Mengajarkan Olahraga Anak Tidaklah Susah, Ini Tipsnya!

Mengajarkan anak untuk olahraga dapat dilakukan dengan cara yang mudah, seperti bermain bola.
Bermain bola di taman merupakan salah satu cara mengajarkan olahraga anak yang menyenangkan.

Mengajarkan olahraga anak sejak dini pada si kecil, memang bukan sebuah kewajiban. Akan tetapi, banyak manfaat yang akan didapatkan, bila Anda melakukannya. Tubuh yang sehat, fisik yang kuat, dan disiplin, merupakan segelintir manfaat yang bisa si kecil dapatkan melalui olahraga secara rutin. Simak tips berikut ini, untuk membantu Anda mengajarkan anak olahraga sejak dini. 

Mengajarkan Olahraga Anak sambil Bermain

Ketika makan malam sudah selesai, alih-alih menuju ruang TV, buat anak langsung menuju pintu depan. Anda bisa mengajaknya pergi berjalan-jalan atau bersepeda. Main lempar-tangkap pun bisa menjadi pilihan lain. Jangan lupa, buat obrolan dengannya tetap menarik. Ini bukan saatnya untuk menilai atau mengerjakan tugas anak Anda. Jika menyenangkan untuk semua orang, Anda dan si kecil tentu ingin terus melakukannya. Jadikan latihan olahraga ini seperti halnya bermain.

Jadwalkan 1 Jam Sehari untuk Berolahraga

Anak-anak harus bergerak selama 60 menit setiap harinya. Anda dapat merancang aktivitasnya melalui kombinasi kegiatan-kegiatan yang bersifat:

  • Memompa jantung:

    seperti berlari dan berjalan cepat
  • Membuat otot bekerja:

    seperti push-up
  • Memperkuat tulang:

    seperti lompat tali

Target satu jam untuk berolahraga tersebut tidak harus dipenuhi sekaligus dalam satu waktu. Anak Anda dapat melakukannya dalam beberapa waktu terbagi pada satu hari. Anda pun bisa mengajak anak berjalan-jalan sebentar sepulang sekolah.

Gunakan Penghitung Langkah

Anak-anak menyukai gawai atau gadget. Penghitung langkah (pedometer) yang bisa diakses melalui gadget, dapat memotivasi anak untuk lebih aktif bergerak. Anda bisa membuat tantangan kecil untuk membuatnya bergerak sepanjang hari.

Berapa banyak langkah yang anak Anda tempuh untuk mencapai halaman depan? Seberapa cepat anak melakukan 80 langkah? Bukan mustahil, kelak anak malah akan memasang penghitungan langkah-langkah di dapur untuk menciptakan kompetisi. Anda pun dapat memotivasi anak untuk mengalahkan rekor pribadinya.

Pilih Alat Olahraga Sederhana

Anda tidak perlu peralatan mewah untuk mengajak anak aktif bergerak. Tentu, raket bulu tangkis atau sepeda dapat memberikan sedikit inspirasi. Namun, lompat tali yang sederhana atau bermain bola juga dapat dilakukan. Simpan tumpukan mainan-mainan untuk dimainkan di luar ruangan, di kemudian hari.

Atur Suasana

Kedengarannya sederhana, tetapi terkadang Anda hanya harus memilih lokasi yang tepat untuk mengajak anak olahraga. Bawa anak-anak ke taman bermain atau lapangan bola. Mengunjungi taman atau berpiknik bersama beberapa teman mereka bisa menjadi awal untuk berolahraga.

Anda mungkin tidak perlu berbuat banyak untuk mengajak anak bergerak. Sebab, si kecil mungkin akan terinspirasi oleh lingkungan maupun anak-anak lain.

Olahraga di Luar Sekolah

Taekwondo, menari, tenis, maupun yoga, bisa menjadi cara yang bagus untuk membuat anak Anda menyukai aktivitas fisik. Kunjungi beberapa kelas pelatihan secara gratis (free trial), sebelum Anda mendaftarkan anak. Biarkan anak memilih kegiatan olahraga favoritnya.

Bermain Video Game

Video game tidak harus menjadi musuh orangtua. Gunakan sistem permainan dengan sensor gerak, seperti Kinect atau Wii. Untuk penghematan, Anda bahkan bisa menyewanya. Dengan berdiri dan bergerak sambil bermain, anak bisa membakar 200 persen lebih banyak energi, dibanding sekadar duduk dan bermain game.

Berenang Bersama

Pegang tangan anak Anda dan melompatlah ke kolam renang bersama-sama. Anda bahkan tidak perlu mengatakan "berolahraga". Anda juga bisa mengajaknya berkebun dan menanam beberapa bunga sebagai alternatif olahraga. Entah itu berjalan-jalan ke taman atau membuat kerajinan tangan, jadikanlah itu semua sebagai bagian kehidupan sehari-hari yang menyenangkan, bukan sesuatu yang "harus" dilakukan anak.

Berikan Motivasi

Jika anak tidak berolahraga secepat atau seperti yang Anda harapkan, jangan menyerah. Berikan pujian pada anak. Bantu mereka mencoba kegiatan tidak bersifat kompetitif, seperti hiking. Cobalah berbagai olahraga atau kegiatan, hingga anak menemukan kesukaannya. 

Temukan Olahraga Kesukaan Anda

Jika ingin mengajak anak berolahraga, ada baiknya jika Anda juga melakukannya. Jika si kecil melihat Anda bergerak, ia pun akan menyadari bahwa kegiatan tersebut penting dan menyenangkan. Temukan aktivitas yang benar-benar Anda nikmati. Kemudian, ajak anak untuk ikut melakukannya. Tidak apa-apa jika Anda belum banyak berolahraga. Anda bisa memulainya bersama anak

Anda bahkan bisa mengajak anak berolahraga saat mengunjungi mal. Caranya, luangkan waktu untuk parkir jauh dari pintu masuk, agar anak bisa berjalan lebih jauh. Di dalam, tunjukkan bahwa terkadang lebih baik naik tangga daripada menunggu lift. Berjalan, berlari, melompat, dan bermain akan menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehari-hari yang menyenangkan bagi anak.

Olahraga memang sudah seharusnya menjadi bagian penting dalam kehidupan individu, baik dewasa maupun anak-anak. Bahkan, pemerintah pun telah menciptakan Liga Pelajar, untuk menjaring calon-calon atlet berpotensi sejak dini. 

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/move/ss/slideshow-kids-love-exercise
Diakses pada Oktober 2018

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/1419/gerakan-ayoolahraga-menuju-prestasi-olahraga
Diakses pada 18 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed