logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengapa Orang Gemar dengan Teori Konspirasi?

open-summary

Secara mental, teori konspirasi membuat seseorang merasa spesial dan punya kendali. Terlebih di tengah dunia yang serba rumit dan tak bisa ditebak, adanya teori konspirasi adalah semacam panduan yang bisa dijadikan pedoman.


close-summary

5 Okt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Teori konspirasi bisa beredar dengan mudah

Teori konspirasi bisa beredar dengan mudah

Table of Content

  • Mengapa orang tertarik teori konspirasi?
  • Percaya konspirasi, hal yang destruktif
  • Catatan dari SehatQ

Bagi sebagian orang, teori konspirasi sangatlah memikat. Sebenarnya apa yang menjadi magnet dari konspirasi? Secara mental, merasa ada konspirasi yang tengah terjadi membuat seseorang merasa spesial dan punya kendali.

Advertisement

Terlebih di tengah dunia yang serba rumit dan tak bisa ditebak, adanya teori konspirasi adalah semacam panduan yang bisa dijadikan pedoman. Seakan-akan bisa memahami situasi, terlepas dari kebenarannya yang masih dipertanyakan.

Mengapa orang tertarik teori konspirasi?

Teori konspirasi adalah keyakinan bahwa ada kelompok tertentu yang bertemu secara diam-diam dan merencanakan sesuatu jahat. Makin heboh teori ini, akan terasa kian menarik. Ada bias kognitif dan juga tradisi yang membuat seseorang merasa mudah sekali tertarik mengulik teori konspirasi lebih dalam.

Lebih lanjut, ada banyak alasan mengapa seseorang tertarik dengan teori konspirasi. Beberapa di antaranya adalah:

1. Epistemik

Alasan epistemik yang membuat seseorang tertarik mendalami teori konspirasi adalah karena teori ini membuat mereka merasa lebih paham. Ada keinginan untuk merasa yakin dan paham akan sesuatu yang serba tak pasti.

Terlebih ketika dunia terasa berbahaya, membingungkan, dan kacau balau, adanya teori konspirasi bisa menimbulkan rasa “tenang”.

Di saat yang sama, orang ingin memahami apa yang terjadi dan perlu penjelasan di baliknya. Dengan adanya teori konspirasi, ini membantu membangun pemahaman yang stabil, konsisten, dan jelas tentang cara kerja dunia di luar sana.

Ada faktor yang turut memperkuat terjadinya hal ini, seperti:

  • Situasi yang terjadi dalam skala luar biasa besar
  • Situasi ketika orang merasa lelah dengan ketidakpastian

Ketika situasi semacam ini terjadi, orang perlu penjelasan. Di situlah teori konspirasi hadir menyambungkan segala pertanyaan yang bermunculan.

Ada pula koneksi antara latar belakang pendidikan dengan konspirasi. Lebih rendahnya latar pendidikan akan meningkatkan kepercayaan akan teori konspirasi.

Masih berkaitan dengan alasan epistemik, adanya bias konfirmasi juga turut berperan. Ketika ada konspirasi yang seakan membenarkan apa yang dipercayainya selama ini, tentu itu akan membuat mereka setuju sepenuhnya.

2. Eksistensial

Alasan lain mengapa orang menyukai teori konspirasi adalah mereka bisa merasa memiliki kendali dan eksis. Ketika hal ini terjadi, mereka pun akan merasa lebih aman.

Analogi sederhananya saat mendengar suara ketukan di malam hari, lalu mengetahui bahwa ternyata hanya suara tirai bambu, ini akan memberikan rasa aman.

Orang yang secara psikologis merasa tidak berdaya, cenderung lebih suka dengan teori konspirasi. Selain itu, orang juga bisa suka konspirasi ketika mereka sedang merasa cemas.

Meski hal ini bisa memberikan rasa nyaman untuk sementara, dalam jangka panjang tidaklah demikian. Justru, mereka bisa merasa lebih tidak berdaya lagi ketimbang sebelumnya saat teori konspirasi terbukti tidak benar.

3. Sosial

Mempercayai teori konspirasi yang digagas oleh kelompok rahasia nan jahat, secara sosial akan membuat seseorang merasa lebih spesial. Lebih baik. Bahkan, merasa sebagai sosok pahlawan karena tidak bergabung dengan mereka yang terlibat dalam konspirasi.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa alasan orang menyukai teori konspirasi adalah bentuk mekanisme pertahanan mereka. Saat berada di posisi kalah, mereka mencari tahu hal yang bisa membenarkan persepsinya selama ini. Teori konspirasi bisa menjadi wadahnya.

Lebih jauh lagi, dalam konteks ini seseorang akan dengan senang hati menyalahkan orang lain sebagai penyebab kekacauan. Ini juga berkaitan dengan gangguan mental narsistik, yaitu merasa dirinya atau lingkungannya lebih baik dari yang lain.

Perlu diwaspadai bahwa ketika teori konspirasi paling konyol sekalipun dipercayai oleh banyak orang, ini bisa dianggap sebagai fakta. Konspirasi bisa berubah jadi kebenaran. Pemikiran gemar akan konspirasi ini pun seakan menular dan bisa dengan cepat dipercayai banyak orang.

Percaya konspirasi, hal yang destruktif

Secara mental, mempercayai teori konspirasi justru akan menimbulkan rasa bingung, terisolasi, bahkan kesepian. Siklusnya begitu destruktif. Perasaan negatif membuat seseorang percaya konspirasi, dan begitu pula sebaliknya.

Meyakini suatu teori konspirasi akan membuat seseorang bersikap negatif. Mulai dari tidak percaya akan pemerintah, pemimpin, hingga institusinya. Bahkan, bisa jadi seseorang tidak lagi percaya akan ilmu sains dan penelitian yang benar-benar berdasar.

Lihat saja bagaimana meledaknya penularan wabah penyakit, bisa terjadi karena orang percaya konspirasi tentang vaksin. Mulai dari anggapan bahwa vaksin mengandung babi, vaksin mematikan, vaksin bisa menyebabkan anak memiliki spektrum autisme, dan banyak lagi.

Baca Juga

  • Gangguan Narsistik Hingga Skizofrenia, Macam-Macam Gangguan Psikologis Paling Umum Terjadi
  • Keracunan Nikotin, Apa Penyebab dan Gejalanya?
  • Hindari Duduk Lama, Kenali Manfaat Berdiri bagi Kesehatan

Catatan dari SehatQ

Teori konspirasi yang sekadar dijadikan bahan bacaan sambil lalu tentu tak berbahaya. Namun jika sudah merasuk dan dipercaya seutuhnya, ini bisa jadi awal terjadinya hal-hal buruk. Bukan tidak mungkin, orang yang sudah percaya konspirasi akan menyebarkannya ke orang banyak.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin tetap percaya bahwa setiap tindakan kita akan berdampak pada hidup di masa depan. Dengan demikian, tiap langkah akan dikalkulasi secara hati-hati sehingga tidak sampai terjebak dalam teori konspirasi.

Selain itu, fokuslah pada target dan cita-cita ke depan. Tuliskan apabila perlu. Dengan cara ini, maka Anda bisa lebih fokus mewujudkannya tanpa harus terganggu dengan berbagai teori konspirasi yang bermunculan.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar korelasi antara teori konspirasi dan gangguan mental narsistik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved