Mendadak Tidak Nafsu Makan? Waspadai 5 Penyebabnya Ini

Penyebab tidak nafsu tidak melulu karena sakit, melainkan juga beberapa hal lainnya
Penyebab tidak nafsu makan pada setiap orang tentu berbeda-beda

Tidak nafsu makan umumnya dialami oleh orang yang sedang sakit. Akan tetapi, penyebab tidak nafsu makan tak melulu karena sakit, melainkan bisa juga akibat efek samping obat-obatan, stres berlebihan, hingga kondisi medis tertentu.

Lantas, manakah penyebab tidak nafsu makan yang patut diwaspadai? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Berbagai penyebab tidak nafsu makan yang patut diwaspadai

Nafsu makan menurun tentu pernah dialami oleh hampir setiap orang. Penyebabnya pun sudah pasti berbeda-beda. 

Jika nafsu makan menurun, Anda akan merasa lemas. Pada kasus yang ekstrem, tidak nafsu makan terus menerus dapat mengalami penurunan berat badan. Bila tidak ditangani dengan tepat, nafsu makan menurun dapat menyebabkan kondisi medis yang serius. 

Maka dari itu penting untuk mengetahui penyebab tidak nafsu makan berikut ini:

1. Mengalami infeksi yang diakibatkan oleh bakteri atau virus

Salah satu penyebab tidak nafsu makan yang umum terjadi pada setiap orang adalah infeksi bakteri atau virus. Misalnya, pilek dan flu, infeksi pernapasan, gangguan pencernaan, asam lambung, alergi, keracunan makanan, sakit perut, hingga sembelit. 

Kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, nafsu makan akan kembali muncul bila Anda sudah pulih atau saat gejala penyakit tersebut menghilang. 

2. Mengonsumsi obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu jadi penyebab tidak nafsu makan
Konsumsi obat tertentu dapat menyebabkan nafsu makan menurun

Beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab tidak nafsu makan selanjutnya. Jenis obat-obatan yang dapat memengaruhi nafsu makan seseorang, antara lain:

  • Obat sedatif atau obat tidur
  • Beberapa jenis antibiotik
  • Obat imunoterapi
  • Obat-obatan kemoterapi
  • Obat kodein
  • Morfin

Seseorang yang baru saja menjalankan prosedur operasi biasanya juga mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini karena dipengaruhi oleh obat anestesi yang digunakan selama operasi berlangsung. 

3. Stres

Ada beberapa faktor psikologis yang menjadi penyebab tidak nafsu makan, salah satunya adalah stres. Stres dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan nafsu makan. 

Pada beberapa orang, kondisi ini bersifat sementara. Artinya, nafsu makan akan kembali muncul jika penyebab stres hilang. 

Selain stres, penurunan nafsu makan dari sisi psikologis juga disebabkan bila Anda sedang sedih, merasa tertekan, berduka, cemas, gangguan makan (bulimia atau anoreksia). 

Jika dibiarkan terus-menerus, penyebab tidak nafsu makan karena stres dapat berakhir pada penurunan berat badan. 

4. Mengalami kondisi medis tertentu

Siapa sangka bahwa tidak nafsu makan terus menerus dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun. Akibatnya, Anda bisa saja mengidap sejumlah penyakit berbahaya, seperti:

  • Gangguan pencernaan, seperti irritable bowel syndrome dan penyakit Crohn
  • Gagal jantung
  • Diabetes
  • Gagal ginjal kronis
  • Penyakit hati kronis
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah
  • Hipotiroid, yakni kondisi kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih sedikit
  • Hipertiroid, yakni kondisi kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih banyak
  • Kanker lambung, kanker usus besar, kanker ovarium, kanker pankreas
  • HIV
  • Demensia

5. Faktor usia

Penyebab tidak nafsu makan bisa terjadi pada orang lanjut usia
Orang yang sudah lanjut usia dapat mengalami penurunan nafsu makan

Nafsu makan menurun umum terjadi pada orang lanjut usia. Selain karena konsumsi obat-obatan, penyebab tidak nafsu makan pada orang lanjut usia adalah perubahan fungsi kerja tubuh sehingga memengaruhi sistem pencernaan, hormon, serta indera perasa dan penciuman. 

Cara meningkatkan nafsu makan yang menurun

Cara meningkatkan nafsu makan yang menurun tergantung pada penyebabnya. 

Jika penyebab tidak nafsu makan adalah infeksi bakteri atau virus, biasanya nafsu makan Anda akan kembali muncul setelah infeksi mereda. 

Makan bersama teman atau anggota keluarga, memasak makanan favorit, serta makan di restoran juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan Anda yang mendadak hilang. 

Selain itu, Anda bisa mempertimbangkan untuk hanya makan satu kali sehari yang diselingi dengan mengonsumsi camilan ringan. Atau makan makanan dalam jumlah kecil dapat meningkatkan nafsu makan Anda yang menurun.

Jika penyebab tidak nafsu makan karena konsumsi obat-obatan, dokter mungkin akan mengubah dosis atau jenis obat yang diresepkan kepada Anda. Jangan mengubah dosis atau obat yang diresepkan tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. 

Sedangkan, jika penyebab tidak nafsu makan karena stres, depresi, atau cemas, segera konsultasikan dengan psikolog. Mengonsumsi obat antidepresan mungkin dapat membantu mengembalikan nafsu makan yang hilang. Akan tetapi, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Kapan harus ke dokter?

Nafsu makan yang hilang terus menerus dapat menyebabkan berat badan menurun, bahkan kondisi malnutrisi. Maka dari itu, penting bagi setiap orang mengetahui penyebab tidak nafsu makan agar dapat diatasi dengan segera. 

Anda harus menemui dokter apabila kondisi tidak nafsu makan berlangsung cukup lama. Ini berlaku juga bila Anda mengalami penurunan berat badan tiba-tiba secara drastis. 

Periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala lain yang menyertai penyebab tidak nafsu makan, seperti batuk, demam, sakit perut, sesak napas, atau detak jantung yang tidak beraturan. 

Dengan ini, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab tidak nafsu makan yang Anda alami. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/appetite-decreased

Diakses pada 20 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/stress/stress-weight-loss#other-signs-of-stress

Diakses pada 20 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324011#treatment

Diakses pada 20 Februari 2020