Bayi sungsang berbahaya pada ibu dan anak
Bayi sungsang meningkatkan risiko cacat pada bayi saat dilahirkan

Pada minggu-minggu terakhir sebelum kelahiran, normalnya kepala bayi akan berputar ke bawah dan mendekati saluran rahim. Pada posisi ini bayi akan lahir dengan kepala terlebih dahulu. Namun, pada kasus tertentu, kepala bayi tidak bergerak mendekati saluran rahim sehingga posisi pantat dan kaki berada paling dekat dengan saluran rahim. Kondisi ini dikenal sebagai bayi sungsang.

Posisi bayi sungsang ini berbahaya bagi ibu dan bayi karena anatomi rahim wanita tercipta untuk melahirkan kepala terlebih dahulu sehingga keadaan ini akan akan mempersulit proses melahirkan dan juga memiliki risiko bayi lahir cacat.

Jenis-jenis bayi sungsang

Sebelum mengetahui penyebabnya, ada baiknya mengenali posisi bagaimana yang dikategorikan sungsang. Dalam dunia medis dikenal beberapa jenis posisi bayi sungsang, yaitu:

  • Frank breech, posisi bayi sungsang jenis ini terlihat dari bokong bayi yang mengarah ke saluran rahim dengan paha yang lurus ke depan badan dan kaki yang dekat dengan kepala
  • Footling breech, pada posisi ini, satu atau kedua kaki bayi mengarah ke bawah dan akan muncul terlebih dahulu saat proses melahirkan.
  • Complete breech, posisi bayi sungsang terjadi saat pantat mengarah ke bawah dengan paha yang tertekuk sampai ke lutut dan kaki dekat dengan bokong

Bahaya bahaya bayi lahir sungsang

  • Tersangkut di rahim

Risiko terbesar dari bayi lahir sungsang adalah tersangkutnya Si Kecil di saluran rahim dan mengalami putusnya suplai oksigen dari tali pusar yang dapat menyebabkan kematian

  • Lahir cacat

Jika bayi sungsang dipaksakan lahir secara normal maka ada kemungkinan terjadinya cedera yang menyebabkan cacat permanen pada bayi.

Penyebab bayi sungsang

Penyebab bayi sungsang sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan calon ibu mengalami bayi sungsang, yaitu:

  • Janin memiliki cairan ketuban yang sedikit atau berlebih.
  • Mengalami placenta previa.
  • Memiliki kehamilan lebih dari satu bayi, misalnya, bayi kembar.
  • Memiliki jangka waktu yang pendek antar kelahiran pertama dan berikutnya.
  • Pernah melahirkan secara prematur.
  • Memiliki bentuk rahim yang berbeda.
  • Terdapat pertumbuhan abnormal pada rahim, misalnya fibroid.

Apakah posisi bayi sungsang bisa diubah?

Biasanya, calon ibu yang memiliki bayi sungsang akan memilih untuk menjalani operasi sesar, tetapi tidak berarti Anda tidak dapat mengubah posisi bayi sungsang ke posisi yang benar. Terdapat dua metode untuk mengubah posisi bayi, yaitu secara medis dan alami.

  • Metode medis

Metode medis yang dilakukan dapat mendorong bayi dan mengurangi tekanan pada pinggul.

Metode mendorong bayi dilakukan secara perlahan dengan mendorong perut bagian bawah agar kepala bayi bisa mengarah ke bawah. Selama proses pendorongan, detak jantung bayi akan dipantau. Bila terjadi masalah, proses pendorongan akan dihentikan.

Sementara pada metode mengurangi tekanan pada pinggul digunakan untuk membuat rahim dan ligamen di sekitarnya lebih rileks dan memudahkan bayi sungsang untuk berganti ke posisi yang benar.

  • Metode natural

Metode natural terdiri dari mengoleskan minyak esensial, penggunaan musik, inversi, dan the breech tilt.

Calon ibu bisa mengoleskan minyak esensial pada perutnya untuk menstimulasi pergerakan bayi. Sedangkan penggunaan musik dilakukan dengan menempelkan headphone pada perut bagian bawah agar bayi bergerak ke arah suara.

Metode inversi dilakukan untuk membuat bayi berbalik, misalnya dengan menaruh bantal di pinggul, berdiri dengan tangan di kolam renang, dan sebagainya.

The breech tilt sebenarnya merupakan salah satu metode inversi. Calon ibu bisa menaikkan pinggul dari lantai selebar 30 centimeter selama 10-15 menit dan sebanyak tiga kali sehari.

The breech tilt dilakukan saat perut masih kosong dan bayi sedang aktif-aktifnya. Calon ibu dapat berkonsentrasi pada bayi tanpa mengencangkan otot tubuh.

Catatan dari SehatQ

Umumnya, bayi sungsang dapat dideteksi saat janin masa kehamilan 35 atau 36 minggu. Bayi yang normal akan mulai mengganti posisinya saat minggu ke-35. Di atas 35 minggu, bayi akan mengalami kesulitan untuk mengubah posisinya karena sudah berukuran lebih besar.

Anda dapat mengetahui kondisi posisi bayi dengan meminta dokter meletakkan tangan pada perut untuk memeriksa posisi bayi, melakukan pemeriksaan USG secara rutin dengan dokter kandungan Anda.

 

Selalu konsultasikan dengan dokter jika bayi Anda terdeteksi berada pada posisi sungsang. Apabila Anda memiliki keluhan dengan janin, segera kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/breech-presentation/
Diakses pada 31 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/breech-baby
Diakses pada 31 Desember 2019

Artikel Terkait