Mencegah Balanitis, Hindari Infeksi Bakteri Pada Alat Vital Anda

Penggunaan kondom saat berhubungan seksual akan mencegah terjadinya infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit balanitis
Penggunaan kondom saat berhubungan seksual akan mencegah terjadinya infeksi bakteri yang menyebabkan balanitis

Penis merupakan alat vital bagi seorang laki-laki. Masalah pada penis tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi laki-laki bahkan sejak masih anak-anak. Kebersihan yang buruk dari penis dapat menyebabkan timbulnya infeksi bakteri yang disebut balanitis.

Balanitis merupakan salah satu infeksi bakteri pada bagian kepala penis. Selain akibat infeksi bakteri, sebenarnya balanitis bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau pun virus.

[[artikel-terkait]]

Infeksi ini terjadi pada 3-11% laki-laki di seluruh dunia pada masa hidupnya. Angka kejadiannya diperkirakan 1 dari 25 anak laki-laki dan 1 dari 30 laki-laki yang tidak disunat.

Bagaimana infeksi bakteri ini terjadi?

Balanitis ini terjadi lebih sering pada laki-laki yang tidak disunat akibat kebersihan penis yang buruk dan akumulasi smegma (campuran sel mati dan produk kelenjar minyak pada alat kelamin).

Smegma terletak pada bagian pangkal kepala penis dan dapat terlihat sebagai benda putih setelah menarik kulit kulup penis hingga bagian kepala penis terlihat seluruhnya.

Kebanyakan, terutama pada laki-laki yang tidak disunat, smegma tidak dibersihkan dengan rutin sehingga menumpuk. Kondisi ini menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri, virus, atau pun jamur.

Keadaan lain seperti reaksi alergi dan iritasi pada penis juga bisa menjadi proses awal terjadinya infeksi bakteri pada penis ini.

Balanitis bukan infeksi menular seksual. Akan tetapi penyebab infeksi ini seperti bakteri, virus, atau jamur dapat berpindah dari orang yang terinfeksi.

Mencegah infeksi bakteri balanitis

Tidak semua laki-laki mengalami infeksi bakteri atau balanitis dalam hidupnya. Berikut beberapa tips mencegah balanitis:

1. Menjaga kebersihan penis

Bersihkan penis Anda setiap hari saat mandi dengan air bersih mengalir, terutama jika Anda tidak disunat

Anda dapat menarik kulit kulup penis Anda untuk sampai bagian kepala penis terlihat seutuhnya. Setelah itu bersihkan smegma yang ada hingga benar-benar bersih. Jangan menggosok terlalu keras.

2. Hindari sabun yang bersifat keras

Permukaan penis berbeda dengan permukaan kulit yang lain. Sabun yang terlalu keras dapat mengiritasi penis dan menjadi risiko terjadinya infeksi. Pilih sabun yang lembut dan tidak terlalu berbau menyengat untuk dipakai pada penis Anda.

3. Gunakan pelembap

Anda bisa mengganti sabun dengan emolien untuk membersihkan smegma di balik kulit kulup penis. Selain membersihkan, emolien juga bermanfaat sebagai pelembab.

4. Lakukan aktivitas seksual yang aman

Hindari hubungan seks yang berisiko. Setialah pada pasangan Anda. Bagi yang belum menikah, tunggulah dengan sabar. Tunda berhubungan seksual jika Anda mengetahui pasangan sedang mengalami infeksi pada bagian intimnya. Jika Anda bersikeras untuk berhubungan, risiko Anda mengalami infeksi bakteri akan bertambah.

5. Hindari kondom berbahan lateks jika memiliki alergi pada lateks

Gunakan kondom yang tepat. Jika Anda memiliki alergi pada kondom tertentu, hindari penggunaannya. Reaksi alergi dapat membuat penis iritasi dan meningkatkan risiko infeksi bakteri terjadi.

Biasanya kulit kulup akan mudah ditarik saat usia 5 tahun. Jangan pernah memaksa menarik kulit kulup Anda saat mencoba membuka atau mengembalikannya pada posisi semula. Konsultasikan ke dokter jika Anda menemui masalah ini.

Wray AA, Khetarpal S. Balanitis. InStatPearls [Internet] 2019 Jan 10. StatPearls Publishing.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses 22 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed