Junk food berbahaya bagi kesehatan
Konsumsi junk food berlebihan membahayakan kesehatan

Apa itu junk food?

Keripik kentang, burger, kentang goreng keju, permen manis adalah sebagian contoh dari makanan junk food yang digemari oleh sebagian besar masyarakat. Alasannya? Karena rasanya enak, mudah didapat, dan praktis dikonsumsi. Begitu praktisnya sehingga Anda dapat mengonsumsi makanan ini sambil berjalan.

Di balik rasanya yang enak dan praktis dikonsumsi, mengapa makanan tersebut dikategorikan sebagai junk food atau makanan sampah. Junk food sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makanan dengan kadar nutrisi rendah namun memiliki kandungan kalori, gula, atau garam yang tinggi sehingga tidak menyehatkan bagi tubuh.

Meski sebagian besar termasuk dalam kategori junk food, tidak semua fast food termasuk dalam kategori tadi. Contohnya, adalah salad.

 Mengapa junk food sangat berbahaya?

Junk food biasanya banyak mengandung garam, gula, karbohidrat, dan lemak yang tinggi. Dalam takaran normal zat tadi memang bermanfaat untuk tubuh. Tetapi kandungannya yang berlebihan dalam junk food bisa memicu berbagai penyakit berbahaya bagi kesehatan, seperti:

  • Diabetes

Junk food dengan rasa yang manis dan memiliki kandungan gula yang tinggi bisa mengakibatkan tubuh jadi tidak sensitif (resistensi) terhadap insulin sehingga menyebabkan diabetes tipe 2.

Tidak hanya resistensi insulin, junk food berpotensi menurunkan kadar kolesterol baik HDL, serta meningkatkan tekanan darah dan lemak tubuh yang merupakan faktor-faktor penyebab diabetes tipe 2.

Hal ini karena junk food mengandung lemak trans yang tidak baik untuk tubuh dan memiliki jenis karbohidrat yang sudah diproses.

  • Obesitas

Kandungan lemak pada junk food berpotensi menaikkan lemak tubuh yang dapat membuat peningkatan berat badan yang berujung pada obesitas. Di samping itu, kandungan nutrisi yang rendah pada junk food dapat membuat Anda merasa lapar lebih cepat. Mengonsumsi makanan sampah seperti ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena obesitas. Apa lagi jika gaya hidup Anda kurang aktif.

  • Memperlambat metabolisme

Konsumsi junk food yang tinggi gula dapat membuat metabolisme Anda melambat. Konsumsi gula yang berlebih dalam junk food membuat gula kadar gula menjadi tinggi di dalam pembuluh darah. Gula ini akan diubah oleh insulin untuk dipakai oleh berbagai macam sel-sel tubuh. Kelebihan gula akhirnya diproses dan disimpan menjadi lemak. Semakin banyak lemak yang tidak digunakan dapat memicu penumpukan lemak terutama di bagian perut.

  • Penyakit jantung

Peningkatan risiko terkena penyakit jantung dapat disebabkan oleh konsumsi junk food secara berlebih. Secara tidak langsung junk food menambah lemak dalam tubuh, menurunkan kolesterol baik HDL, serta meningkatkan tekanan darah dan kolesterol jahat LDL yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Apakah junk food tidak boleh dikonsumsi sama sekali?

Sesekali menikmati junk food itu tidak salah. Namun, Anda perlu memperhatikan porsi dari junk food yang ingin dikonsumsi agar Anda tidak terkena efek negatifnya.

Sebaiknya konsumsi makanan utuh, seperti nasi, sayur-mayur, daging, dan sebagainya sebanyak 80-90 persen dari makanan harian Anda. Sisa 10-20 persen tersebut dapat dialokasikan untuk konsumsi junk food.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan asupan kalori harian Anda, bila asupan kalori harian sudah lebih, maka urungkan niat Anda untuk menyantap junk food.

Bagaimana mengatasi ngidam junk food saat diet?

Jika Anda terbiasa makan junk food dan saat ini sedang melakukan diet, tantangan terbesar yang Anda hadapi adalah ngidam junk food. Diet sering batal karena Anda tak tahan dengan keinginan untuk memakan junk food favorit Anda.

Tak perlu hilang harapan. Gunakan tips berikut ini agar Anda bisa melawan hasrat jajan selama diet:

  • Alihkan perhatian. Cobalah untuk tidak memikirkan rasa lapar dan lakukan hal lain, seperti mandi, dan sebagainya.
  • Terapkan pola hidup yang sehat, konsumsi makanan yang padat dapat mencegah rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi junk food. Istirahat yang cukup dapat mengurangi sinyal lapar di perut.
  • Kurangi stres. Stres dapat menjadi pemicu Anda mengonsumsi junk food secara berlebih
  • Minum air. Air dapat menjadi alternatif untuk menahan rasa lapar. Jika Anda lapar, segeralah minum banyak air.
  • Hindari berbelanja saat lapar. Ketika lapar, Anda lebih berpotensi untuk kalap dan membeli berbagai macam junk food.
  • Tingkatkan konsumsi protein. Protein membantu mengurangi rasa lapar dan membuat Anda tetap kenyang lebih lama.

Apabila Anda sering mengonsumsi junk food dan memiliki keluhan medis, konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Jangan sungkan mengunjungi psikolog atau konselor bila Anda memiliki kesulitan dalam menghentikan kebiasaan mengonsumsi junk food.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/junk-food-and-metabolism#section2
Diakses pada 5 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/avoiding-junk-food
Diakses pada 5 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-ways-to-stop-food-cravings#section2
Diakses pada 5 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317122.php
Diakses pada 5 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed