Mencoba Obat Rambut Rontok di Apotek, Kenali Juga Efek Sampingnya


Selain perawatan alami, obat rambut rontok juga bisa menjadi penyelamat sebelum masalah menjadi semakin parah. Setidaknya, mengonsumsi obat rontok rambut bisa membuat prosesnya lebih lambat.

(0)
04 Dec 2020|Azelia Trifiana
Obat rambut rontok yang bisa dibeli di apotekAda beberapa obat rambut rontok di apotek yang bisa digunakan untuk mengurangi kerontokan
Selain perawatan alami, obat rambut rontok juga bisa menjadi penyelamat sebelum masalah menjadi semakin parah. Setidaknya, mengonsumsi obat rontok rambut bisa membuat prosesnya lebih lambat.Namun, membeli obat rambut rontok di apotek juga harus disesuaikan dengan kondisi rambut. Ada beragam jenis kerontokan rambut baik pada perempuan maupun laki-laki. Pemicunya pun bisa berbeda mulai dari penuaan hingga kondisi medis.

Jenis obat rontok rambut

Rambut rontok dapat mengganggu penampilan
Obat yang bereaksi sangat baik pada orang lain belum tentu menghasilkan manfaat yang sama pada Anda. Jadi, kenali betul apa pengobatan yang akan dikonsumsi atau dilakukan serta sesuaikan dengan kondisi rambut.Beberapa jenis obat rambut rontok di antaranya:

1. Obat rambut rontok di apotek

Dua jenis kandungan obat yang paling umum diberikan untuk mengatasi kerontokan rambut adalah:
  • Minoxidil

Ini adalah jenis obat yang dijual bebas tanpa harus disertai resep dokter. Bentuknya ada yang cair, busa, dan sampo. Untuk hasil yang efektif, setidaknya aplikasikan ke kulit kepala sekali sehari untuk perempuan, serta dua kali sehari untuk laki-laki.Produk dengan kandungan minoxidil membantu menumbuhkan rambut sekaligus mencegah kerontokan. Namun, tentu hasilnya tidak instan. Perlu waktu beberapa bulan untuk tahu apakah benar-benar efektif.Efek samping yang dapat muncul dari penggunaan obat ini adalah iritasi kulit kepala serta tumbuhnya rambut atau bulu di wajah dan tangan.
  • Finasteride

Kerontokan pada laki-laki bisa diatasi dengan mengonsumsi finasteride yang ada dalam bentuk pil. Banyak yang mengakui obat ini dapat mencegah kerontokan hingga menambah lebih banyak rambut tumbuh.Berbeda dengan minoxidil, obat ini hanya bisa diperoleh lewat resep dokter. Efek samping yang mungkin muncul namun langka adalah berkurangnya gairah seksual. Tak hanya itu, ibu hamil juga sebaiknya menghindari kontak langsung dengan obat ini.Selain kedua jenis obat di atas, ada juga opsi lain seperti spironolactone dan dutasteride. Semua obat rontok rambut yang ada di apotek umumnya perlu waktu 6-12 bulan hingga terlihat hasilnya.

2. Terapi laser

Selain obat, terapi laser juga bisa mengurangi peradangan di folikel rambut. Ada kalanya radang ini yang menghambat rambut tumbuh kembali. Menurut studi pada tahun 2016, terapi laser level rendah adalah metode yang aman dan efektif untuk kebotakan pada laki-laki.

3. Operasi transplantasi rambut

Transplantasi rambut umumnya mengambil sampel dari bagian kepala yang masih cukup lebat. Saat melakukan prosedur ini, dokter spesialis akan mengambil rambut dan memindahkannya ke area yang mengalami kerontokan atau kebotakan.Setiap bagian rambut ini memiliki helaian yang bisa lebih dari satu. Pasien yang menjalaninya akan diberi obat bius untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Umumnya, prosedur transplantasi bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik tanpa harus rawat inap.Risiko yang mungkin muncul adalah perdarahan, luka, infeksi, dan juga pembengkakan. Untuk bisa mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, bisa diperlukan lebih dari satu kali prosedur operasi.Apabila kerontokan atau kebotakan yang dialami adalah keturunan, ada kemungkinan akan tetap terjadi meski telah melakukan upaya penanganan di atas. Untuk itu, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sehingga bisa memperhitungkan keberhasilan dan risikonya.

Mengubah gaya hidup

Pijat diri sendiri dar leher hingga ke kepala untuk lancarkan aliran dara serta merangsang folikel rambut
Selain perawatan di atas, mengubah gaya hidup juga berpengaruh terhadap berkurangnya kerontokan rambut, seperti:
  • Berhenti merokok

Bahaya merokok juga termasuk menyebabkan kerontokan serta muncul uban di usia muda. Rupanya, memang ada keterkaitan antara merokok dan kerontokan rambut. Zat kimia beracun dalam rokok bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga sirkulasi nutrisi ke folikel rambut tidak lancar.
  • Pijat kulit kepala

Jika bisa memijat diri sendiri saat badan terasa pegal, tak ada salahnya memijat kulit kepala. Manfaatnya adalah memberikan stimulasi pada folikel rambut. Dalam sebuah studi sederhana, terbukti partisipan yang dipijat kulit kepalanya selama 4 menit setiap harinya selama 24 minggu memiliki rambut lebih lebat.
  • Makanan seimbang

Perbanyak pula mengonsumsi makanan tinggi zat besi, asam lemak omega-3, dan juga yang tinggi protein. Contohnya seperti sayuran hijau, daging sapi rendah lemak, telur, ikan, kuning telur, dan makanan laut. Batasi pula konsumsi makanan dengan pemanis tambahan.

Apabila memutuskan mengonsumsi obat rambut rontok di apotek, ketahui betul dosis dan cara penggunaannya. Ingat bahwa hasilnya tak akan terlihat instan, perlu waktu beberapa bulan hingga terlihat.Jika ada reaksi yang cukup signifikan seperti rambut rontok jauh lebih banyak, muncul ruam serta kulit bersisik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
rambut rontokkulit dan kecantikankesehatan rambut
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/diagnosis-treatment/drc-20372932
Diakses pada 19 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-loss-treatments-for-men
Diakses pada 19 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12673073/
Diakses pada 19 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26690359/
Diakses pada 19 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait