Bergosip adalah salah satu bentuk komunikasi manusia
Bergosip merupakan bentuk komunikasi antar manusia

Tidak aneh melihat banyak orang yang suka gosip atau bahkan mungkin bergosip dengan satu sama lainnya. Manusia tetap suka gosip meskipun tahu bahwa bergosip bukanlah perilaku yang patut dipuji dan mungkin malah merugikan orang lain.

Anda mungkin adalah salah satu dari beberapa orang yang penasaran mengapa orang-orang sangat suka gosip dan bergosip dengan satu sama lainnya. Sebenarnya, bergosip merupakan salah satu cara manusia untuk memberikan evaluasi negatif kepada orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut.

Apa yang membuat manusia suka bergosip?

Kebenaran dari mengapa manusia suka bergosip sebenarnya cukup mencengangkan, faktanya, manusia secara biologis memang suka gosip dan bergosip dengan satu sama lainnya.

Hal ini karena pada zaman dahulu, manusia perlu untuk bekerja sama dengan satu sama lainnya dan beradaptasi secara sosial untuk bisa bertahan hidup dari ancaman cuaca yang tidak menentu ataupun dari musuh-musuhnya.

Orang-orang yang lebih mampu untuk memprediksi dan mempengaruhi orang-orang akan lebih bisa bertahan hidup daripada yang tidak. Inilah hal yang diturunkan oleh nenek moyang manusia kepada manusia sekarang.

Pada zaman sekarang bergosip dan memberitahukan rahasia satu sama lain adalah suatu indikasi bahwa Anda mempercayai orang tersebut. Bergosip digunakan sebagai cara untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain.

Bahkan, orang yang tidak ikut bergosip atau suka gosip biasanya tidak dimasukkan ke dalam percakapan dan secara tidak langsung terisolasi secara sosial dari orang-orang sekelilingnya.

Selain sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial, bergosip juga bertujuan untuk mendapatkan dan mempelajari informasi mengenai siapa yang bisa dipercaya dan tidak dapat dipercayai.

Dari bergosip, orang yang baru masuk ke dalam lingkungan tersebut bisa mempelajari apa saja norma-norma dalam lingkungan tersebut serta tindakan apa yang dianggap baik dan buruk oleh lingkungan barunya.

Mengapa bergosip harus meliputi hal-hal yang buruk?

Sayangnya, bergosip biasanya meliputi hal-hal yang negatif atau buruk mengenai orang lain. Bergosip hal yang buruk bisa menjadi salah satu cara orang lain mendapatkan informasi dan merasa bahwa mereka berada dalam satu kelompok yang bisa dipercayai.

Oleh karenanya, suka gosip atau bergosip mengenai hal-hal yang buruk bersama dengan kelompok pertemanan Anda bisa jadi suatu cara untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan dengan satu sama lainnya.

Tidak selamanya bergosip adalah hal yang buruk

Suka gosip dan bergosip selalu dianggap sebagai hal yang buruk, tetapi tidak selamanya bergosip hanya membicarakan hal-hal yang buruk. Terkadang Anda bisa saja hanya bergosip hal-hal yang netral yang hanya berupa pemberian informasi mengenai orang lain kepada teman-teman yang dipercayai.

Bergosip hal-hal yang netral dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan moral dalam kelompok. Bergosip menunjukkan norma apa yang berlaku dalam kelompok dan membuat setiap anggota kelompoknya berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Faktanya, orang-orang lebih banyak bergosip mengenai hal-hal yang bersifat netral atau tidak memberikan komentar negatif mengenai orang yang dibicarakan.

Umumnya, orang-orang lebih suka gosip atau bergosip mengenai teman-temannya dan merasa bahwa bergosip merupakan sarana untuk mengumpulkan informasi daripada membicarakan pencapaian atau penampilan seseorang.

Bagaimana menghindari bergosip mengenai hal yang buruk?

Bergosip mengenai hal negatif orang lain yang belum tentu benar pastinya akan membuat Anda mengalami perasaan bersalah. Namun, terkadang Anda mungkin bingung mengenai cara menghadapi teman-teman yang ingin bergosip mengenai keburukan orang lain.

Anda tidak perlu pusing, karena Anda bisa menghentikan teman Anda yang suka gosip dengan menanyakan alasannya memberitahukan gosip tersebut kepada Anda. Setelahnya, Anda bisa menjawab bahwa Anda tidak tertarik dengan gosip yang disampaikan.

Metode lain adalah dengan mengubah topik pembicaraan, seperti menanyakan apa yang akan dimakan saat makan siang, dan sebagainya. Bila teman Anda masih ingin bergosip kembali, Anda bisa menunjukkan ketidaktertarikan Anda melalui bahasa atau gestur tubuh.

Cobalah untuk menunjukkan gestur tubuh berupa menyilangkan lengan dan memasang wajah tegas sambil menyatakan bahwa Anda tidak tertarik dengan gosip yang dibicarakan. Semoga tips di atas bisa membantu Anda menghindari teman-teman yang suka bergosip keburukan orang lain.

Psychology Research and Reference. https://psychology.iresearchnet.com/social-psychology/interpersonal-relationships/gossip/
Diakses pada 29 November 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/social-instincts/201905/the-truth-about-gossip
Diakses pada 29 November 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/out-the-ooze/201601/gossip-is-social-skill-not-character-flaw
Diakses pada 29 November 2019

Reader’s Digest. https://www.rd.com/advice/relationships/stop-gossiping/
Diakses pada 29 November 2019

Artikel Terkait

  • Begini Cara Meningkatkan Stamina dengan Sehat dan Aman

    Sabu bukanlah jawaban untuk meningkatkan stamina. Ada beberapa cara untuk meningkatkan stamina tubuh dengan sehat dan menyenangkan, seperti berolahraga, meditasi dan yoga, mendengarkan musik, konsumsi makanan dan minuman penambah tenaga. Alpukat, ikan, teh, dan kopi, telur, kacang-kacangan hingga oatmeal merupakan makanan penambah tenaga yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pasar modern.
    23 Jul 2019 | Arif Putra

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed