Mencermati Penyebab Kanker Payudara serta Faktor Risikonya

(0)
25 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab kanker payudara adalah mutasi atau perubahan DNA sel di payudaraPemeriksaan payudara perlu dilakukan untuk mendeteksi risiko kanker payudara
Sesuai namanya, kanker payudara merupakan sel kanker yang bermula di jaringan payudara. Kanker ini utamanya mengintai wanita, walau kaum Adam juga bisa berisiko mengalami kanker ini. Banyak faktor dan kondisi yang meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, apa sebenarnya penyebab kanker payudara?

Apa penyebab kanker payudara?

Secara umum, penyebab kanker payudara adalah mutasi atau perubahan pada DNA sel di payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel tumbuh secara abnormal dan tak terkendali. Sel-sel tersebut membelah lebih cepat dibanding sel sehat lain dan berkumpul membentuk massa atau benjolan. Kanker payudara seringkali bermula pada sel yang terdapat di saluran atau duktus penghasil air susu (disebut karsinoma duktal invasif). Beberapa kasus kanker payudara juga bermula di jaringan glandular payudara yang disebut lobulus (dikenal dengan karsinoma lobular invasif) atau bagian payudara lain. Seperti kanker lain, kanker payudara dapat menyebar atau metastasis nodus limfa maupun bagian tubuh lain penderitanya.Para ahli memercayai bahwa kombinasi hormon, gaya hidup, dan faktor lingkungan dapat menjadi faktor risiko penyebab kanker payudara. Walau begitu, kanker ini tetap dapat dialami oleh individu yang tidak berisiko – atau malah tidak dialami oleh orang yang berisiko. Secara garis besar, interaksi genetik dan lingkungan berkemungkinan besar menjadi faktor penyebab kanker payudara.

Ragam faktor risiko kanker payudara

Penyebab kanker payudara yakni mutasi pada DNA sel. Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Faktor risiko kanker payudara termasuk:

1. Wanita

Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Walau kanker ini juga bisa terjadi pada laki-laki, payudara wanita lebih aktif untuk tumbuh akibat aktivitas hormon estrogen dan progesteron. Aktivitas hormon ini meningkatkan risiko kanker payudara.

2. Pertambahan usia

Selain faktor jenis kelamin, pertambahan usia juga menjadi faktor risiko kanker payudara yang signifikan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kebanyakan kasus kanker payudara didiagnosis di atas usia 50 tahun.

3. Riwayat gangguan pada payudara

Wanita yang memiliki riwayat gangguan payudara seperti lobular karsinoma in situ (pertumbuhan sel payudara abnormal) dan hiperplasia atipikal (akumulasi sel payudara yang abnormal) dikaitkan dengan risiko kanker payudara.

4. Riwayat kanker payudara di keluarga

Apabila ibu, saudari, atau anak perempuan seseorang terdiagnosis kanker payudara (terutama di usia muda), maka individu tersebut juga berisiko mengalami kanker payudara. Walau begitu, sebagian besar penderita kanker payudara tidak memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker ini.

5. Mutasi gen turunan

Mutasi genetik tertentu meningkatkan risiko kanker payudara yang bisa diturunkan dari orangtua ke anak. Jenis mutasi gen yang paling berisiko memicu kanker ini dikenal dengan BRCA1 dan BRCA2. Gen tersebut dilaporkan juga meningkatkan risiko kanker lain.

6. Menjalani terapi radiasi di masa lalu

Terapi radiasi untuk menangani kanker lain yang diarahkan ke dada juga menjadi faktor risiko kanker payudara - yang biasanya dilakukan saat seseorang masih anak-anak dan remaja. Risiko dari terapi radiasi sangat tinggi jika dilakukan saat payudara masih berkembang.

7. Riwayat menstruasi dan menopause

Menstruasi pertama yang datang terlalu awal, yakni sebelum usia 12 tahun, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Risiko kanker ini juga meningkat jika seorang wanita baru mengalami menopause setelah usia 55 tahun.

8. Hamil pertama di atas usia 30 tahun

Wanita yang melahirkan anak pertamanya setelah berusia 30 tahun lebih berisiko mengalami kanker payudara.

9. Tidak pernah hamil dengan periode penuh

Risiko kanker payudara berisiko meningkat pada wanita yang tidak pernah hamil dengan periode penuh – dibandingkan wanita yang memiliki satu atau lebih kehamilan. Tidak pernah menyusui juga berpeluang meningkatkan risiko kanker payudara.

10. Berat badan berlebih

Obesitas menjadi faktor risiko kanker payudara
Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker payudara
Memiliki berat badan berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara – terutama pada wanita setelah menopause. Pasalnya, jaringan lemak di dalam tubuh menjadi sumber utama estrogen. Apabila memiliki kadar lemak yang tinggi, kadar estrogen pun juga akan meningkat – yang kemudian dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

11. Terapi hormon selama menopause

Terapi hormon untuk meredakan gejala menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Terapi hormon tersebut termasuk kombinasi estrogen maupun progesteron. 

12. Gaya hidup tidak sehat

Beberapa gaya hidup tidak sehat dikaitkan dengan risiko kanker payudara. Gaya hidup tidak sehat tersebut termasuk:
  • Kurang berolahraga
  • Mengonsumsi alkohol
  • Merokok
  • Terlalu banyak mengonsumsi makan tinggi lemak

Menurunkan risiko kanker payudara dan menghindari perburukan kondisinya

Langkah berikut ini bisa diterapkan untuk menurunkan risiko kanker payudara atau menghindari perburukan penyakit ini:
  • Mendiskusikan dengan dokter terkait screening kanker payudara, termasuk mammografi atau mammogram
  • Memerhatikan setiap perubahan yang ada di payudara. Jika muncul benjolan atau tanda lain di payudara, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol
  • Berolahraga  teratur, yakni minimal 30 menit dalam sehari selama beberapa hari dalam seminggu
  • Menjaga berat badan ideal
  • Membatasi terapi hormon saat memasuki fase menopause
  • Mengonsumsi makanan sehat, termasuk dengan menghindari lemak jahat
Beberapa wanita yang berisiko tinggi mungkin akan mengonsumsi obat penurun risiko kanker payudara, seperti penghambat estrogen, serta memutuskan untuk mengangkat payudara mereka. Pastikan Anda memahami efek samping obat dan operasi jika memilih dua metode pencegahan tersebut.

Catatan dari SehatQ

Penyebab kanker payudara adalah mutasi DNA pada sel payudara – yang membuatnya tumbuh dan membelah membentuk massa. Faktor risiko kanker payudara pun sangat beragam, yang beberapa di antaranya bisa dikendalikan.
kanker payudaraobesitashormonterapi hormonaltumor jinak payudara
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/how-does-breast-cancer-form.html
Diakses pada 10 September 2020
Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/understand_bc/risk/factors
Diakses pada 10 September 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/risk_factors.htm
Diakses pada 10 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait