logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Baby-Led Weaning, Apa Saja yang Harus Diketahui?

open-summary

Baby led weaning adalah salah satu cara mengenalkan MPASI. Metode ini memiliki manfaat berupa melatih kemampuan motorik bayi. Namun, kekurangannya adalah bayi rentan mengalami tersedak


close-summary

20 Apr 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Baby led weaning dilakukan dengan langsung memberi bayi finger food

Baby-led weaning adalah teknik mengenalkan makanan padat dengan cara memberikan finger food

Table of Content

  • Apa itu metode baby-led weaning?
  • Usia bayi siap untuk metode baby-led weaning
  • Makanan yang direkomendasikan untuk baby-led weaning
  • Kelebihan baby-led weaning
  • Kekurangan baby-led weaning
  • Aturan baby-led weaning
  • Kelompok bayi yang tidak boleh mendapatkan baby-led weaning
  • Catatan dari SehatQ

Baby-led weaning adalah salah satu metode mengenalkan makanan padat pada bayi. Umumnya, ibu akan mulai memberi MPASI ketika bayi menginjak usia 6 bulan.

Advertisement

Metode BLW ini berbeda dengan pendekatan “tradisional” yang biasa dilakukan. Kenali lebih jauh mengenai baby-led weaning agar Anda tidak keliru dalam memenuhi kebutuhan buah hati.

Apa itu metode baby-led weaning?

no caption
Alih-alih disuapi, baby-led weaning membuat bayi menyuap sendiri

Baby-led weaning adalah salah satu metode memperkenalkan MPASI dengan membiarkan bayi memilih semua makanannya sendiri sejak awal pemberian MPASI

Dalam metode ini, bayi langsung diberi jenis makanan berupa finger food (makanan yang dapat dipegang oleh bayi) tanpa melalui tahap pemberian makanan yang lunak, seperti purée

Anda akan menentukan makanan apa yang ditawarkan untuk Si Kecil. Akan tetapi, ia sendiri yang akan menentukan pilihannya, berapa banyak yang dimakan, dan seberapa cepat menghabiskannya.

Jadi, alih-alih menyuapi purée pada bayi, Anda akan meletakkan finger food di hadapan bayi dan membiarkannya memegang serta mengonsumsi makanan tersebut sendiri.

Usia bayi siap untuk metode baby-led weaning

no caption
Baby-led weaning bisa dimulai sejak bayi usia 6 bulan

Umumnya, bayi siap mengikuti metode ini pada usia 6 bulan meski sebagian lain mungkin memerlukan waktu yang lebih lama. 

Tanda bayi siap dengan metode ini, yaitu jika bayi sudah bisa duduk tanpa disangga, tertarik ketika melihat makanan yang Anda konsumsi, meraih dan meletakkan benda di mulutnya, serta membuat gerakan mengunyah.

Makanan yang direkomendasikan untuk baby-led weaning

no caption
Sayur kukus dan buah lunak cocok untuk baby-led weaning

Adapun menu makanan bayi yang cocok untuk BLW, yaitu:

  • Sayur yang dimasak dengan baik, seperti rebusan wortel, brokoli, atau ubi.
  • Buah-buahan yang lunak, seperti pisang, pepaya, alpukat, melon, dan apel yang. dilunakkan.
  • Potongan daging ayam yang direbus.
  • Kue beras bebas garam.
  • Kuning telur rebus

Seiring bertambahnya usia bayi, makanan yang diberikan bisa lebih padat seperti halnya nasi yang digulung atau pasta yang mudah diambil, misalnya fusilli atau penne.

Kelebihan baby-led weaning

Inilah kelebihan metode baby-led weaning untuk bayi:

1. Mendapatkan beragam tekstur dan rasa makanan

no caption
Baby-led weaning mengenalkan bayi pada ragam tekstur makanan

Metode baby-led weaning dipercaya memiliki berbagai kelebihan untuk tumbuh kembangnya, yaitu mendorong bayi menerima berbagai macam tekstur dan rasa makanan sehingga lebih mudah mengonsumsi makanan sehat, seperti halnya sayur-sayuran.

2. Membantu mengontrol asupan makanan

Riset yang terbit pada penelitian Italian Journal of Pediatrics juga menemukan, anak-anak yang diberikan makanan padat dengan metode baby-led weaning terbukti bisa mengontrol keinginan untuk makan agar tidak berlebihan. Hal ini berdampak pada bayi menjadi tidak begitu rewel.

3. Terhindar dari risiko obesitas

no caption
Baby-led weaning turunkan risiko obesitas

Berdasarkan riset yang sama, metode ini bisa mengurangi risiko obesitas. Sebab, bayi pun lebih mudah merasa kenyang jika dibandingkan dengan mendapatkan cara menyapih anak yang tradisional.

Diketahui, penelitian ini juga menemukan, bayi yang menggunakan BLW sebagai cara menyapih anak juga memiliki berat badan rata-rata yang tidak berlebihan dibandingkan dengan anak yang diberi makan dengan sendok.

4. Melatih kemampuan motorik

Selain itu, baby-led weaning pun dapat melatih koordinasi tangan dan mata bayi. Bayi menjadi terlatih untuk mengambil makanan kecil dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.

Hal ini meningkatkan kemampuan motorik halusnya dalam mencengkram. Si Kecil juga akan lebih cepat dalam belajar mengunyah, menelan, dan makan sendiri.

5. Memangkas waktu dan lebih menyenangkan

no caption
Baby-led weaning kurangi stres pada ibu dan anak

Metode ini juga membuat Anda merasakan lebih sedikit stres dan memiliki waktu luang yang lebih banyak. Anda tidak perlu menghaluskan makanan sedemikian rupa dan tidak perlu menyuapi buah hati.

Tak hanya itu, BLW juga akan terasa lebih menyenangkan bagi bayi karena ia bebas dalam memilih dan mengambil banyaknya makanan daripada disuapi.

Baca Juga

  • Pilihan Makanan Penambah Berat Badan Bayi yang Menyehatkan
  • Berbagai Komplikasi Anemia Sel Sabit yang Dapat Terjadi pada Bayi
  • Deteksi Dini NEC Cegah Memburuknya Infeksi Usus pada Bayi Baru Lahir

Kekurangan baby-led weaning

Meski memiliki banyak manfaat bagi bayi, ternyata metode ini juga memiliki kekurangan. Inilah kekurangan baby-led weaning bagi bayi:

1. Tidak melengkapi beragam nutrisi yang harus dipenuhi

no caption
Baby-led weaning malah membuat bayi kekurangan nutrisi lengkap

Sayangnya, metode BLW juga dianggap memiliki beberapa kekurangan. Bayi yang melakukan metode ini berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena bisa saja makanan yang dipilih oleh bayi tidak dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi.

2. Kekurangan zat besi

Penelitian yang diterbitkan BMC Pediatrics juga menemukan, kekurangan metode baby-led weaning adalah bayi akan kekurangan zat besi

Hal ini dikarenakan pilihan makanan yang dijadikan finger food biasanya berupa buah dan sayur. Kedua sumber panganan ini memiliki kandungan zat besi yang rendah.

3. Tersedak

no caption
Bayi tersedak adalah risiko baby-led weaning

Selain kekurangan nutrisi, penelitian yang sama juga menemukan, kemungkinan bayi tersedak menjadi lebih besar dengan menggunakan cara ini. 

Hal ini disebabkan mereka sedang mencoba untuk membuka mulut dan menyuap, menggigit, dan mengunyah makanan. Selain itu, saluran pernapasan mereka masih sempit karena belum berkembang dengan sempurna.

4. Pertumbuhan terganggu 

Penelitian ini juga menyampaikan, menerapkan cara pengenalan makanan berat pada bayi berisiko membuat pertumbuhan bayi terganggu.

Sebab, tidak semua bayi memiliki keterampilan motorik atau nafsu makan yang tinggi untuk menyuapi dirinya dengan mandiri.

Terlebih, makanan yang biasa dipilih adalah makanan yang rendah kalori. Jadi, asupan nutrisi pun tidak stabil dan memengaruhi tumbuh kembangnya.

Aturan baby-led weaning

Studi Baby Led Introduction to SolidS (BLISS), mencoba mengurangi risiko tersedak dengan memodifikasi metode BLW dengan mengikuti aturan umum pemberian makan, sebagai berikut:

1. Pastikan faktor kesiapan dan keamanan bayi

no caption
Pastikan bayi bisa duduk saat baby-led weaning

Saat bayi akan menyuapi finger food ada beberapa hal yang harus dihindari, yaitu bayi tersedak, kesulitan mengunyah, dan kesulitan menelan. Untuk itu, pastikan keamanannya dengan cara:

  • Bayi harus sudah dapat duduk tegak dan mempertahankan posisi tersebut selama proses makan.
  • Selalu dampingi bayi saat pemberian makan.
  • Perkenalkan makanan yang cukup dapat digenggam oleh bayi.
  • Pastikan makanan cukup lembut sehingga mudah hancur di mulut bayi.
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan bayi tersedak, seperti kacang, anggur, dan lain-lain.

2. Beri MPASI dengan tekstur lembut

no caption
Beri makanan lunak agar mudah ditelan saat baby-led weaning

Tekstur makanan yang lunak mengurangi kemungkinan tersedak dan kesulitan mengunyah. Anda bisa mendapatkan makanan lembut ini dari sayuran kukus, buah potong, ayam rebus atau kukus, dan kuning telur rebus.

3. Pastikan ukuran dan bentuk finger food pas

no caption
Pastikan potongan tidak terlalu besar untuk Baby-led weaning 

Potong makanan tidak terlalu besar agar mulut bayi tidak terlalu penuh. Oleh karena itu, anak pun lebih mudah untuk mengunyah dan menelan makanan tersebut.

Selain itu, idealnya, bentuk potongan finger food adalah lurus dan memanjang. Bentuk ini akan memudahkan Si Kecil untuk menggenggam makanannya sendiri.

4. Beri jenis makanan yang beragam dan bergizi

no caption
Beri beragam sumber nutrisi untuk baby-led weaning

Perkenalkan berbagai macam makanan agar kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis vitamin dan mineral maupun protein, karbohidrat, dan lemak yang harus dipenuhi setiap harinya. Sementara, sumber nutrisi tersebut hanya bisa didapat dari beragam jenis makanan.

Selain itu, hindari memberi makanan cepat saji atau mengandung banyak garam dan gula. Makanan tersebut dapat membuat bayi ketagihan dan bisa berdampak buruk pada kesehatannya.

5. Buat suasana yang menyenangkan

no caption
Ajak makan dengan keluarga agar baby-led weaning menyenangkan

Ajaklah bayi untuk makan bersama dengan orang tua dan anggota keluarga yang lain. Hal ini dapat memperkuat bonding bayi dengan keluarga, dan membuat bayi mempelajari cara makan yang benar.

Kelompok bayi yang tidak boleh mendapatkan baby-led weaning

no caption
Jangan terapkan baby-led weaning pada bayi sumbing

Meski membawa banyak manfaat, rupanya ada beberapa bayi tidak diperbolehkan menggunakan metode penyapihan dan memperkenalkan MPASI ini. Berikut adalah kelompok bayi yang tidak direkomendasikan menggunakan cara ini:

  • Bayi prematur dengan usia kehamilan 36 minggu atau kurang.
  • Bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan.
  • Bayi yang memiliki masalah mengunyah dan menelan atau kesulitan menyuap diri sendiri.
  • Bayi yang memiliki bibir sumbing.
  • Bayi yang mempunyai masalah pencernaan, intoleransi, atau alergi makanan.
  • Bayi yang memiliki kelemahan otot (hipotonia) sehingga ia menjulurkan lidah, membuka mulut, atau meneteskan air liur terus-menerus.

Catatan dari SehatQ

Baby-led weaning atau BLW belum dapat dibuktikan sebagai metode pemberian MPASI yang lebih baik dari metode pemberian MPASI umumnya.

Oleh sebab itu, Anda masih perlu mempertimbangkan dengan matang jika ingin menerapkan metode pengenalan makanan padat pada si Kecil.

Yang paling penting, pastikan nutrisi Buah Hati Anda terpenuhi. Mengingat, gizi yang cukup yang paling memengaruhi tumbuh kembang bayi.

Jika Anda ingin memulai menerapkan metode pengenalan makanan berat ini, konsultasikanlah dengan dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Jika Anda ingin memenuhi keperluan ibu dan bayi, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuimpasimakanan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved