Waspadai Bahaya Hipersomnia

16 Apr 2019 | Oleh Aby Rachman
Hipersomnia adalah gangguan tidur yang menimbulkan rasa kantuk berlebihan di siang hari
Penderita hipersomnia akan merasa mengantuk secara berlebihan di siang hari

Hipersomnia adalah gangguan tidur yang menimbulkan rasa kantuk berlebihan di siang hari. Tidak jarang, penderita hipersomnia akan tidur seharian atau sulit terjaga sepanjang hari.

Orang yang mengidap hipersomnia dapat tertidur kapan saja dan di mana saja. Misalnya, seperti di kantor atau bahkan saat mereka sedang mengemudi. Tentunya, hal ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sangat berbahaya bagi keselamatan.

Penyebab Hipersomnia

Beberapa penyebab hipersomnia adalah sebagai berikut:

  1. Gangguan tidur narkolepsi (kantuk di siang hari) dan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur).
  2. Kurang tidur di malam hari
  3. Kelebihan berat badan
  4. Konsumsi obat-obatan atau alkohol
  5. Cedera kepala atau penyakit neurologis, seperti penyakit Parkinson.
  6. Riwayat genetika (memiliki keluarga yang juga menderita hipersomnia)
  7. Depresi

Cara Mendiagnosis Hipersomnia

Untuk mengidentifikasi gangguan tidur hipersomnia, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter. Dokter akan menanyakan bagaimana kebiasaan tidur Anda? Berapa lama waktu tidur Anda di malam hari? Apakah Anda sering terjaga di malam hari dan siangnya merasa sangat mengantuk?

Dokter juga akan menanyakan tentang masalah emosional atau mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menimbulkan masalah gangguan tidur.

Selain itu, dokter juga mungkin meminta Anda untuk tes darah, CT scan, dan tes tidur yang disebut polisomnografi.

Pengobatan Hipersomnia

Setelah mengetahui gejala-gejalanya, pengobatan hipersomnia dapat dilakukan dengan berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan meresepkan berbagai obat yang tepat, di antaranya seperti stimulan, antidepresan, dan beberapa obat baru (misalnya, Provigil dan Xyrem).

Sedangkan, bagi para penderita gangguan tidur yang didiagnosis sleep apnea, dokter akan meresepkan pengobatan yang dikenal sebagai CPAP atau tekanan saluran udara positif terus-menerus.

Dengan CPAP, penderita akan diminta menggunakan masker di hidung saat tidur. Sementara itu, mesin CPAP akan mengalirkan udara secara terus-menerus melalui selang yang dimasukkan ke lubang hidung dan terhubung dengan masker.

Tekanan dari udara yang mengalir ke lubang hidung dapat membantu menjaga saluran udara tetap terbuka, sehingga mengurangi gangguan saluran pernapasan pada penderita sleep apnea.

Apabila Anda didiagnosis hipersomnia dan sedang mengonsumsi obat, tanyakan ke dokter apakah obat yang diresepkan memiliki efek samping lain seperti mengantuk.

Lebih baik, kurangi konsumsi obat dengan mencoba tidur lebih banyak di malam hari. Selain itu, tetap menjaga gaya hidup sehat dengan menjauhi alkohol dan kafein agar Anda bisa tidur lebih mudah.

Selama ini orang dengan hipersomnia kerap divonis sebagai “pemalas” karena senantiasa tidur sepanjang hari dari waktu ke waktu. Padahal, faktanya hipersomnia adalah gangguan tidur yang harus segera diatasi dan dicari solusi terbaik dengan berkonsultasi dengan dokter.

Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat untuk mengenal gejala dan penyebab hipersomnia.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/hipersomnia
Diakses pada Oktober 2018

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/hypersomnia/article.htm
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait:
Baca Juga
Back to Top