Mengapa Anak Mirip dengan Orangtua? Pewarisan Sifat Alasannya


Hal-hal yang diwariskan dari orangtua bisa berupa penampilan fisik seperti warna bola mata, golongan darah, bahkan penyakit. Demikian pula halnya dengan sifat atau karakter seseorang. Ada keturunan yang mendapatkan pewarisan lebih dominan dari sisi ayah maupun ibunya.

(0)
25 Dec 2020|Azelia Trifiana
Kemiripan antara orangtua dan anak adalah bentukk pewarisan sifatKemiripan antara orangtua dan anak disebabkan oleh pewarisan sifat
Tentu ada alasan mengapa wajah hingga karakter seorang anak bisa mirip dengan orangtuanya. Pewarisan sifat meliputi penampilan fisik hingga perilaku terjadi secara biologis dari orangtua ke keturunan mereka.Hal-hal yang diwariskan dari orangtua bisa berupa penampilan fisik seperti warna bola mata, golongan darah, bahkan penyakit. Demikian pula halnya dengan sifat atau karakter seseorang. Ada keturunan yang mendapatkan pewarisan lebih dominan dari sisi ayah maupun ibunya.

Hukum tentang pewarisan sifat

Proses pewarisan sifat dari orangtua ke keturunan mereka terjadi secara acak. Meski demikian, materi genetik dari ayah dan ibu sangat menentukan prosesnya.Itulah mengapa proses yang disebut dengan hereditas ini bisa menghasilkan keturunan lebih mirip sang ibu (induk betina) maupun ayah (induk jantan).Lebih jauh lagi, teori genetika modern datang dari seorang biarawan asal Austria pada abad 19 silam. Bahkan sebelum istilah “gen” ditemukan, Father of Genetics ini telah mengemukakan hukum tentang pewarisan sifat.Mulanya, Mendel meneliti kacang kapri atau Pisum sativum yang memiliki daur hidup singkat. Tak hanya itu, kacang ini dipilih karena sifat antar-pasangan cukup kontras. Proses sejak awal mulai dari penyerbukan, kawin silang, hingga menghasilkan keturunan pun bisa diamati secara saksama.Dari penelitiannya, dirumuskanlah Hukum Mendel. Dalam Hukum Mendel I, ada teori bahwa “Setiap gen yang ada di dalam alel akan bersegregasi atau berpisah secara bebas pada proses pembentukan gamet.”Ada tiga rumusan penting dari Hukum Mendel I, yaitu:
  • Bentuk gen bisa berbeda-beda (dengan alternatif) dan berperan mengatur variasi pada karakter
  • Tiap individu membawa satu pasang gen dari induk betina dan jantan
  • Apabila sepasang gen adalah dua alel berbeda, alel dominan akan terekspresikan. Sementara alel yang represif tidak mengalaminya.
Sementara itu Hukum Mendel II berisi, “Setiap gen dalam gamet akan berasortasi atau bergabung dengan cara bebas saat proses pembentukan zigot.” Istilah lain untuk hukum ini adalah the Mendelian law of independent assortment.Artinya, alel yang memiliki gen sifat berlainan tidak akan memengaruhi satu sama lain. Contohnya dalam kacang kapri, gen yang mengatur warna bunga tidak akan turut berpengaruh terhadap tinggi tanaman.

Apa saja komponen utamanya?

rantai dna
Kromosom
Menarik pula mengetahui apa saja yang merupakan komponen dalam proses pewarisan sifat, seperti:
  • Kromosom

Ini adalah komponen paling utama dari sebuah proses pewarisan sifat. Fungsinya adalah membawakan informasi genetik yang akan diwariskan ke keturunan.Rantai DNA yang panjang merupakan hal yang ada di dalam kromosom. Pada tiap makhluk hidup, terdapat kromosom tubuh dan juga kromosom kelamin. Kromosom tubuh atau autosom inilah yang kemudian menentukan sifat seorang individu.Selain kromosom tubuh, ada pula kromosom kelamin atau genosom. Inilah yang menentukan jenis kelamin perempuan atau laki-laki.
  • Gen

Unit terkecil dalam aspek genetik seseorang adalah gen. Di dalam kromosom, gen terletak di dalam lokus atau lokasi tertentu. Manusia memiliki dua pasang lokus untuk tiap jenis gennya.Gen yang menempati lokus inilah yang disebut dengan alel. Mendel menyebut alel sebagai genotipe, sifat yang tersembunyi atau tak tampak. Sementara itu, genotipe yang tampak disebut dengan fenotipe.Lebih jauh lagi, ada yang disebut dengan ekspresi gen. ini adalah proses DNA menerapkan kode pada protein atau RNA. Ini adalah jenis protein yang berpengaruh terhadap sifat makhluk hidup.Contohnya ketika gen memberikan kode sifat mata dengan warna hitam. Ekspresi gen akan membuat DNA diubah menjadi RNA lalu menjadi protein. Inilah yang berperan dalam proses pembentukan bola mata seseorang menjadi berwarna hitam.

Faktor lain yang berperan

Selain kromosom dan gen, ada hal lain yang juga turut berperan dalam proses pewarisan sifat, yaitu:
  • Kondisi lingkungan

Pewarisan sifat lewat persilangan sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan. Contohnya ketika ada persilangan tanaman yang berasal dari ladang kurang baik kondisinya, maka hasil persilangannya bisa saja tidak maksimal.
  • Nutrisi

Pemberian nutrisi dalam tubuh juga berperan dalam proses pewarisan sifat. Apabila nutrisi utamanya protein terpenuhi, maka prosesnya bisa optimal.Tak hanya pada manusia, proses pewarisan sifat juga berlaku pada makhluk hidup lainnya. Sifat orangtua atau induk akan berperan terhadap materi genetik keturunannya. Ada proses yag melibatkan komponen seperti kromosom dan gen.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bagaimana pewarisan sifat juga bisa menyebabkan keturunan menderita penyakit atau menjadi carrier, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingmenjaga kesehatanhidup sehat
Britannica. https://www.britannica.com/science/heredity-genetics
Diakses pada 11 Desember 2020
Genome Quebec. http://www.genomequebec-education-formations.com/education-concept-heredity-en
Diakses pada 11 Desember 2020
Nature. https://www.nature.com/scitable/topicpage/each-organism-s-traits-are-inherited-from-6524917/
Diakses pada 11 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait