Menerapkan Deliberate Practice untuk Bantu Anak Belajar


Deliberate practice adalah latihan khusus yang bertujuan dan sistematis. Anda bisa membantu anak menerapkannya untuk menguasai suatu hal, misalnya akademik, musik, atau jenis olahraga tertentu.

0,0
08 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Deliberate practice memantu memudahkan anak dalam belajarBelajar berhitung bisa dilakukan dengan deliberate practice
Apakah anak Anda kesulitan dalam mempelajari sesuatu? Deliberate practice bisa jadi solusinya. Selain di bidang akademik, metode belajar yang dianggap efektif ini juga bisa diterapkan dalam bidang lain, seperti alat musik, jenis olahraga, dan keahlian lainnya. Mari kita pahami lebih lanjut seputar deliberate practice dan penerapannya.

Apa itu deliberate practice?

Deliberate practice adalah latihan khusus yang memiliki tujuan dan sistematis. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Anders Ericsson dan rekan-rekannya dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Psychological Review pada tahun 1993. Deliberate practice sering disalahartikan sebagai latihan yang dilakukan berulang kali. Padahal latihan ini dilakukan dengan tujuan khusus dan membutuhkan fokus beserta perhatian untuk meningkatkan kemampuan yang diinginkan.Metode ini juga berbeda dengan latihan biasa yang dilakukan secara teratur karena latihan tersebut umumnya dilakukan tanpa ada hal yang ingin ditingkatkan. Seementara itu, deliberate practice fokus pada hal yang ingin dikuasai.Contohnya, setiap hari anak belajar berhitung selama 20 menit untuk penjumlahan dan 20 menit untuk pengurangan. Ia sudah pandai berhitung penjumlahan, tapi kurang mahir dalam melakukan pengurangan. Pada latihan biasa, anak umumnya berlatih penjumlahan dan pengurangan seperti yang biasa dilakukan. Namun, pada deliberate practice, anak akan lebih fokus pada pengurangan sampai benar-benar menguasainya.

Menerapkan deliberate practice

Orangtua dapat mendorong anak belajar menerapkan deliberate practice untuk meningkatkan kemampuannya. Namun, pastikan Anda menuntun dan menciptakan suasana yang nyaman karena metode ini bisa saja membuat anak jenuh.Untuk membantu anak menerapkan metode belajar ini, berikut adalaht beberapa hal yang harus Anda lakukan.
  • Tentukan tujuan jangka panjang yang jelas

membuat tujuan
Bantu anak membuat tujuan yang jelas
Langkah pertama dalam menerapkan deliberate practice adalah menentukan tujuan yang jelas dalam jangka panjang, misalnya anak harus menguasai pengurangan dan perkalian. Memiliki tujuan yang jelas akan membuat ia lebih bersemangat untuk mengejarnya.
  • Rencanakan apa yang perlu dilakukan secara rinci

Jika sudah memiliki tujuan, saatnya membuat rencana serinci mungkin. Bantu anak menyusun apa saja yang harus ia lakukan dalam latihan. Misalnya, belajar latihan soal untuk menguasai pengurangan dan perkalian. Mungkin ada berbagai variasi soal, tapi cara pengerjaannya dilakukan berulang sehingga seiring waktu anak akan menguasainya. Dalam tulisannya, Ericsson menyatakan bahwa biasanya seseorang membutuhkan total 10.000 jam untuk sangat menguasai suatu hal.
  • Pantau bagaimana anak menjalankan rencana tersebut

anak sedang belajar
Pantau anak saat menerapkan deliberate practice
Supaya rencana deliberate practice bisa terealisasi dengan baik, pantau bagaimana anak menjalankannya. Anda bisa menemaninya saat berlatih, membantunya ketika kesulitan, dan memberinya semangat. Hindari memarahi anak berlebihan sebab akan membuatnya ketakutan dan tidak ingin berlatih lagi.
  • Perhatikan apa yang harus ia ulangi dan hindari

Dalam metode deliberate practice, Anda dapat mengidentifikasi kesalahan anak yang perlu dihindari dan hal yang harus diulangi untuk mengasah kemampuannya. Misalnya, anak terkadang melewati satu angka saat berhitung pengurangan. Beri tahu ia untuk lebih teliti lagi supaya kesalahannya bisa dihindari di kemudian hari.
  • Berikan umpan balik (feedback)

memberi saran pada anak
Beri umpan balik atau saran pada anak
Langkah selanjutnya untuk menerapkan deliberate practice adalah memberi umpan balik atau saran supaya anak mengetahui sejauh mana perkembangannya dan apakah perlu dilakukan penyesuaian dalam rencana. Saat memberi umpan balik, pastikan Anda menggunakan kata-kata yang bisa membangun semangatnya. Jika anak menyadari perkembangannya, ia akan lebih berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan lebih sedikit melakukan kesalahan.
  • Berikan apresiasi jika anak menunjukkan kemajuan

Apabila anak sudah melakukan deliberate practice dengan baik, pastikan orangtua memberi apresiasi. Anda dapat memberinya pujian atau hadiah yang ia sukai. Bentuk apresiasi ini dapat membuat anak merasa mendapatkan dukungan yang positif. Namun, jangan sampai berlebihan.Bukan perkara mudah bagi anak untuk menerapkan deliberate practice, tapi orangtua harus senantiasa mendukungnya supaya tujuannya bisa tercapai.Sementara, jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
tips parentinganak sekolahcara mendidik anak
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/memory-medic/202010/deliberate-practice
Diakses pada 24 Juni 2021
James Clear. https://jamesclear.com/deliberate-practice-theory
Diakses pada 24 Juni 2021
BBC. https://www.bbc.com/worklife/article/20190318-how-to-master-new-skills-with-deliberate-practice
Diakses pada 24 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait