Mengapa Efek Radiasi Nuklir Berbahaya Bagi Tubuh?

Efek radiasi nuklir sangat berbahaya untuk tubuh karena dapat menghancurkan ke tingkat DNA
Efek radiasi nuklir dapat merusak tubuh hingga ke tingkat DNA

Di salah satu perumahan di daerah Tangerang Selatan ditemukan paparan radiasi nuklir Cesium 137 atau Cs 137. Berita ini cukup menggempar karena efek radiasi nuklir sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Efek radiasi nuklir tidak hanya dapat merusak DNA, tetapi juga dapat menyebabkan kanker. Namun, seperti apa efek-efek radiasi nuklir terhadap manusia? Ketahui dampaknya melalui artikel ini.

Apa efek radiasi nuklir terhadap kesehatan manusia?

Terpapar radiasi nuklir biasanya terjadi saat ada kebocoran di reaktor nuklir ataupun karena menjalani pengobatan berupa terapi radiasi. Efek radiasi nuklir dapat berdampak pada atom-atom dalam sel tubuh dan merusak DNA.

Jika kerusakan pada DNA atau sel tubuh tidak segera ditangani, maka sel-sel tersebut bisa mati atau malah menimbulkan kanker. Radiasi nuklir juga dapat menyebabkan mutasi DNA yang dapat memicu kanker.

Misalnya, jika radiasi nuklir diserap oleh kelenjar tiroid, maka tubuh dapat mengalami kanker tiroid. Selain meningkatkan risiko Anda terkena kanker, terpapar radiasi nuklir juga meningkatkan peluang Anda terkena penyakit kardiovaskular.

Paparan radiasi nuklir juga bisa terjadi saat Anda berada di suatu tempat dengan kadar radiasi yang tinggi, seperti bekas tempat terjadinya ledakan atau kecelakaan reaktor nuklir.

Tergantung dari jenis radioaktifnya, radiasi nuklir bisa tetap berlangsung di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, radioaktif iodin dapat menetap di suatu wilayah dalam kurun waktu dua bulan, sedangkan radioaktif cesium dapat bertahan selama satu abad atau 100 tahun.

Efek radiasi nuklir dalam dosis yang besar dapat mengakibatkan terbakarnya kulit dan menyebabkan radiation sickness.

Mengenal radiation sickness

Radiation sickness adalah salah satu efek radiasi nuklir yang terjadi saat tubuh terpapar radiasi dalam jumlah yang banyak atau berbahaya bagi tubuh.

Anda dapat mengalami radiation sickness saat terpapar radioaktif lebih dari 70 rads, radioaktif masuk ke dalam tubuh, dan terpapar dalam durasi beberapa menit. Radiation sickness berakibat fatal dan dalam menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Pendarahan dan terkelupasnya lapisan dinding dalam saluran pencernaan
  • Mual, diare, dan mutah
  • Merasa tidak enak badan atau lemas
  • Sakit kepala
  • Detak jantung bertambah cepat
  • Berkurangnya sel darah putih
  • Kerusakan pada sel saraf
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Kerontokan rambut yang bersifat sementara

Gejala yang ditimbulkan akibat efek radiasi nuklir ini tergantung dari jenis radioaktif yang terpapar, seberapa banyak dan seringnya terpapar radiasi nuklir, dan berapa lama durasi penderita terpapar radiasi nuklir.

Tahapan radiation sickness

Biasanya saat seseorang terpapar radiasi nuklir, penderitanya tidak langsung mengalami gejala dan bahkan gejala yang muncul akibat efek radiasi nuklir ini bisa baru muncul beberapa hari atau bulan setelah terpapar radiasi nuklir.

Umumnya penderita radiation sickness akan melalui empat tahapan, yaitu:

  • Tahapan prodromal, sekumpulan gejala yang dialami sebelum suatu gangguan terjadi. Penderita akan mengalami gejala berupa diare, muntah, dan mual yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari
  • Tahapan latent, gejala yang dialami perlahan mulai menghilang dan penderita tampaknya sudah sembuh
  • Tahapan overt, penderita menderita efek radiasi nuklir tergantung dari jenis radioaktifnya. Penderita bisa mengalami gangguan pada sistem saraf pusat, pencernaan, kardiovaskular, dan sel darah
  • Tahapan sembuh atau kematian, penderita radiation sickness dapat sembuh secara perlahan atau mengalami kematian setelah menderita berbagai gangguan fisik akibat efek radiasi nuklir

Apa yang harus dilakukan saat Anda mengalami radiation sickness?

Kerusakan tubuh akibat efek radiasi nuklir tidak dapat disembuhkan. Saat sel tubuh rusak, sel tersebut tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri.

Oleh karenanya, jika Anda terpapar radiasi nuklir, Anda perlu segera ke rumah sakit untuk menjalani penanganan yang dapat memperlambat atau memperkecil efek radiasi nuklir.

Penanganan yang diberikan lebih kepada meringankan dan mengatasi gejala dari radiation sickness. Beberapa penanganan yang diberikan bisa berupa:

  • Pemberian iodin potasium untuk mencegah penyerapan radioaktif iodin oleh tiroid
  • Membersihkan badan dengan sabun dan air
  • Melepas pakaian yang terpapar radiasi nuklir
  • Konsumsi filgrastim atau neupogen untuk meningkatkan produksi sel darah putih bila radiasi nuklir berdampak pada sumsum tulang
  • Pemberian kapsul berisi prussian blue yang dapat mencegah cesium dan talium diserap oleh usus dan keluar melalui proses pencernaan

Catatan dari SehatQ

Efek radiasi nuklir sangatlah berbahaya bagi manusia, selain merusak sel tubuh atau DNA, terpapar radiasi nuklir dapat meningkatkan risiko menderita kanker dan mengalami gangguan pada organ dalam, seperti pencernaan, kardiovaskular, dan sistem saraf.

Bila Anda atau orang di sekitar terpapar radiasi nuklir, segera ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2020/02/25/21490501/ini-hasil-penggeledahan-rumah-warga-di-batan-indah-terkait-radiasi-nuklir?page=all

Diakses pada 3 Maret 2020

Live Science. https://www.livescience.com/13250-radiation-health-effects-japan-nuclear-reactor-cancer.html

Diakses pada 3 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219615#protection
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait