Mengandung Antioksidan, Ini Potensi Manfaat Cantigi Ungu bagi Kesehatan

(0)
04 May 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Buah cantigi ungu memiliki kandungan antioksidan yang berpotensi memberikan manfaatTanaman cantigi punya buah yang mirip blueberry
Cantigi ungu (Vaccinium varingiaefolium) merupakan salah satu jenis pepohonan Indonesia yang dapat ditemui di hutan-hutan pegunungan. Tanaman cantigi juga dikenal dengan nama cantigi gunung atau mentigi gunung. Cantigi ungu merupakan tanaman yang masih satu genus (marga) dengan beberapa tanaman kaya manfaat, seperti blueberry (Vaccinium corymbosum), bilberry (Vaccinium myrtillus), atau blueberry rawa (Vaccinium uliginosum). Tanaman Vaccinium dikenal sebagai jenis tanaman dengan kandungan antioksidan yang tinggi sehingga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Potensi manfaat cantigi ungu bagi kesehatan

Belum banyak penelitian yang membahas mengenai manfaat buah cantigi ungu bagi kesehatan. Akan tetapi, keberadaan tanaman cantigi dianggap memiliki manfaat bagi lingkungan hidup dan kandungan antioksidan pada buahnya dinilai punya potensi manfaat bagi kesehatan.

1. Membersihkan udara

Sebuah penelitian yang diterbitkan di UNESCO menunjukkan bahwa pohon cantigi memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida dari lingkungan sekitarnya. Manfaat ini dinilai dapat memberikan dampak positif berupa kondisi udara yang lebih bersih sehingga secara umum membantu meningkatkan kesehatan orang-orang di sekitarnya.

2. Sumber antioksidan

Walaupun tidak sebanyak bilberry, ekstrak buah cantigi ungu memiliki kandungan antioksidan flavonoid dan antosianin yang merupakan zat pewarna alaminya. Antioksidan ini memiliki kemampuan untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya. Antioksidan bekerja sebagai penangkal radikal bebas di dalam tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh akibat proses oksidasi. Anda perlu tahu kalau proses oksidasi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk penyakit-penyakit kronis dan penuaan dini.

3. Meredakan peradangan

Kandungan flavonoid pada ekstrak buah cantigi memiliki potensi untuk meredakan peradangan pada tubuh. Peradangan merupakan salah satu respons imun ketika tubuh terpapar oleh alergen, kuman, racun, atau iritan lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Senyawa flavonoid dapat membantu tubuh untuk mengabaikan reaksi peradangan tersebut sehingga gejalanya bisa berkurang.

4. Berpotensi mencegah penyakit kardiovaskuler

Antosianin merupakan zat pewarna ungu pada buah cantigi. Tanaman-tanaman yang kaya akan antosianin telah lama dimanfaatkan secara turun-temurun untuk memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kandungan antosianin banyak dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan terkait kadiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). seperti insufisiensi vena kronis, tekanan darah tinggi, dan retinopati diabetik.

5. Berpotensi mencegah penyakit kanker

Antosianin juga dianggap berpotensi menghambat kanker. Sebuah penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa senyawa antosianin pada ekstrak buah blueberry dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Adanya antosianin dalam buah cantigi ungu menunjukkan bahwa buah ini berpotensi untuk memberikan manfaat yang kurang lebih sama dengan blueberry. Akan tetapi, diperlukan banyak penelitian terkait kemampuan antosianin mengatasi kanker untuk membuktikannya. Khususnya, mengenai senyawa antosianin yang ada dalam buah cantigi.

6. Berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2

Buah cantigi ungu mengandung antioksidan flavonoid yang dianggap punya banyak manfaat bagi kesehatan.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi flavonoid dapat membantu menurunkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Asupan tinggi flavonoid memiliki korelasi dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Akan tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan potensi manfaat kesehatan dari kandungan flavonoid di dalam buah cantigi. Sehingga, diperlukan banyak penelitian untuk benar-benar membuktikan khasiatnya sebelum dimanfaatkan layaknya tanaman genus Vaccinium lainnya.Meski dianggap bermanfaat, sebaiknya Anda tidak menggunakan tanaman cantigi atau buahnya sebagai pengobatan karena belum benar-benar terbukti secara ilmiah. Jika Anda punya pertanyaan seputar makanan sehat, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
herbalbuah dan sayuran
Unesco. http://www.unesco.org/new/fileadmin/MULTIMEDIA/HQ/SC/pdf/Final_Report_MAB_YSA_Astutik_Fix.pdf
Diakses 16 April 2021
Universitas Padjadjaran. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/10511/5074
Diakses 16 April 2021
Linden Botanicals. https://lindenbotanicals.com/vaccinium-health-benefits/
Diakses 16 April 2021
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/antioxidants
Diakses 16 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-are-flavonoids-everything-you-need-to-know#health-benefits
Diakses 16 April 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/the-scoop-on-anthocyanins-89522
Diakses 16 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait