Periksa Posisi Tidur Bayi untuk Mencegah Kematian Mendadak

Tidur telentang dapat cegah terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi
Hindari alas tidur terlalu empuk untuk mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS

Melihat buah hati tertidur lelap adalah hal yang menyenangkan. Namun hal itu bisa berubah menjadi mimpi buruk apabila terjadi sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS juga dikenal dengan kematian mendadak pada bayi.

Biasanya, hal ini terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun. Kematian mendadak pada bayi ini terkait bayi yang terlahir dengan keterlambatan fungsi otak, terutama dalam mengatur pernapasan dan respon bangun tidur alamiah.

Bayi yang terlahir dengan gangguan pada otak bisa terjadi karena faktor genetik, kurangnya asupan oksigen ke janin karena ibu merokok, atau paparan substansi beracun selama proses kehamilan.

Mengapa kematian mendadak bisa terjadi?

Semua fungsi organ tubuh bayi belum benar-benar sempurna, terutama di tahun pertamanya. Perkembangan yang belum sempurna tersebut termasuk jalur saraf yang berkaitan dengan serotonin pada otak.

Titik inilah yang mengatur detak jantung, tekanan darah, dan utamanya pernapasan ketika bangun tidur. Faktor yang menyebabkan bayi rentan mengalami kematian mendadak berbeda antara satu dan lainnya.

Beberapa faktor yang terkait di antaranya:

  • Gangguan pada otak

    Ada bayi yang terlahir dengan gangguan pada otak dan menyebabkan terjadinya kematian mendadak. Artinya, bagian otak yang mengontrol pernapasan dan proses bangun dari tidur tidak berfungsi.
  • Berat badan lahir rendah

    Bayi prematur atau kembar dengan berat badan lahir rendah juga lebih rentan mengalami kematian mendadak. Alasannya, bagian otak mereka belum benar-benar matang sehingga kemampuan kendali otomatis seperti pernapasan dan detak jantung pun masih rendah.
  • Infeksi pernapasan

    Banyak juga bayi yang mengalami kematian mendadak setelah mengalami demam atau flu. Dalam kaitannya dengan hal ini, SIDS terjadi karena masalah pernapasan.
  • Posisi tidur

    Banyak yang menuding posisi tidur sebagai salah satu penyebab terjadinya kematian mendadak pada bayi. Menidurkan bayi secara tengkurap bisa menyebabkan mereka sulit bernapas dibandingkan dengan tidur telentang.
  • Bantal atau alas tidur

    Selain posisi tidur, bantal dan alas tidur yang digunakan juga rentan menjadi pemicu. Bahan yang terlalu empuk justru bisa menutup jalur pernapasan bayi. Akan lebih baik jika tempat tidur bayi adalah alas yang firm dan tidak terlalu banyak objek di sekitarnya.
  • Suhu ruangan

    Menurut National Institutes of Health, tumpukan selimut, baju hangat bayi, serta suhu ruangan yang terlalu tinggi meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi. Alasannya, bayi sangat sensitif terhadap temperatur dan belum bisa mengendalikan temperatur tubuh mereka sendiri.

Bagaimana mencegah kematian mendadak pada bayi?

Sebenarnya, faktor risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi juga bisa terjadi karena bawaan sejak lahir. Ibu hamil di bawah 20 tahun yang merokok, minum alkohol, dan konsumsi obat-obatan terlarang bisa menjadi faktor risiko kematian mendadak pada bayi.

Untuk itu, pencegahan kematian mendadak pada bayi seharusnya dimulai sejak masa kehamilan. Pastikan asupan nutrisi untuk janin benar-benar sesuai kebutuhannya. Sang ibu juga perlu menjalani gaya hidup sehat.

Tak hanya saat kehamilan saja. Ketika bayi telah lahir, orangtua dan pengasuh juga perlu tahu bagaimana mencegah kematian mendadak, di antaranya dengan cara:

  • Tidur telentang

    Terutama bagi bayi yang belum bisa berguling sendiri, akan lebih aman menidurkannya dengan cara telentang. Sosialisasikan hal ini pada semua orang yang mengasuh anak Anda.
    Meski demikian, bukan berarti posisi tengkurap atau tummy time adalah hal yang buruk. Justru, posisi ini bagus untuk perkembangan otot leher dan pundaknya. Namun, lakukan hanya saat bayi bangun dan ada orang dewasa yang mengawasi.
  • Hindari alas tidur empuk

    Hal yang tak kalah penting adalah menghindari alas tidur yang terlalu empuk dan membuat bayi seakan ‘tenggelam’ di dalamnya. Selain itu, sebisa mungkin jangan memenuhi tempat tidur bayi dengan mainan.
    Tidak ada yang bisa memprediksi kemungkinan hidung bayi menempel pada mainan yang bisa mengganggu pernapasannya.
  • Usahakan tidur di ruangan yang sama dengan bayi

    Baik orangtua yang co-sleeping dengan bayi maupun yang menggunakan crib, atur temperatur ruangan agar tidak terlalu panas. Selain itu, untuk bayi di bawah satu tahun disarankan untuk tidur di kamar yang sama dengan orangtua.

Beberapa cara mencegah kematian mendadak pada bayi atau SIDS di atas tentu berbeda antara satu bayi dengan lainnya.

Hal yang pasti, mengingat organ tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan, bantu mereka dengan memastikan lingkungan sekitarnya aman dari ancaman kematian mendadak.

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/sudden-infant-death-syndrome-and-sleep
Diakses 6 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/sids-prevention#1
Diakses 6 Mei 2019

NIH. https://www.nih.gov/news-events/news-releases/nih-alerts-caregivers-increase-sids-risk-during-cold-weather
Diakses 6 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed