Menopause Dini Bisa Disebabkan oleh Nutrisi Buruk saat Hamil, Ketahui Cara Mencegahnya!

Mencegah menopause dapat dilakukan dengan mengetahui faktor risikonya
Mencegah menopause dapat dilakukan dengan mengetahui faktor risikonya

Menopause merupakan sebuah fase yang akan dilewati setiap wanita sebagai sesuatu yang alamiah. Menopause adalah saat di mana seorang wanita tidak lagi mengalami siklus haid atau menstruasi. Kondisi ini dapat terjadi ketika kadar hormon-hormon di dalam tubuh mulai berkurang.

Umumnya menopause pada wanita akan terjadi ketika memasuki usia 45-55 tahun. Tetapi, bila menopause terjadi sebelum usia tersebut, atau saat usia di bawah 45 tahun, maka kondisi inilah yang disebut sebagai menopause dini. Lalu, mengapa seseorang bisa mengalami menopause dini? Ada beberapa penyebabnya, salah satunya adalah nutrisi yang tidak seimbang ketika hamil.

Penelitian Tentang Menopause Dini dan Nutrisi saat Hamil

Sungguh sangat disayangkan, masih banyak wanita yang mengabaikan nutrisi saat hamil. Padahal, memenuhi asupan nutrisi kehamilan tidak hanya berdampak pada kesehatan janin, tetapi juga kesehatan sang ibu setelah memasuki usia menopause.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa menopause dini yang terjadi di bawah umur 45 tahun berkaitan erat dengan nutrisi saat kehamilan.

Lebih dalam lagi, para peneliti menyebutkan bahwa menopause dini akan meningkatkan risiko penyakit jantung, depresi, osteoporosis, perubahan daya memori otak serta mengganggu kesehatan organ reproduksi dan seksual. Sementara, pada kondisi menopause alami (di atas 45 tahun) wanita hanya berhenti siklus haid/menstruasi dengan risiko gangguan organ yang lebih kecil.

Penelitian menunjukkan ibu yang kekurangan nutrisi saat hamil atau mengalami malnutrisi ketika awal kehidupan janin, akan memiliki indung telur yang prematur sehingga akan dikeluarkan sebelum waktunya, hal inilah yang menyebabkan menopause dini. Hal ini diutarakan oleh direktur eksekutif North American Menopause Society (NAMS), Joann Pinkerton, yang dilansir dari laman India Times.

Melibatkan 2.900 Wanita di Cina Sebagai Peserta Penelitian

Sebuah studi lain tentang menopause dini juga dilakukan di Cina dengan melibatkan peserta kalangan wanita menopause sebanyak 2.900 orang.

Studi ini memiliki misi untuk mencegah dampak serius kekurangan nutrisi pada saat ibu hamil dan membantu peningkatan kesadaran wanita terhadap fungsi rahim/ovarium mereka setelah persalinan.

Penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa banyak wanita meremehkan asupan nutrisi kehamilan, sehingga mengakibatkan menopause dini. Tak hanya itu, malnutrisi atau kekurangan nutrisi saat hamil juga dapat menyebabkan perkembangan otak hipotalamus pada janin menjadi kurang sempurna.

Diharapkan dengan mengetahui informasi tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi saat kehamilan, dapat mencegah menopause dini terhadap jutaan wanita lain di seluruh dunia.

Mencegah Menopause Dini

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah menopause dini, antara lain:

1. Mengetahui Faktor Risiko Anda

Setiap wanita pasti akan mengalami menopause, namun waktu sebenarnya saat transisi hormon dimulai pada diri Anda dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini meliputi predisposisi genetik, riwayat keluarga, gangguan kromosom seperti Sindrom Turner, berat badan kurang atau obesitas, riwayat merokok dalam waktu lama, riwayat kemoterapi atau terapi radiasi, penyakit autoimun, dan epilepsi.

2. Olahraga Tetapi Jangan Berlebihan

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menunda perimenopause sebagai aktivitas yang membantu mengatur hormon dan menjaga jumlah lemak tubuh. Namun ingat, jangan berlebihan karena olahraga berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan ovulasi yang tidak teratur dan potensi kekurangan hormon.

3. Segera Berhenti Merokok

Rokok adalah salah satu penyebab utama dari menopause dini. Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin, siandia, dan karbon monoksida dapat mempercepat hilangnya sel telur. Ketika sel telur mati, mereka tidak dapat melakukan regenerasi atau diganti. Wanita yang merokok akan mengalami menopause satu sampai empat tahun lebih cepat ketimbang yang bukan perokok.

4. Kurangi atau Berhenti Mengonsumsi Alkohol Secara Rutin

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat memicu jika Anda memiliki faktor risiko menopause. Konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan diasosiasikan dengan fertilitas yang menurun. Oleh karena itu, batasi konsumsi rokok dan alkohol setiap minggunya.

5. Menjaga Berat Badan

Estrogen disimpan dalam jaringan lemak, jadi kelebihan berat badan adalah salah satu masalah utama dari meningkatnya jumlah estrogen dalam tubuh wanita. Terlalu banyak estrogen dapat menyebakan kegagalan ovarium. Selain itu, memiliki kekurangan berat badan dapat menyebabkan infertilitas. Jika Anda memiliki berat badan yang terlalu berlebihan atau terlalu sedikit, maka semakin rentan untuk memicu menopause dini.

NDTV. https://www.ndtv.com/food/study-says-poor-nutrition-during-pregnancy-may-advance-menopause-1958792
Diakses pada Februari 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/news/2018/12/06/fetal-malnutrition-linked-to-early-menopause-ovarian-failure/140976.html
Diakses pada Februari 2019

India Times. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/parenting/pregnancy/poor-nutrition-during-pregnancy-may-advance-menopause/articleshow/66970350.cms
Diakses pada Februari 2019

Women's Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/health/a19974150/early-menopause-prevention/
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed