Mengalami Sesak Napas karena Stres? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Sesak napas karena stres terjadi karena pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan laju pernapasan. Selain itu, otot-otot pernapasan pun menyempit hingga menyebabkan sulit bernapas.

0,0
07 Oct 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sesak napas karena stres harus dapat dikendalikan agar tidak semakin memburukSesak napas karena stres dipicu oleh pelepasan hormon kortisol dan adrenalin
Pernahkah Anda merasa sesak napas karena stres? Stres memang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem pernapasan. Pernapasan yang terganggu tentunya bisa membuat Anda merasa tidak nyaman. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya.

Bagaimana sesak napas karena stres bisa terjadi?

Ketika Anda dihadapkan pada situasi yang memicu stres, terjadi reaksi kimia terjadi di dalam tubuh yang disebut fight or flight (lawan atau lari). Selanjutnya, hipotalamus (bagian otak yang merangsang produksi hormon) mengirimkan sinyal menuju kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol (stres) dan hormon adrenalin.Kedua hormon tersebut dapat menyebabkan detak jantung meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, otot menegang, dan naiknya tekanan darah. Otot-otot pada saluran pernapasan yang menyempit membuat Anda merasa tidak mendapatkan cukup udara atau sesak napas.Pernapasan pun menjadi tidak efektif karena Anda bernapas lebih pendek dan cepat dari biasanya untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh. Semakin Anda stres, pernapasan bisa menjadi semakin dangkal. Perubahan inilah yang memicu Anda mengalami sesak napas karena stres.

Bahaya sesak napas karena stres

Jika hanya terjadi sesekali, sesak napas karena stres tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Sebab, kondisi ini biasanya dapat berangsur membaik saat pemicu stres menghilang atau Anda bisa mengendalikannya. Namun, apabila Anda memiliki masalah pernapasan, seperti asma atau emfisema, stres bisa membuat Anda semakin sulit bernapas dan memperparah gejala yang ada. Akibatnya, sesak napas karena stres terasa sangat menyiksa.
stres menyebabkan gangguan pada tubuh
Stres krons bisa menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh
Selain itu, jika stres terjadi terus-menerus dan gejalanya tidak kunjung membaik, maka Anda perlu waspada. Bukan hanya sesak napas yang mengganggu, stres kronis juga bisa menimbulkan gangguan lain, seperti:
  • Masalah kesehatan mental: Depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian
  • Penyakit kardiovaskuler: Penyakit jantung, hipertensi, irama jantung tidak normal (aritmia), serangan jantung, dan stroke
  • Gangguan makan: Bulimia dan anoreksia
  • Obesitas
  • Insomnia
  • Gangguan menstruasi
  • Disfungsi seksual: Impotensi, ejakulasi dini, dan hilangnya hasrat seksual
  • Masalah kulit dan rambut: Jerawat, psoriasis, eksim, dan kerontokan rambut
  • Masalah pencernaan: GERD, gastritis, dan iritasi usus.
Ketika sesak napas karena stres terjadi, Anda tidak boleh mengabaikannya karena kondisi ini bisa semakin memburuk. Jadi, carilah cara untuk dapat mengendalikan atau menghilangkannya. 

Cara mengatasi sesak napas karena stres

Cara mengatasi sesak napas karena stres bisa dilakukan dengan teknik pernapasan diafragma. Teknik ini dapat memperlambat laju pernapasan yang cepat, mengurangi kebutuhan oksigen tubuh, dan menggunakan lebih sedikit energi untuk bernapas.Berikut adalah cara mengatasi sesak napas karena stres dengan pernapasan diafragma.
  • Tetap tenang

Cobalah untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Hindari merasa cemas berlebihan karena bisa membuat Anda semakin sesak napas. Anda dapat mencoba mengalihkan perhatian dari pemicu stres.
  • Buat tubuh rileks

Duduklah dengan nyaman sambil bersandar. Selanjutnya, lemaskan bahu Anda agar lebih rileks. Letakkan satu tangan di dada bagian atas dan tangan lainnya di bawah tulang rusuk. Hal ini memungkinkan Anda merasakan diafragma saat bernapas.
  • Tarik dan keluarkan napas

teknik pernapasan diafragma
Teknik pernapasan diafragma mengendalikan pernapasan agar kembali normal
Tariklah napas melalui hidung selama 4 detik, lalu rasakan udara bergerak mengisi perut. Kencangkanlah otot perut Anda, kemudian keluarkan napas melalui bibir yang terbuka kecil selama 8 detik hingga perut mengempis. Teknik pernapasan ini dapat membantu mengendalikan pernapasan Anda supaya kembali normal.
  • Ulangi teknik pernapasan

Ulangi teknik pernapasan diafragma sebanyak 5-10 kali. Tetap jaga bahu dalam keadaan rileks. Jauhkan pikiran-pikiran yang membuat Anda stres agar sesak napas bisa mereda dengan segera.Jika cara mengatasi sesak napas karena stres ini tidak membuat kondisi Anda membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Jangan sampai kondisi stres sesak napas membahayakan diri Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar sesak napas karena stres, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
stressesak napasgangguan pernapasan
Web MD. https://www.webmd.com/balance/stress-management/stress-symptoms-effects_of-stress-on-the-body
Diakses pada 23 September 2021
Web MD. https://www.webmd.com/lung/breathing-problems-unusual-causes
Diakses pada 23 September 2021
Stress. https://www.stress.org/stress-effects
Diakses pada 23 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/shortness-of-breath-anxiety#treatment
Diakses pada 23 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait