Mengapa Gejala Kolesterol Tinggi pada Wanita Harus Diwaspadai?

(0)
07 Sep 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidak ada gejala kolesterol tinggi pada wanita yang spesifikMengonsumsi makanan yang tidak sehat dapat meningkatkan kolesterol
Kolesterol merupakan zat berupa lemak yang ditemukan di dalam sel tubuh. Kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, dan asam empedu dalam mencerna makanan. Selain diproduksi tubuh, kolesterol juga bisa didapatkan dari sumber makanan hewani, seperti kuning telur, daging dan keju.Kolesterol dalam darah terdiri dari HDL dan LDL. HDL adalah singkatan dari high-density lipoprotein, yakni jenis kolesterol yang digolongkan sebagai kolesterol baik. HDL membawa kolesterol dari bagian lain tubuh kembali ke hati. Hati kemudian membuang kolesterol dari tubuh Anda.Sementara LDL adalah singkatan dari low-density lipoprotein, yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat. Alasan mengapa jenis kolesterol ini disebut sebagai kolesterol jahat adalah kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.Kandungan kolesterol terlalu tinggi dapat membentuk plak ketika bergabung dengan zat lain dalam pembuluh darah. Kondisi ini mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Dilansir dari Healthywomen, kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dialami wanita. Meski demikian, banyak wanita yang berisiko memiliki kolesterol tinggi tapi tidak menyadarinya.Berikut ini adalah ukuran kolesterol total yang tergolong normal, ambang batas tinggi, atau tinggi:
  • Normal: kurang dari 200 mg/dL
  • Ambang batas tinggi: 200 hingga 239 mg/dL
  • Tinggi: 240 mg/dL atau lebih.  

Alasan mengapa wanita harus memerhatikan kadar kolesterolnya

Secara umum, wanita memiliki kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik yang lebih tinggi dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan hormon estrogen yang tampaknya berperan dalam meningkatkan HDL.Akan tetapi, kondisi ini berubah pada saat menopause. Banyak wanita mengalami perubahan drastis, di mana kadar kolesterol total dan LDL mengalami kenaikan, sementara kolesterol HDL malah mengalami penurunan. Setelah menopause, kadar kolesterol mengalami fluktuasi. Kolesterol juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia wanita.Selain itu, trigliserida (lemak dalam darah) juga lebih berisiko pada wanita dibandingkan dengan pria. Hal tersebut membuat wanita memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke. Tidak hanya itu, faktor genetik dan gaya hidup juga turut memengaruhi.

Gejala kolesterol tinggi pada wanita

Sering kali, tidak ada gejala kolesterol tinggi pada wanita yang spesifik sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Gejala hanya akan muncul setelah kolesterol tinggi menyebabkan gangguan pembuluh darah, seperti:
  • Nyeri dada (angina)
  • Kelemahan atau kebas pada tangan dan kaki
  • Gangguan penglihatan pada salah satu mata
  • Sakit saat berjalan.
Banyak wanita tidak menyadari telah memiliki kolesterol tinggi hingga mengalami salah satu kejadian yang mengancam jiwa, misalnya stroke atau serangan jantung. Sebagian lagi mengetahuinya melalui pemeriksaan kolesterol darah rutin. Oleh karena itu, periksalah kolesterol darah secara berkala untuk mengantisipasi berbagai masalah kesehatan.

Cara mengatasi kolesterol tinggi

Apabila kadar kolesterol Anda terbukti tinggi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

1. Pemberian obat

Pemberian obat penurun kolesterol seperti statin didasarkan pada keseluruhan risiko serangan jantung dan stroke. Termasuk faktor nonkolesterol, seperti usia, genetik, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan peningkatan gula darah.Jika Anda memiliki kondisi-kondisi tertentu, seperti:
  • Terdapat penyakit pembuluh darah
  • Terbukti mengalami aterosklerosis
  • Berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
Maka dokter akan meresepkan obat jenis statin untuk pencegahan walaupun nilai LDL Anda normal. Karena obat ini pada dasarnya untuk mengobati plak di arteri.

2. Diet dan gaya hidup

Berikut adalah beberapa contoh gaya hidup sehat untuk meningkatkan kadar kolesterol sehat dan menurunkan kadar kolesterol jahat:
  • Menjaga berat badan yang ideal
  • Tidak merokok
  • Berolahraga selama 30 menit setidaknya lima hari atau lebih per minggu. Tubuh yang kurang aktif dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol baik HDL.
  • Konsumsi makanan yang dapat menurunkan LDL, seperti buah-buahan, sayur-mayur, protein tanpa lemak, dan serat larut tinggi, seperti kacang-kacangan dan gandum.
  • Hindari minuman dengan pemanis, pilihlah air dan teh tanpa pemanis.
  • Konsumsi lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda dalam jumlah yang memadai, seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon.
Agar kolesterol tetap terkendali, lakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin dan perhatikan apa saja yang Anda konsumsi. Lengkapi kewaspadaan Anda dengan gaya hidup sehat sehingga Anda dapat mengelola kolesterol dan lemak darah sekaligus menjaga kesehatan jantung.
kolesterol
Medline Plus
https://medlineplus.gov/cholesterol.html
Diakses 26 Juli 2020
Healthy Women
https://www.healthywomen.org/condition/cholesterol/overview
Diakses 26 Juli 2020
Hopkins Medicine
https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/why-cholesterol-matters-for-women
Diakses 26 Juli 2020
Family Doctor
https://familydoctor.org/condition/cholesterol/
Diakses 26 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait