Cara Mencegah Menopause Dini Sebelum Terlambat


Mencegah menopause dapat dilakukan dengan berolahraga dan memulai hidup sehat. Kondisi menopause dini adalah terjadinya menopause di bawah usia normal yaitu 45 tahun.

(0)
09 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mencegah menopause dini dapat dilakukan dengan mengetahui faktor risikonyaMencegah menopause dapat dilakukan dengan mengetahui faktor risikonya
Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 45 tahun. Menopause sendiri merupakan proses berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau lebih yang terjadi karena tubuh berhenti memproduksi sel telur. Dengan kata lain, saat memasuki masa ini, seorang perempuan sudah tidak lagi bisa hamil. Normalnya, menopause terjadi pada usia 45-55 tahun. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan menopause dini, antara lain penyakit autoimun, kebiasaan merokok, adanya gangguan tiroid, akibat efek samping kemoterapi ataupun terapi radiasi, hingga kelainan kromosom. Karena menopause dini berpengaruh pada produksi sel telur, maka perempuan yang mengalaminya akan memiliki masalah kesuburan. Selain itu, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan kesehatan lainnya seperti osteoporosis dan penyakit jantung. 

Mencegah menopause dini

Berikut cara mencegah menopause dini yang dapat Anda lakukan:

1. Mengetahui faktor risiko Anda

Menopause adalah hal normal yang terjadi pada setiap perempuan dan merupakan bagian dari proses penuaan alami. Sementara itu, menopause dini bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan atau faktor risiko lain. Sehingga, untuk mecegahnya, Anda perlu mengenali faktor risiko tersebut.Jika ada salah satu di antaranya ada yang Anda miliki, maka sudah saatnya untuk mencari pengobatan atau solusi lain agar dampaknya tidak semakin meluas, termasuk ke organ reproduksi dan memicu menopause dini.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang perempuan mengalami menopause dini antara lain adalah kelainan genetik, riwayat keluarga, gangguan kromosom seperti Sindrom Turner, berat badan kurang atau obesitas, riwayat merokok dalam waktu lama, riwayat kemoterapi atau terapi radiasi, penyakit autoimun, dan epilepsi.

2. Olahraga tetapi jangan berlebihan

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menunda perimenopause. Perimenopause adalah masa yang dilalui perempuan sebelum menopause terjadi, namun gejala-gejala menopause sudah dirasakan.Jika dilakukan secara teratur, olahraga dapat membantu membantu mengatur keseimbangan hormon serta menjaga kadar lemak di tubuh, sehingga potensi terjadinya gangguan menstruasi ataupun penyakit lain yang berhubungan dengan kondisi tersebut, bisa berkurang.Namun ingat, meski baik dilakukan, olahraga sebaiknya tidak dilakukan berlebihan. Sebab, hal ini justru bisa memicu ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan ovulasi yang tidak teratur dan potensi kekurangan hormon.

3. Segera berhenti merokok

Rokok adalah salah satu penyebab utama dari menopause dini. Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin, siandia, dan karbon monoksida dapat mempercepat hilangnya sel telur.Ketika sel telur mati, mereka tidak dapat melakukan regenerasi atau diganti. Wanita yang merokok akan mengalami menopause satu sampai empat tahun lebih cepat ketimbang yang bukan perokok.

4. Kurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol secara rutin

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat memicu jika Anda memiliki faktor risiko menopause. Konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan diasosiasikan dengan fertilitas yang menurun. Oleh karena itu, batasi konsumsi rokok dan alkohol setiap minggunya.

5. Menjaga berat badan

Estrogen, hormon seks wanita yang mempengaruhi proses menstruasi dan kesuburan wanita, disimpan dalam jaringan lemak. Saat jumlah lemak di tubuh berlebih atau terlalu rendah, maka kadar estrogen pun akan menjadi tidak seimbang. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ovarium.Ovarium adalah indung telur. Di organ inilah sel telur diproduksi setiap bulannya. Ketika fungsi ovarium terganggu atau bahkan gagal, maka produksi sel telur dapat berhenti dan memicu menopause dini.

Pada kondisi normal, hormon estrogen, yang pada perempuan pengidap menopause dini jumlahnya tidak seimbang, berfungsi untuk membantu meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL). Hormon ini juga akan menjaga aliran darah tetap lancar dan mencegah terjadinya pengapuran tulang.Saat kadar estrogen tidak seimbang atau lebih sedikit dari normal, maka beberapa penyakit di bawah ini lebih berisiko terjadi:
  • Penyakit jantung
  • Osteoporosis
  • Depresi
  • Demensia
  • Kematian di usia muda
Maka dari itu, terjadinya menopause dini sebisa mungkin perlu dicegah. Anda juga disarankan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat agar berbagai kondisi yang bisa memicunya dapat dihindari. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara mecegah menopause dini maupun gangguan kesuburan wanita lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menopausemenstruasipenuaan
NDTV. https://www.ndtv.com/food/study-says-poor-nutrition-during-pregnancy-may-advance-menopause-1958792
Diakses pada Februari 2019
Psych Central. https://psychcentral.com/news/2018/12/06/fetal-malnutrition-linked-to-early-menopause-ovarian-failure/140976.html
Diakses pada Februari 2019
India Times. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/parenting/pregnancy/poor-nutrition-during-pregnancy-may-advance-menopause/articleshow/66970350.cms
Diakses pada Februari 2019
Women's Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/health/a19974150/early-menopause-prevention/
Diakses pada Februari 2019
Kementerian Kesehatan RI. https://promkes.kemkes.go.id/?p=8217
Diakses pada 16 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/menopause/causes-early
Diakses pada 16 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait