Mengapa Kuku Dapat Mencerminkan Kepadatan Tulang? Ini Penjelasannya

(0)
28 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada berbagai alasan mengapa kuku dapat mencerminkan kepadatan tulangKuku dapat mencerminkan kepadatan tulang Anda
Untuk mengetahui kepadatan tulang, dokter biasanya akan menggunakan sinar X. Namun, tahukah Anda bahwa kuku juga bisa menjadi indikator kondisi tulang? Dan, mengapa kuku dapat mencerminkan kepadatan tulang?Kepadatan tulang mencerminkan kesehatan tulang Anda secara keseluruhan, salah satunya sebagai indikator apakah Anda menderita osteoporosis atau memiliki faktor risiko untuk mengidap masalah pengeroposan tulang tersebut. Kepadatan tulang juga dapat menjadi indikator pengobatan osteoporosis yang Anda jalani berhasil atau tidak.Normalnya, kepadatan tulang diukur menggunakan alat densitiometri tulang atau dikenal dengan DEXA DXA. Alat ini bersifat noninvasif karena menggunakan radiasi ion untuk memberi gambaran mengenai kondisi tulang Anda.Hanya saja, ada alternatif pemeriksaan yang lebih sederhana yang dapat digunakan untuk mengetahui kepadatan tulang Anda. Alternatif pemeriksaan yang dimaksud adalah dengan melihat kondisi kuku Anda.

Mengapa kuku dapat mencerminkan kepadatan tulang?

Kuku jari tangan maupun kaki dapat dijadikan sebagai patokan terhadap apa yang terjadi pada tulang mengingat kuku ibarat perpanjangan tulang ruas pada masing-masing jari. Karena itulah, metabolisme yang dialami oleh tulang juga memengaruhi kandungan mineral pada kuku.Secara garis besar, terdapat alasan mengapa kuku dapat mencerminkan kepadatan tulang, misalnya:
  • Dilihat dari kandungan proteinnya

Lempeng kuku manusia juga memiliki tiga lapis protein, yakni alfa keratin, mikrofibril keratin, dan protein terkait keratin. Keratin sendiri memang merupakan protein utama dalam kuku.Di sisi lain, protein utama dalam tulang adalah kolagen. Meskipun terlihan berbeda, baik keratin dan kolagen dapat dideteksi menggunakan teknik yang sama, seperti spektroskopi Raman.Dengan kata lain, perubahan yang terjadi pada kuku juga dapat dikaitkan sebagai kelainan pada kolagen tulang. Kandungan mineral dan protein kuku pun dapat menjadi alternatif atau metode pelengkap untuk mendeteksi gangguan metabolisme pada tulang.
  • Dilihat dari kandungan kalsium dan magnesium

Alasan lain mengapa kuku dapat mencerminkan kepadatan tulang adalah karena adanya kandungan kalsium maupun magnesium pada kedua bagian tubuh ini. Kalsium adalah komposisi utama bagi dokter dalam mengecek kepadatan tulang, sedangkan magnesium memainkan peran penting dalam mengontrol metabolisme tulang.Di saat yang sama, komposisi kuku juga dipengaruhi oleh perubahan kandungan kalsium maupun magnesium pada tulang ruas jari tempatnya menempel. Tidak heran jika lempeng kuku juga mengandung kalsium dan magnesium yang kandungannya bisa diukur dengan teknik yang cepat dan aman bernama instrumental neutron activation analysis (INAA).Pemeriksaan kuku untuk mengetahui kepadatan tulang juga kerap menjadi pilihan bagi pasien osteoporosis karena biayanya yang lebih murah daripada tes DEXA. Selain itu, pasien juga tidak wajib hadir di hari pemeriksaan karena cukup menyerahkan potongan kuku untuk diuji sampelnya.Karena kuku sangat cepat untuk tumbuh kembali, tes kuku cocok digunakan untuk memantau kemajuan perngobatan osteoporosis yang Anda lakukan. Soal hasil, tes kuku juga diklaim memiliki keakuratan yang mirip dengan tes DEXA. Konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin melakukan tes ini.

Waspada jika kuku Anda mudah patah

Jika Anda kerap mengeluhkan kuku yang mudah patah atau terlihat rapuh, bisa jadi itu adalah gejala kepadatan tulang mulai menurun. Meski demikian, kuku yang mudah patah juga mungkin diakibatkan oleh kegiatan yang rentan merusak kuku, seperti berkebun, berenang, dan lain-lain.Osteoporosis memang biasanya tidak menimbulkan gejala, apalagi bila masih dalam tahap yang belum terlalu mengkhawatirkan. Satu-satunya cara Anda mengetahui ada atau tidaknya risiko penyakit ini hanyalah dengan melakukan tes tulang di dokter atau rumah sakit yang terpercaya.
masalah tulangkuku
Medline Plus. https://medlineplus.gov/bonedensity.html
Diakses pada 13 Juli 2020
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=dexa
Diakses pada 13 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6023356/
Diakses pada 13 Juli 2020
Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/538283
Diakses pada 13 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoporosis-symptoms
Diakses pada 13 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait