Mendengarkan Musik Relaksasi Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak

Mendengarkan musik relaksasi dapat membuat pikiran lebih tenang dan terhindar dari stres
Pilih musik relaksasi dengan tempo lambat dan instrumen melodik

Setelah seharian lelah beraktivitas, Anda tentu membutuhkan waktu untuk beristirahat. Sayangnya, ketika memejamkan mata berbagai hal bisa muncul di pikiran sehingga membuat Anda sulit tertidur. Akan tetapi, mendengarkan musik relaksasi dipercaya menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menenangkan pikiran dan membuat tidur lebih cepat. Lantas, musik relaksasi seperti apa yang harus didengarkan?

Memilih musik relaksasi

Musik untuk relaksasi umumnya merupakan musik dengan tempo yang lambat dan instrumen melodik, seperti halnya piano. Akan tetapi, terdapat pula jenis-jenis musik lain yang digunakan untuk relaksasi. Berikut musik relaksasi yang bisa Anda pilih:

1. Musik klasik kontemporer

Musik klasik kontemporer memiliki tempo yang lambat dan mengalir. Tak ada nada yang naik turun dengan signifikan. Bahkan musiknya pun terus mengalun hingga bisa membuat Anda menjadi lebih rileks.

2. Musik santai

Genre musik yang santai, seperti halnya blues, jazz, atau folk bisa membantu Anda menenangkan pikiran. Namun, pastikan Anda memilih alunan musik yang tepat sehingga perlahan membuat Anda tidur lebih nyenyak.

3. Musik akustik

Musik akustik tanpa adanya vokal merupakan salah satu musik yang dapat memberi efek menenangkan. Akustik gitar menjadi pilihan yang baik untuk membantu Anda tertidur pulas.

4. Musik meditasi dan suara alam

Musik meditasi dan suara alam, seperti angin, air mengalir, dedaunan atau kicauan burung dapat dengan cepat membuat Anda rileks. Ketika pikiran menjadi lebih tenang, maka Anda bisa tertidur dengan mudah.

Hindari musik yang dapat membuat Anda merasakan emosi yang kuat, baik kesedihan atau kegembiraan karena justru bisa memicu pikiran Anda menjadi lebih aktif. Jika Anda telah menemukan musik relaksasi yang dirasa cocok, maka Anda dapat membuat playlist musik tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda ketika menyetel musik, dan mencegah pemutaran musik dengan acak secara tiba-tiba hingga dapat merusak suasana.

Manfaat musik relaksasi

Musik memiliki efek yang beragam pada tubuh dan pikiran, seperti memengaruhi pernapasan dan detak jantung, memicu pelepasan hormon, merangsang sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan pusat kognitif dan emosional otak. 

Mendengarkan musik relaksasi sebelum tidur dapat membantu Anda menyetel tubuh ke “mode tidur” baik secara fisik maupun psikologis. Sebagai alat untuk memperbaiki tidur, musik relaksasi dapat membuat kondisi tubuh rileks dengan:

  • Memperlambat pernapasan
  • Menurunkan detak jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menenangkan sistem saraf
  • Meredakan ketegangan otot
  • Memicu pelepasan hormon untuk tidur, termasuk serotonin dan oksitosin
  • Mengurangi hormon-hormon penghalang tidur, seperti kortisol

Bahkan menurut penelitian, mendengarkan musik klasik relaksasi menjadi tindakan yang efektif dalam mengurangi masalah tidur. Di samping itu, musik relaksasi juga dapat mengurangi stres dan kecemasan. Akan tetapi, jangan memakai earphone ketika mendengarkan musik saat akan tidur karena bisa membuat tidak nyaman dan melukai saluran telinga jika Anda sedang berguling.

Hal yang harus dilakukan sebelum mendengarkan musik relaksasi

Sebelum mendengarkan musik relaksasi, Anda dapat menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks dengan mandi air hangat. Selanjutnya, matikan tv, laptop atau hal lain yang membuat pikiran Anda sulit tenang.

Selain itu, Anda juga harus menciptakan suasana tidur yang nyaman. Pastikan tempat tidur bersih dan rapi, serta gunakan lampu tidur dengan cahaya yang remang-remang guna merangsang Anda agar mengantuk.

Ketika berbaring cobalah untuk bernapas dalam-dalam selama 4 detik, ulangi hingga Anda merasa detak jantung melambat dan pikiran mereda. Lepaskan segala kekhawatiran dan beban pikiran yang Anda rasakan. Jangan sampai kemelut dalam pikiran Anda memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur yang Anda miliki.

Apabila Anda mengalami sulit tidur di malam hari, mudah lelah saat aktivitas di siang hari, dan sulit fokus, mungkin Anda mengalami insomnia. Jika sudah melakukan relaksasi tapi masih mengalami gejala tersebut, maka segeralah ke dokter

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18426457
Diakses pada 28 April 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleep-newzzz/201812/the-many-health-and-sleep-benefits-music
Diakses pada 28 April 2020

Sleep Advisor. https://www.sleepadvisor.org/best-sleep-music/
Diakses pada 28 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-science-19/better-rest/slideshow-sleep-quiet-mind
Diakses pada 28 April 2020

Artikel Terkait