men-should-avoid-fish-oil-071113
Diakses pada Oktober 2018

Kementerian Kesehatan RI.
http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKProstat.pdf
Diakses pada 11 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed