Seputar Penuaan Dini: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Pencegahan


Penuaan dini ditandai dengan munculnya keriput, kerutan, dan garis halus. Penyebab penuaan dini, di antaranya paparan sinar matahari, kontraksi otot wajah yang berulang, posisi tidur kurang baik, hingga kebiasaan merokok. Meski tidak dapat dihindari, Anda bisa melakukan cara mencegah penuaan dini.

0,0
Cara mencegah penuaan dini bisa dilakukan dengan perawatan dari luarMengoleskan tabir surya sebelum bepergian ke luar rumah efektif mencegah penuaan dini
Proses penuaan umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Seiring bertambahnya usia, jaringan kolagen dan elastin tubuh akan melemah. Akibatnya, elastisitas kulit berkurang sehingga tanda-tanda penuaan, seperti keriput atau kerutan, muncul. Akan tetapi, proses ini bisa saja terjadi lebih awal yang dikenal dengan istilah penuaan dini.
Anda mungkin tidak dapat menghindari munculnya tanda penuaan. Namun, Anda bisa memperlambat kemunculannya dengan mengetahui penyebab dan cara mencegah penuaan dini yang tepat.

Tanda atau ciri-ciri penuaan dini

Pada dasarnya, tanda penuaan dini sebenarnya mirip dengan penuaan kulit secara normal, tetapi terjadi lebih awal. Setiap orang mengalami proses penuaan yang berbeda-beda. Umumnya, seseorang bisa dikatakan mengalami penuaan dini apabila proses ini terjadi sebelum usia 35 tahun. Berikut adalah ciri-ciri penuaan dini yang perlu diwaspadai:
  • Munculnya keriput ataupun kerutan
  • Kulit kendur
  • Menipisnya kulit yang membuat kulit terlihat transparan dan mudah lebam
  • Kulit yang kering dan kasar
  • Kulit menjadi lebih rapuh
  • Kurangnya pigmen kulit yang membuat warna kulit memudar
Adapun penjelasan selengkapnya mengenai ciri-ciri penuaan dini adalah sebagai berikut.

1. Kerutan atau keriput serta kulit kendur

Penuaan dini bisa memunculkan kerutan di bawah mata
Tanda penuaan dini bisa muncul di area dahi
Salah satu ciri-ciri penuaan dini adalah munculnya kerutan atau keriput serta kulit kendur. Hal ini bisa terjadi karena kulit akan memperlambat produksi kolagen sehingga elastisitasnya semakin menghilang saat memasuki usia 30-an. Padahal, kolagen berfungsi menjaga kekenyalan kulit. Lemak di bawah kulit, di pipi, dagu, dan hidung Anda pun bisa ikut hilang sehingga membuat kulit wajah semakin kendur.Biasanya, Anda bisa melihat tanda penuaan dini, terutama pada area sekitar otot yang sering digunakan, seperti dahi, atau area tubuh yang kerap terpapar sinar matahari langsung. 

2. Bintik hitam 

Bintik-bintik hitam di kulit juga jadi ciri-ciri penuaan dini. Kondisi ini dikenal pula dengan bintik hitam penuaan. Bintik hitam biasanya muncul di area wajah, punggung tangan, atau lengan bagian bawah akibat paparan sinar matahari berlebih yang memicu hiperpigmentasi pada kulit.Flek hitam di kulit wajah akibat paparan sinar matahari bisa muncul di atas usia 40 tahun. 

3. Peradangan atau hiperpigmentasi di sepanjang dada 

Beberapa orang mungkin mengalami ciri penuaan dini berupa perubahan warna yang tidak merata di area dada seiring bertambahnya usia. Mirip dengan bintik-bintik hitam, kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel tubuh akibat paparan sinar matahari secara berlebihan. Hiperpigmentasi juga bisa muncul akibat eksim atau kondisi kulit lainnya yang merusak pigmen melanin, yakni suatu jenis pigmen pemberi warna pada kulit. 

4. Kulit kering dan gatal

Ciri-ciri penuaan dini adalah kerutan di wajah
Kulit kering dan terasa gatal jelang usia 40 tahun
Tahukah Anda kalau kulit kering dan gatal juga bisa menandakan ciri-ciri penuaan dini? Ya, proses penipisan kulit dermis (lapisan dalam kulit) yang memicu dehidrasi bisa membuatnya rentan kering dan mengelupas, serta rapuh, seiring bertambahnya usia.Anda mungkin akan menyadari kemunculan tanda penuaan dini ini jelang usia 40 tahun.  

5. Kulit tangan kendur

Tak hanya di wajah, lapisan atas kulit tangan juga bisa mengalami penipisan dan mengandung lebih sedikit protein penyusun, seperti kolagen. Akibatnya, kulit tangan Anda tampak mengendur, tipis, dan rentan muncul keriput.Sebenarnya, tidak diketahui pasti kapan kemunculan ciri penuaan dini ini. Namun, beberapa orang mulai menyadari kulit tangan jadi kendur pada akhir usia 30-an dan awal usia 40-an.

6. Rambut rontok

Rambut rontok juga jadi tanda penuaan dini yang mungkin dialami. Rambut rontok bisa muncul akibat sel induk yang memicu pertumbuhan rambut baru di folikel mati. Kondisi ini bisa terjadi karena pengaruh perubahan hormon, faktor lingkungan, genetika, dan pola makan.

Penyebab penuaan dini

Ada banyak hal yang menjadi penyebab penuaan dini terjadi, seperti:

1. Paparan sinar matahari

Penyebab penuaan dini di wajah akibat paparan sinar matahari berlebih
Jaringan kulit bisa rusak akibat paparan sinar UV
Salah satu penyebab penuaan dini pada wajah adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari secara berlebih. Sinar UV inilah yang dapat merusak salah satu jaringan kulit yang bernama elastin.Saat jaringan elastin rusak, kulit akan lebih mudah untuk mengendur dan meregang. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah keriput, terluka dan lebam, serta membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

2. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok jadi penyebab penuaan dini di wajah
Asap dan panas dari rokok bisa membentuk keriput
Bahaya merokok ternyata jadi penyebab penuaan dini yang umum terjadi. Alhasil, kulit terasa kering dan kasar, warna kulit memudar, serta muncul keriput tidak dapat terhindarkan. Berbagai jenis racun yang terkandung di dalam rokok akan membuat kulit Anda terpapar dengan stres oksidatif.Misalnya, asap dan panas dari rokok, serta kebiasaan yang membuat cepat tua, seperti mengerutkan area bibir saat merokok, sangat berkontribusi terhadap pembentukan keriput. Asap rokok juga dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit. Selain itu, kandungan nikotin dalam rokok bisa mempersempit pembuluh darah serta mengurangi asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel kulit.Tak hanya mengancam kesehatan kulit, kandungan zat racun dalam rokok bisa meningkatkan risiko kanker kulit akibat kandungan nitrosamin dan tar dalam rokok yang bersifat karsinogen.

Faktor yang meningkatkan risiko penuaan kulit

Ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemunculan penuaan pada kulit, seperti pola makan, gaya hidup, hingga faktor lingkungan. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Kontraksi otot wajah berulang

Kontraksi otot dari ekspresi wajah yang dilakukan secara berulang bisa meningkatkan faktor risiko penuaan dini, seperti keriput atau kerutan.Misalnya, tersenyum, menyipitkan mata, mengerutkan kening atau bibir, atau menggosok mata . Anda bisa menyadari ciri penuaan dini ini pada area ujung mata dan di antara kedua alis.  

2. Posisi tidur

Tidur menyamping bisa meningkatkan risiko penuaan dini
Tidur menyamping bisa berisiko memunculkan tanda penuaan
Tahukah Anda kalau posisi tidur juga bisa jadi penyebab penuaan dini berupa munculnya keriput?Saat Anda tidur dalam posisi menyamping, tekanan pada bantal bisa memunculkan garis-garis halus pada dagu, pipi, ataupun kening Anda.Tanda penuaan ini tidak terjadi secara instan, tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa memunculkan tandanya. Namun, bila kulit mulai kehilangan elastisitasnya, garis-garis halus tersebut akan lebih mudah terlihat.Biasanya ciri penuaan yang muncul karena posisi tidur, terletak pada bagian sisi kening, mulai dari bagian dari alis sampai ke garis rambut, dan bagian tengah pipi.

3. Pola tidur yang buruk

Tidak hanya posisi tidur, kurangnya waktu tidur yang berkualitas bisa membuat proses regenerasi sel tubuh jadi terganggu sehingga menyebabkan penuaan kulit terjadi. Setidaknya, ada sebuah studi kecil yang dimuat dalam Clinical and Experimental Dermatology  membuktikan bahwa pola tidur buruk dapat meningkatkan risiko penuaan kulit dan rusaknya fungsi penghalang kulit (skin barrier).

4. Pola makan kurang tepat

Pola makan yang kurang tepat bisa meningkatkan faktor risiko penuaan dini. Hal ini dibuktikan oleh sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Dermato-Endocrinology yang menyatakan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan bisa membuat kulit mudah rusak, termasuk mempercepat munculnya tanda penuaan.

5. Kebiasaan konsumsi alkohol dan kafein

Konsumsi kafein bisa menyebabkan penuaan dini
Konsumsi kafein berlebihan bisa memicu penuaan dini
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan disebut dapat membuat tubuh dehidrasi. Jika dilakukan terus menerus, hal ini bisa menyebabkan kulit mengendur seiring berjalannya waktu.Di samping itu, konsumsi kafein berlebihan juga dipercaya bisa menjadi penyebab penuaan dini. Namun, sejumlah ahli masih belum yakin apakah mengonsumsi kopi setiap hari dapat menyebabkan keriput.

6. Stres 

Banyak hal yang memicu kondisi stres pada diri Anda. Sayangnya, stres dapat meningkatkan faktor risiko penuaan dini pada kulit wajah dan tubuh.Saat stres, otak akan melepas hormon kortisol, yakni jenis hormon yang dapat melemahkan kolagen sehingga membuat kulit lebih cepat tua sebelum waktunya.Selain itu, tubuh akan memicu respons peradangan di dalam tubuh yang dapat merusak kebiasaan tidur Anda. Sebuah studi yang dimuat dalam The American Journal of Geriatric Psychiatry membuktikan bahwa hormon stres dan peradangan dapat membuat tubuh menua dengan cepat.

7. Faktor lingkungan

Menurut hasil studi yang dimuat dalam Dermato-Endocrinology, ciri penuaan dini, termasuk bintik hitam dan keriput, bisa semakin parah akibat paparan faktor lingkungan, seperti polusi udara atau udara yang sudah terkontaminasi. Hal ini bisa menyebabkan radikal bebas sehingga tanda penuaan dini bisa muncul. 

Cara mengatasi penuaan dini

Cara mengatasi penuaan dini yang muncul di awal, Anda cukup menggunakan produk perawatan kulit atau skincare yang mengandung retinoid, vitamin C, dan alpha hydroxy acids/AHANamun, untuk mengatasi penuaan dini yang disebabkan oleh paparan sinar matahari cenderung sedang atau parah, Anda bisa melakukan prosedur perawatan kulit, seperti chemical peeling, dermabrasi, atau laser resurfacingSedangkan, cara mengatasi penuaan dini berupa garis halus di wajah yang dalam bisa diatasi dengan suntik botulinum toxin (botox) atau filler, yang berisi asam hialuronat, lemak Anda sendiri, dan implan Gore-Tex.Beberapa orang mungkin ingin menjalani prosedur kecantikan, seperti facelift, brow lift, atau operasi kosmetik pada kelopak mata. Jika Anda ingin melakukan prosedur medis atau kecantikan tertentu sebagai cara menghilangkan penuaan dini pada wajah, pastikan untuk berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu. Dokter mungkin dapat memberikan rekomendasi jenis tindakan sesuai dengan kondisi dan masalah kulit Anda. Dengan demikian, tampilan kulit lebih muda bisa didapat secara maksimal. 

Cara mencegah penuaan dini yang mudah dilakukan

Ada beberapa cara mencegah penuaan dini yang bisa Anda lakukan agar tampak awet muda, seperti:

1. Gunakan sabun pembersih wajah yang lembut

Membersihkan wajah dengan sabun yang lembut sebagai cara mencegah penuaan dini
Gunakan pembersih wajah dengan bahan yang melembapkan
Salah satu cara mencegah penuaan dini pada wajah adalah dengan cuci muka menggunakan sabun pembersih wajah yang lembut. Sebaiknya, gunakan sabun cuci muka yang mengandung asam lemak esensial untuk menjaga kelembapan kulit. Sabun pembersih wajah mengandung teh hijau bermanfaat untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebasPastikan Anda mengusap wajah dengan gerakan memutar secara perlahan. American Academy of Dermatology menyarankan agar tidak terlalu keras menggosok wajah karena bisa berisiko mempercepat penuaan kulit wajah. 

2. Oleskan sunscreen dengan SPF tinggi

Cara mencegah penuaan dini yang paling penting adalah dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebih, terutama saat Anda melakukan aktivitas di luar rumah. Anda perlu menggunakan sunscreen atau tabir surya dengan broad spectrum dan SPF 30 pada area kulit wajah dan kulit yang tidak tertutup pakaian.Hindari memilih tabir surya mengandung alkohol karena bisa menyebabkan kulit menjadi kering. Supaya kolagen dalam kulit terlindungi, cari tabir surya yang memiliki kandungan antioksidan di dalamnya.Oleskan tabir surya ke permukaan kulit tiap pagi dan siang hari, serta ulangi setiap 2 jam atau lebih sering, jika Anda berkeringat atau berenang.Selain itu, Anda juga perlu melindungi kulit dengan mengenakan pakaian lengan panjang yang melindungi kulit tubuh, memakai topi atau payung (bila perlu), serta mencari tempat teduh saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Pakai produk perawatan kulit retinoid

Pakai krim retinoid sebagai cara mencegah penuaan dini
Penggunaan retinoid bisa membuat kulit lebih kencang
Seiring bertambahnya usia, kulit akan mulai kehilangan elastisitasnya sehingga tampak kendur. Maka dari itu, cara mencegah penuaan dini pada wajah bisa dengan mengoleskan produk skincare atau krim obat dengan kandungan turunan vitamin A, seperti retinoid. Akan tetapi, Anda tidak disarankan menggunakan retinoid bersamaan dengan obat jerawat benzoil peroksida. Pasalnya, benzoil peroksida dapat mengoksidasi retinoid sehingga efektivitas cara kerjanya dapat berkurang. Bagi Anda yang sedang hamil atau berencana untuk hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan retinoid sebagai perawatan kulit sehari-hari.

4. Gunakan produk perawatan kulit mengandung antioksidan dan peptida

Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit mengandung antioksidan dan peptida, seperti vitamin A, C, dan E, teh hijau, dan ekstrak biji anggur sebagai cara mencegah penuaan dini pada wajah selanjutnya.Anda disarankan untuk mengoleskan produk ini pada pagi hari sebelum menggunakan pelembap dan tabir surya agar melindungi kulit dari kerusakan. 

5. Lakukan eksfoliasi secara rutin

Setiap 28 hari sekali, kulit akan secara teratur melepaskan sel-sel yang mati. Namun, proses tersebut akan semakin melambat seiring bertambahnya usia sehingga membuat kulit menjadi terlihat kusam dan tampak lebih tua.Untuk menghilangkan sel mati yang menumpuk dan membuat kulit menjadi lebih cerah, lakukan eksfoliasi secara rutin seminggu sekali. Perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam scrub untuk menghindari iritasi kulit.

6. Hindari ekspresi wajah berulang

Cara mencegah penuaan dini secara alami adalah hindari ekspresi wajah berulang
Hindari ekspresi wajah berulang agar tidak muncul tanda penuaan
Anda bisa menghindari ekspresi wajah terlalu sering agar terhindar dari kontraksi wajah yang menyebabkan penuaan pada kulit. Sebagai solusinya, Anda bisa mengenakan kacamata hitam untuk membantu mengurangi garis-garis halus yang disebabkan oleh menyipitkan mata.

7. Makan makanan sehat dan bergizi

Cara mencegah penuaan dini secara alami dari dalam tubuh adalah dengan makan makanan yang sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Kedua jenis makanan anti aging bisa mencegah kerusakan kulit serta memperlambat kemunculan tanda penuaan.Anda juga bisa makan makanan yang cegah penuaan dini pada wajah, seperti ikan berlemak, cokelat hitam, kaldu tulang, dan oats.

8. Hindari minum alkohol

Alkohol bisa berdampak buruk pada kulit karena mampu menyebabkan kulit dehidrasi dan rusak. Lambat laun, konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan Anda terlihat lebih tua. Maka dari itu, Anda perlu menghindari konsumsi alkohol sebagai cara mencegah penuaan dini secara alami.

9. Minum air putih

Cara mencegah penuaan dini dengan minum air putih
Perbanyak minum air putih agar kulit tidak kering dan dehidrasi
Kurangnya asupan cairan tubuh dapat menyebabkan kondisi dehidrasi.Ketika mengalami dehidrasi, kulit Anda akan terasa kering, kasar, bahkan bersisik saat digaruk. Alhasil, tanda penuaan dini bisa semakin jelas terlihat.Mengonsumsi air putih dengan cukup bisa menjadi langkah yang tepat sebagai cara mencegah penuaan dini.Pada umumnya, para ahli kesehatan menyarankan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas atau setara dengan 2 liter per hari agar Anda dapat terhindar dari dehidrasi sekaligus sebagai cara alami mencegah penuaan dini.

10. Konsumsi suplemen

Cara mencegah penuaan pada kulit wajah juga perlu didukung dengan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Bila perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen dengan kandungan lemak omega-3 untuk membantu menjaga kelembapan kulit serta mencegah keriputSelain itu, suplemen ini juga bermanfaat untuk menjaga kulit Anda tetap kenyal, mengisi kembali lipid (minyak kulit) yang berkurang seiring bertambahnya usia, sekaligus memberikan efek anti-inflamasi.Meski begitu, Anda sebaiknya perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum suplemen tertentu untuk mencegah dampak buruk yang mungkin bisa ditimbulkan.

11. Rutin berolahraga

Melakukan olahraga secara rutin juga bisa jadi cara mencegah penuaan dini. Tidak percaya? Ya, berolahraga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat sistem imun tubuh. Dengan demikian, tampilan kulit bisa terlihat lebih awet muda. 

12. Hentikan penggunaan produk perawatan kulit yang membuat perih

Jika Anda mengalami kulit perih atau sensasi terasa panas akibat pemakaian produk perawatan kulit tertentu, segera hentikan penggunaannya agar tanda-tanda penuaan dini tidak muncul. Langkah ini juga dapat menjadi cara mengatasi penuaan dini. 

13. Lakukan perawatan kulit ke dokter

Cara mencegah penuaan dini pada wajah mungkin memerlukan berbagai prosedur perawatan kulit. Misalnya, mikrodermabrasi, peeling wajah, atau perawatan laser untuk membuat wajah tampak lebih cerah serta tampak kenyal dan awet muda. Dengan memahami berbagai ciri-ciri, penyebab, cara menghilangkan, serta pencegahan penuaan kulit di atas, niscaya Anda bisa menjaga kulit agar lebih sehat dan awet muda.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait cara mencegah penuaan dini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan kulitkulit dan kecantikanmasalah kulitpenuaankulit keriput
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/anti-aging-skin-care/causes-of-aging-skin
Diakses pada 22 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/features/aging-skin-do-you-look-older-than-you-should#1
Diakses pada 22 September 2021
https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-aging-skin#2
Diakses pada 22 September 2021
DermNet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/ageing-skin/
Diakses pada 22 September 2021
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-treating-aging-skin
Diakses pada 22 September 2021
Clinical and Experimental Dermatology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/ced.12455
Diakses pada 22 September 2021
Dermato-Endocrinology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.4161/derm.22876
Diakses pada 22 September 2021
The American Journal of Geriatric Psychiatry. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1064748112619897?via%3Dihub
Diakses pada 22 September 2021
Dermato-Endocrinology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.4161/derm.19858
Diakses pada 22 September 2021
International Journal of Dermatology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/ijd.12832
Diakses pada 22 September 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/treatment/skin-and-beauty/anti-aging-tips-your-skin/
Diakses pada 22 September 2021
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/anti-aging/reduce-premature-aging-skin
Diakses pada 22 September 2021
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/features/wrinkles-skin#1
Diakses pada 22 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait