Mengalami Nyeri Sendi? Ini Pantangan Rematik yang Sebaiknya Dihindari


Pantangan rematik perlu diterapkan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Beberapa pantangan bagi penderita rematik di antaranya mengonsumsi makanan seperti gorengan, alkohol, dan junk food, serta melakukan aktivitas mulai dari olahraga high impact, merokok, hingga berpikiran negatif.

(0)
Pantangan rematik bisa dilakukan dengan cara menghindari makanan dan aktivitas yang memperparah gejalaBeberapa makanan dan aktivitas tertentu harus dihindari oleh penderita rematik agar gejala tidak semakin parah
Rematik adalah kondisi yang terjadi ketika persendian Anda mengalami peradangan kronis. Peradangan ini kemudian memicu munculnya rasa sakit serta kerusakan pada persendian, tulang, maupun bagian tubuh lainnya. Ada beberapa tindakan yang dapat  Anda lakukan untuk mengurangi keparahan gejala, salah satunya dengan menerapkan pantangan. Pantangan rematik bisa berupa menghindari makanan maupun aktivitas tertentu.

Pantangan rematik, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari?

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita rematik. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, makanan-makanan tersebut berpotensi memperburuk keparahan gejala rematik.Berikut ini beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan rematik:

1. Daging merah

Tingginya kandungan lemak jenuh yang terdapat dalam daging merah dapat memperparah peradangan. Selain itu, daging merah juga mengandung asam omega-6 yang bisa memicu peradangan jika dikonsumsi secara berlebihan.Beberapa penderita rematik melaporkan bahwa mereka mengalami pengurangan gejala saat berhenti mengonsumsi daging merah. Di sisi lain, konsumsi daging merah tanpa lemak dapat memberi protein dan nutrisi penting bagi penderita rematik tanpa memperparah peradangan.

2. Gula tambahan

Mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan dapat memperparah gejala rematik. Gula tambahan seringkali ditemukan dalam makanan dan minuman seperti soda, permen, es krim, hingga saus.Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 217 penderita rematik, makanan penutup yang manis dan soda menjadi hidangan yang dilaporkan paling sering memperparah gejala rematik. Selain memperparah gejala, mengonsumsi hidangan manis juga meningkatkan risiko terkena rematik.

3. Tepung olahan

Makanan dengan tepung olahan seperti pasta dan camilan manis dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh Anda. Lonjakan gula darah mendorong tubuh memproduksi sitokin, yang dapat memperburuk gejala rematik.Tak hanya itu, mengonsumsi makanan dengan tepung olahan berpotensi menambah berat badan dan membuat persendian Anda menjadi stres.

4. Gorengan

Gorengan merupakan pantangan rematik yang harus dihindari
Gorengan dapat memperparah gejala rematik
Mengurangi konsumsi gorengan dapat membantu meredakan gejala rematik. Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism pada tahun 2009, gorengan mengandung racun advanced glycation endproduct (AGE) yang meningkatkan oksidasi sel.Selain memperparah gejala rematik, mengonsumsi makanan yang digoreng juga dapat mengakibatkan obesitas.

5. Gluten

Bagi sebagian orang, mengonsumsi makanan dengan kandungan protein ini dapat memicu peradangan. Gluten sendiri umumnya ditemukan dalam makanan berjenis biji-bijian seperti gandum dan barley.

6. Alkohol

Alkohol menjadi pantangan rematik karena dapat menyebabkan gejala radang sendi menjadi semakin parah. Penelitian menyebut, konsumsi alkohol secara berlebih meningkatkan kadar protein C-reaktif (CRP) dalam tubuh. CRP merupakan protein yang diproduksi sebagai bentuk reaksi ketika terjadi peradangan dalam tubuh.

7. Makanan cepat saji

Produk olahan seperti makanan cepat saji cenderung mengandung gula tambahan, tepung olahan, serta lemak jenuh yang bisa memperburuk gejala rematik. Untuk mengurangi risiko peradangan, selalu perhatikan label nilai gizi dan daftar bahan makanan yang digunakan sebelum membeli makanan cepat saji.

8. Minyak sayur

Beberapa minyak sayur kaya akan kandungan lemak omega-6. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, lemak omega-6 dapat memperburuk gejala rematik. Lemak ini memang penting untuk kesehatan, namun Anda juga harus mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan lemak omega-3 seperti ikan.

9. Makanan tinggi kandungan garam

Mengurangi konsumsi garam disebut dapat membantu meredakan gejala radang sendi pada penderita rematik. Sebuah penelitian pada tikus mengatakan, tikus yang diberikan makanan tinggi garam cenderung mengalami radang sendi lebih parah.Sementara itu, penelitian lain terhadap 18.555 orang mengaitkan asupan natrium yang tinggi dengan peningkatan risiko mengalami rematik.

Pantangan rematik selain makanan

Selain makanan, ada beberapa aktivitas yang menjadi pantangan rematik. Sejumlah aktivitas tersebut sebaiknya dihindari penderita rematik karena berpotensi memperparah gejala radang sendi.Beberapa aktivitas yang menjadi pantangan rematik, antara lain:

1. Olahraga dengan hentakan dan gerakan berulang

Melakukan olahraga yang melibatkan hentakan dan gerakan berulang dapat memperburuk gejala rematik. Beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari penderita rematik seperti:
  • Lari
  • Tenis
  • Melompat
  • Senam aerobik high impact
  • Olahraga lain dengan gerakan sama secara berulang

2. Menggunakan pereda nyeri secara berlebihan

Salah satu pantangan rematik adalah mengonsumsi pereda nyeri secara berlebihan
Selalu konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi pereda nyeri
Menggunakan obat atau krim pereda nyeri secara berlebihan berpotensi memperparah gejala rematik. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ketika Anda hendak menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengatasi rematik.

3. Membiarkan rasa nyeri hilang dengan sendirinya

Mengabaikan rasa nyeri dapat memperparah kondisi penderita rematik. Jika dibiarkan begitu saja dalam waktu lama, peradangan yang Anda alami dapat berkembang menjadi kerusakan sendi seiring berjalannya waktu.

4. Berfokus pada rasa sakit

Terlalu fokus pada rasa sakit yang Anda derita dapat mengakibatkan depresi. Supaya tidak bertambah parah, dokter biasanya akan memberikan obat antidepresan maupun terapi lain untuk mengatasi depresi sekaligus nyeri akibat rematik.

5. Merokok

Racun yang terkandung dalam asap rokok dapat mengakibatkan stres pada jaringan ikat. Kondisi ini berpotensi memperparah gejala rematik dan bisa memicu lebih banyak masalah persendian.

6. Berpikiran negatif

Berpikiran negatif dapat meningkatkan rasa sakit yang muncul akibat rematik. Supaya tidak menimbulkan rasa sakit berkepanjangan, cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda dengan melakukan aktivitas yang disukai bersama orang terdekat. Apabila Anda sering dihantui oleh pikiran negatif, berkonsultasi dengan terapis mungkin dapat membantu mengatasi masalah.

Catatan dari SehatQ

Pantangan rematik bisa dilakukan dengan cara menghindari makanan dan aktivitas yang memperparah gejala. Jika gejala yang ditimbulkan malah semakin parah dan mengganggu, segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal pantangan rematik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sakit punggungnyeri sendirematiknyeri punggung
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-avoid-arthritis
Diakses pada 30 Oktober 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-managing-ra/foods-to-avoid/
Diakses pada 30 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/in-depth/arthritis/art-20046440
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait