Mendeteksi Kehamilan Hingga Prediksi HPL, Ini 7 Manfaat USG

Pemeriksaan USG perlu dilakukan untuk memantau perkembangan bayi dalam kandungan
Ibu hamil perlu memeriksakan kandungannya secara rutin dengan melakukan USG

Kunjungan ke dokter kandungan setiap bulannya pasti menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi calon orangtua baru. Tak heran, saat berkonsultasi dengan dokter serta memeriksa kandungan lewat USG pasti terasa “lebih dekat” dengan buah hati di kandungan. Tak hanya itu, manfaat USG juga penting untuk memantau apakah perkembangan bayi sesuai dengan usianya.

Setidaknya setiap ibu hamil pasti menjalani pemeriksaan USG setidaknya satu kali selama periode kehamilannya, terutama saat usia kehamilan minggu ke-16 hingga ke-20. USG sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah pada pertumbuhan janin.

Pemeriksaan USG bisa dibilang cukup akurat karena dapat menunjukkan organ tubuh bayi sesuai dengan tahapan usia dalam kandungan. Meski demikian, ada kalanya interpretasi saat melihat hasil scan meleset. 

Di sinilah pentingnya melakukan pemeriksaan USG secara berkala untuk memastikan tidak ada false alarm atau kesalahan dalam mendeteksi masalah saat kehamilan.

Manfaat USG bagi kehamilan

Ada banyak sekali manfaat USG bagi kehamilan, terutama untuk memastikan pertumbuhan bayi sesuai dengan usianya. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah mendeteksi sedini mungkin apabila ada cacat pada janin dan mengambil langkah mengatasinya.

Beberapa manfaat USG bagi kehamilan adalah:

1. Memastikan kehamilan

Ketika testpack menunjukkan dua garis dan siklus menstruasi terlambat, maka dokter kandungan dapat memastikan apakah seseorang benar-benar sedang hamil atau tidak. Inilah manfaat USG yang paling awal yaitu mendeteksi apakah ada kantong janin yang terlihat dan kemudian ada bayi di dalam kantong bayi tersebut.  

2. Mendeteksi kelainan bawaan

Setidaknya kelainan bawaan baik yang ringan maupun berat terjadi pada 3% kehamilan. Manfaat USG yang paling utama adalah untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya hal ini. 

Tentunya, deteksi USG pada trimester kedua akan jauh lebih akurat ketimbang trimester pertama dan ketiga. Pada trimester pertama, janin belum berkembang sempurna. Sementara pada trimester ketiga, ada kalanya ukuran janin sudah besar sehingga tidak seluruh organnya bisa terlihat jelas.

Manfaat USG adalah mendeteksi kelainan bawaan yang mungkin terjadi pada 30% kehamilan berisiko rendah dan 60% kehamilan berisiko tinggi. Jenis kelainan yang bisa terdeteksi seperti ukuran panjang bayi, kelebihan jumlah jari, hingga bentuk tangan.

3. Mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan

Manfaat USG berikutnya adalah memastikan calon orangtua bisa memantau perkembangan bayi sesuai dengan usia mereka. Mulai dari berat badan, panjang tulang belakang, panjang tulang paha, hingga tumbuhnya organ tubuh secara perlahan.

Dokter kandungan juga akan memberi penjelasan apakah perkembangan dan berat badan bayi sudah sesuai usianya atau tidak. Dari situ, bisa diambil keputusan apakah perlu menambah suplemen, mengurangi berat badan ibu, dan sebagainya.

4. Mendeteksi jenis kelamin bayi

Satu hal yang paling membuat penasaran calon orangtua adalah jenis kelamin bayi mereka. Pada usia kehamilan menginjak bulan ke-5, biasanya sudah terlihat apakah bayi yang dikandung seorang perempuan atau laki-laki. 

Uniknya, jenis kelamin yang terdeteksi juga bisa berubah saat pemeriksaan USG bulan-bulan berikutnya. Hal ini bukan karena jenis kelaminnya yang berubah bentuk ya! Tetapi bisa saja saat pemeriksaan, bayi ‘malu’ dan menghalangi bagian kelaminnya sehingga bagian kelamin tidak bisa terlihat dengan jelas.

5. Menentukan hari perkiraan lahiran (HPL)

Kapan seorang ibu akan melahirkan tentu menentukan banyak pertimbangan hal lain, mulai dari persiapan persalinan hingga urusan cuti dari pekerjaan. Dibandingkan dengan menghitung hari perkiraan lahiran dari hari pertama haid terakhir (HPHT), manfaat USG adalah menghitung HPL dengan lebih akurat.

Berdasarkan USG trimester pertama dan awal trimester kedua, akan lebih jelas kapan prediksi HPL. Namun USG pada trimester ketiga, penghitungan HPL lebih tidak akurat karena bayi sudah semakin besar dan tidak bisa terlihat dengan jelas hanya lewat USG.

6. Mendeteksi detak jantung

Manfaat USG yang tak kalah penting adalah mendeteksi detak jantung pada bayi. Biasanya, hal ini dilakukan pada kehamilan minggu ke-7 hingga ke-8. Jika terdeteksi, biasanya dokter kandungan akan menjadwalkan pemeriksaan USG berikutnya dengan selisih beberapa hari. Detak jantung bayi bisa terdengar umumnya saat USG dilakukan pada kehamilan minggu ke-8. 

7. Mendiagnosis keguguran

Pada trimester pertama, cukup sulit untuk mendeteksi ada tidaknya kehamilan hanya dengan sekali pemeriksaan USG. Itu sebabnya dokter kandungan merekomendasikan pemeriksaan USG setidaknya dua kali berturut-turut.

Manfaat USG yang terakhir dan tidak kalah penting adalah menentukan apakah seorang wanita mengalami keguguran atau tidak. Selain itu, juga akan ada pemeriksaan level hCG sang calon ibu.

Jangan menyepelekan manfaat USG karena ada begitu banyak yang bisa terdeteksi dengan pemeriksaan sonografi ini. Jika ada yang mengganjal dan masih menjadi pertanyaan, tak perlu segan bertanya kepada dokter kandungan Anda.

Seberapa seringnya pemeriksaan USG perlu dilakukan bergantung pada kondisi kehamilan Anda. Jika termasuk yang berisiko tinggi, maka pemeriksaan USG bulanan akan lebih sering dilakukan. Namun jika tidak, diskusikan bersama pasangan dan dokter kandungan Anda waktu yang tepat untuk menjalani pemeriksaan USG.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/fetal-ultrasound/about/pac-20394149
Diakses 8 Oktober 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/diagnosing-congenital-birth-defects-2371407
Diakses 8 Oktober 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/questions-ultrasound-accuracy-pregnancy-2371414
Diakses 8 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/ultrasound#1
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed