Sering demam bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu
Waspadai adanya gangguan kesehatan jika Anda sering mengalami demam

Demam saat sedang sakit wajar terjadi, tetapi bagaimana jika demam terus-menerus dirasakan meskipun masih dalam tahap ringan? Sering demam merupakan indikasi adanya kondisi medis tertentu yang sedang diidap.

Umumnya, demam yang sering terjadi dapat berlangsung hingga dua minggu dan tidak naik hingga suhu yang tinggi, yakni sekitar 37 sampai 38 derajat celcius. Meskipun demikian, sering demam juga tidak selalu dikarenakan kondisi medis yang serius.

Penyebab sering demam

Sering demam dapat disebabkan oleh berbagai hal dan biasanya akan menimbulkan gejala lain, seperti menggigil, rasa tidak enak badan, sakit kepala, berkeringat, dehidrasi, kulit terasa hangat, berkeringat, dan nyeri otot. Berikut adalah beberapa penyebab Anda bisa sering demam.

  • Infeksi saluran kandung kemih

Infeksi saluran kandung kemih dapat menjadi salah satu pemicu sering demam akibat infeksi bakteri di saluran kandung kemih, kandung kemih, dan ginjal. Infeksi saluran kandung kemih dapat diatasi dengan antibiotik dari dokter.

Indikasi lain dari infeksi ini adalah air seni yang berwarna gelap, sakit perut, sering buang air kecil, selalu ingin buang air kecil, dan adanya sensasi panas atau terbakar saat buang air kecil.

  • Tuberkulosis

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menjadi tidak aktif atau dorman dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun. Bila daya tahan tubuh melemah, tuberkulosis bisa muncul sewaktu-waktu.

Selain sering demam, Anda akan mengalami kelelahan, berkeringat di malam hari, batuk berdarah, dan terasa sakit saat batuk. Tergantung jenisnya, penderita tuberkulosis perlu mengonsumsi obat selama enam bulan sampai dua tahun.

  • Infeksi pernapasan

Gangguan pernapasan, seperti flu, bronkitis, dan pilek dapat memicu sering demam. Saat terjangkit infeksi pernapasan, Anda juga dapat mengalami batuk, bersin, menggigil, kelelahan, hidung yang berair, kurangnya nafsu makan, dan sakit tenggorokan.

  • Masalah pada tiroid

Kelenjar tiroid yang meradang atau tiroiditis dapat menyebabkan sering demam. Gangguan ini dapat diakibatkan oleh infeksi, radiasi, obat-obatan tertentu, kondisi autoimun, atau cedera.

Selain sering demam, Anda bisa mengalami kelelahan, nyeri otot, sakit di leher yang dapat menyebar ke telinga, dan rasa lunak dekat kelenjar tiroid.

  • Penyakit autoimun

Terkadang, penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang memicu sering demam.

Bila sering demam disebabkan oleh penyakit autoimun, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi NSAIDs atau acetaminophen, serta meminum banyak cairan dan menanggalkan pakaian berlebih sampai demam turun.

  • Stres

Sekilas stres terlihat tidak mungkin menyebabkan demam, tetapi faktanya, stres bisa menimbulkan sering demam. Istilah ini dikenal dengan nama demam psikogenik. Biasanya, demam psikogenik muncul pada wanita muda yang mengalami stres berlebih.

Bila sering demam diakibatkan oleh stres, maka obat antidemam tidak akan mempan untuk menghilangkan demam yang dialami. Kondisi ini umumnya diatasi dengan pemberian obat anticemas.

  • Obat-obatan tertentu

Terkadang sering demam bisa jadi karena obat-obatan tertentu, seperti quinidine, methyldopa, antibiotik beta-lactam, carbamazepine, procainamide, dan phenytoin.

Sering demam yang disebabkan oleh obat akan berlangsung tujuh sampai 10 hari setelah konsumsi. Demam akan berhenti bila Anda berhenti mengonsumsinya.

  • Kanker

Meskipun jarang terjadi, sering demam dapat menjadi salah satu sinyal bahwa Anda menderita kanker. Sering demam bisa diakibatkan oleh kanker leukemia, penyakit Hodgkin, atau limfoma non-Hodgkin.

Gejala kanker berbeda-beda pada tiap orangnya, Anda bisa saja mengalami penurunan berat badan, rasa lelah, infeksi, nafsu makan berkurang, mudah memar atau pendarahan, kelenjar limpa membengkak, berkeringat berlebih di malam hari, dan sakit kepala.

Catatan dari SehatQ

Sering demam dengan penyebab yang tidak jelas? Anda perlu memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan biarkan kondisi medis yang dialami makin parah, karena penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Healthline. https://www.healthline.com/health/persistent-low-grade-fever#causes
Diakses pada 19 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326175.php
Diakses pada 19 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed