Mengapa Peregangan Statis Disarankan, Tapi yang Balistik Tidak?


Peregangan statis mengacu pada jenis pemanasan dasar yang Anda kenal. Sementara peregangan balistik melibatkan pergerakan otot di luar batas pergerakannya.

(0)
08 Jan 2021|Azelia Trifiana
Mengenal peregangan statis dan peregangan balistikPeregangan statis dianggap lebih aman dibandingkan peregangan balistik
Demi menghindari cedera sekaligus meningkatkan rentang gerak, peregangan wajib dilakukan. Ada banyak jenisnya, seperti peregangan statis adalah gerakan biasa dilakukan untuk meregangkan otot sebelum mulai berolahraga.Tak hanya untuk pemanasan saja, kerap melakukan peregangan akan membuat tubuh bisa tetap optimal melakukan aktivitas sehari-hari. Bonusnya, risiko mengalami cedera pun lebih rendah.

Mengenal peregangan statis

Ketika mendengar kata stretching, umumnya yang terlintas adalah gerakan dalam peregangan statis. Caranya mudah, yaitu dengan melakukan peregangan tertentu dan ditahan selama 10-60 detik sebelum mencoba gerakan berikutnya.Semua jenis stretching memberikan manfaat, termasuk yang satu ini. Bahkan, gerakan-gerakan pemanasan statis ini adalah cara efektif dan jitu untuk meningkatkan rentang gerak seseorang.Tak hanya itu, gerakan semacam ini juga aman dilakukan oleh siapa saja termasuk yang belum terbiasa berolahraga rutin.Manfaat yang bisa dirasakan setelah melakukan peregangan ini tentu relatif. Hanya saja, ada studi yang menyebutnya tidak mengurangi risiko seseorang mengalami cedera. Ini bertentangan dengan konsep yang umumnya dipahami masyarakat.Senada dengan hal itu, studi yang dipublikasikan di The Journal of Strength and Conditioning Research tahun 2014 silam menemukan bahwa pemanasan statis sebelum olahraga justru membatasi performa saat berolahraga. Utamanya, jika olahraga yang dilakukan memerlukan explosive power seperti melompat atau berlari cepat.

Peregangan balistik rentan sebabkan cedera?

Jenis stretching lain yang terus diteliti karena potensinya menyebabkan cedera adalah peregangan balistik. Ini adalah jenis stretching yang intens dengan gerakan seperti peregangan dinamis.Hanya saja, perbedaannya adalah otot serta tendon digerakkan hingga melewati batas rentang gerak normal. Oleh sebab itu, otot akan kembali menarik peregangan jika cenderung berlebihan.Lebih jauh lagi, stretching jenis ini juga banyak memberikan pantulan serta hentakan dengan cepat. Ada momentum, kekuatan, serta memanfaatkan gaya gravitasi. Tentunya, perlu kekuatan lebih untuk melakukannya.Itulah mengapa ada banyak penelitian modern yang menganggap peregangan balistik mudah menyebabkan cedera. Orang yang disarankan melakukannya pun bukan semua orang, karena perlu kekuatan lebih. Umumnya, yang melakukan peregangan semacam ini adalah atlet dan penari yang perlu meningkatkan fleksibilitas tubuh mereka.Meski demikian, tidak disarankan melakukan peregangan ini untuk keperluan sehari-hari. Jangan samakan dengan peregangan aktif karena dalam jenis stretching yang kedua, tidak ada tekanan terhadap persendian. Tubuh hanya diregangkan sesuai batasannya dengan gerakan terkontrol.

Kapan harus melakukannya?

pemanasan
Mengingat ada banyak jenisnya dan balistik tidak disarankan untuk semua orang, tentu perlu disesuaikan antara stretching dan aktivitas fisik yang akan dilakukan. Berikut beberapa referensinya:
  • Peregangan aktif dan olahraga kardio

Apabila akan melakukan olahraga kardio atau strength training, peregangan aktif bisa jadi bagian dari pemanasan. Pilih gerakan dengan target persendian dan otot yang akan digunakan saat olahraga.Contohnya apabila akan melakukan squat sambil membawa beban, lakukan gerakan pemanasan deep air squat untuk membantu tubuh beradaptasi.
  • Peregangan pasif setelah sesi kardio

Dengan target seluruh persendian dan kelompok otot, tahan tiap gerakan selama 10-30 detik. Kemudian, ulangi hingga terakumulasi 60 detik untuk setiap persendian dan kelompok otot. Umumnya, perlu 10 menit untuk meregangkan seluruh kelompok otot utama dalam tubuh.
  • Kenali batasan

Tak kalah penting, kenali batasan rentang gerak persendian tubuh Anda saat melakukan peregangan aktif dan statis. Namun, ingat untuk tidak memaksanya melewati batasan. Idealnya, akan muncul sedikit rasa tidak nyaman ketika sudah sampai di batasnya, namun tidak terasa sakit. Apabila muncul rasa nyeri, segera hentikan.
  • Pilih olahraganya

Agar fleksibilitas terlatih, coba pilih jenis olahraga yang selaras. Contohnya seperti yoga, pilates, barre, atau tai chi.Tak kalah penting, sekali lagi hindari melakukan peregangan balistik untuk olahraga sehari-hari kecuali Anda adalah seorang atlet terlatih. Metode untuk melakukannya harus benar-benar tepat. Jika masih ragu, sebaiknya pilih peregangan aktif dan statis.

Tak perlu memutar otak untuk mencari tahu kapan harus melakukan peregangan. Kapan saja bisa. Perpaduan yang ideal adalah 20-30 menit sesi olahraga dilengkapi dengan 10 menit peregangan statis.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang manfaat dari stretching, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
olahragatips olahragamenjaga kesehatan
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/static-stretching-vs-ballistic-stretching-4159546
Diakses pada 25 Desember 2020
CD Science Pub. https://cdnsciencepub.com/doi/10.1139/apnm-2015-0235
Diakses pada 25 Desember 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/seated-groin-and-inner-thigh-stretch-3120294
Diakses pada 25 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait