Menerapkan Metode MPASI Baby-Led Weaning, Ini yang Harus Orangtua Ketahui

Dalam teknik baby-led, orangtua bisa memberi bayi fingerfood seperti brokoli dan wortel
Teknik baby-led weaning langsung memberi bayi finger food

Umumnya, ibu akan mulai memberi MPASI ketika bayi menginjak usia 6 bulan. Ibu pun mungkin merasa bingung dalam memilih metode MPASI mana yang terbaik untuk si Kecil. Mungkin saja ibu tertarik menggunakan metode baby-led weaning (BLW) yang sempat menjadi pembicaraan di media sosial. 

Metode MPASI ini berbeda dengan pendekatan “tradisional” yang biasa dilakukan. Kenali lebih jauh mengenai baby-led weaning agar Anda tidak keliru dalam memenuhi kebutuhan buah hati.

Apa itu metode baby-led weaning?

Baby-led weaning adalah metode memperkenalkan MPASI dengan membiarkan bayi memilih semua makanannya sendiri sejak awal pemberian MPASI. Dalam metode ini, bayi langsung diberi finger food (makanan yang dapat dipegang oleh bayi) tanpa melalui tahap pemberian makanan yang lunak, seperti purée

Anda akan menentukan makanan apa yang ditawarkan untuk si Kecil, namun ia sendiri yang akan menentukan pilihannya, berapa banyak yang dimakan, dan seberapa cepat menghabiskannya. Jadi alih-alih menyuapi purée pada bayi, Anda akan meletakkan finger food di hadapan bayi dan membiarkannya memegang serta mengonsumsi makanan tersebut sendiri.

Umumnya, bayi siap melakukan BLW pada usia 6 bulan meski sebagian lain mungkin memerlukan waktu yang lebih banyak. Tanda bayi siap melakukan BLW, yaitu jika dia sudah bisa duduk tanpa disangga, tertarik ketika melihat makanan yang Anda konsumsi, meraih dan meletakkan benda di mulutnya, serta membuat gerakan mengunyah. Adapun makanan yang baik untuk menu BLW, yaitu:

  • Sayur yang dimasak dengan baik, seperti rebusan wortel, brokoli, atau ubi
  • Buah-buahan yang lunak, seperti pisang, pepaya, alpukat, melon, dan apel yang dilunakkan
  • Potongan daging ayam yang direbus
  • Kue beras bebas garam

Seiring bertambahnya usia bayi, makanan yang diberikan bisa lebih padat seperti halnya nasi yang digulung atau pasta yang mudah diambil, misalnya fusilli atau penne.

Kelebihan baby-led weaning

Metode BLW dipercaya memiliki berbagai kelebihan, yaitu mendorong bayi menerima berbagai macam tekstur dan rasa makanan sehingga lebih mudah mengonsumsi makanan sehat, seperti halnya sayur-sayuran. Ini juga dapat membantu bayi mengatur banyaknya asupan yang ia makan.

Selain itu, baby-led weaning pun dapat melatih koordinasi tangan dan mata bayi. Bayi menjadi terlatih untuk mengambil makanan kecil dengan jari telunjuk dan ibu jarinya sehingga meningkatkan kemampuan motorik halusnya dalam mencengkram. Si Kecil juga akan lebih cepat dalam belajar mengunyah, menelan, dan makan sendiri.

Metode ini juga membuat Anda merasakan lebih sedikit stres dan memiliki waktu luang yang lebih banyak. Anda tidak perlu menghaluskan makanan sedemikian rupa dan tidak perlu menyuapi buah hati. Tak hanya itu, BLW juga akan terasa lebih menyenangkan bagi bayi karena ia bebas dalam memilih dan mengambil banyaknya makanan daripada disuapi.

Kekurangan baby-led weaning

Sayangnya, metode BLW juga dianggap memiliki beberapa kekurangan. Bayi yang melakukan metode BLW berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena bisa saja makanan yang dipilih oleh bayi tidak dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi. 

Bayi juga cenderung makan berantakan dan makanan yang dikonsumsi si Kecil pun mungkin tidak banyak pada minggu atau bulan pertama MPASI-nya. Selain itu, pemberian MPASI dengan baby-led weaning juga berisiko membuat bayi tersedak

Dua studi kecil mengindikasikan adanya risiko tersedak yang lebih tinggi pada bayi yang mendapat BLW. Sebab bisa saja si Kecil belum siap mengunyah dan menelan potongan makanan. Tersedak sebetulnya merupakan hal yang umum terjadi ketika memulai MPASI. Namun, pada kasus yang parah ini bisa berakibat fatal.

Aturan baby-led weaning

Studi Baby Led Introduction to SolidS (BLISS), mencoba mengurangi risiko tersedak dengan memodifikasi metode BLW dengan mengikuti aturan umum pemberian makan, sebagai berikut:

1. Pastikan faktor kesiapan dan keamanan bayi

  • Bayi harus sudah dapat duduk tegak dan mempertahankan posisi tersebut selama proses makan
  • Selalu dampingi bayi saat pemberian makan
  • Perkenalkan makanan yang cukup dapat digengam oleh bayi
  • Pastikan makanan cukup lembut sehingga mudah hancur di mulut bayi
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan bayi tersedak, seperti kacang, anggur, dan lainnya.

2. Perkenalkan berbagai macam makanan agar kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi sehingga ia tak kekurangan nutrisi

3. Ajaklah bayi makan bersama dengan anggota keluarga yang lain. Hal ini dapat memperkuat bonding bayi dengan keluarga, dan membuat bayi mempelajari cara makan yang benar.

4. Hindari memberi makanan cepat saji atau mengandung banyak garam dan gula. Makanan tersebut dapat membuat bayi ketagihan dan bisa berdampak buruk pada kesehatannya.

Perlu Anda ketahui bahwa metode BLW belum dapat dibuktikan sebagai metode pemberian MPASI yang lebih baik dari metode pemberian MPASI umumnya. Oleh sebab itu, Anda masih perlu mempertimbangkan dengan matang jika ingin menerapkan metode BLW pada si Kecil.

Hati-hati juga risiko tersedak pada anak saat BLW, selalu dampingi  anak ya!. Konsultasikanlah pada dokter jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai baby-led weaning.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/betulkah-baby-led-weaning-lebih-baik
Diakses pada 17 April 2020.
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_baby-led-weaning-an-alternative-approach-to-starting-your-ba_10419206.bc
Diakses pada 17 April 2020.

Artikel Terkait