Actinic keratosis adalah kerusakan kulit yang kasar dan bersisik akibat paparan sinar matahari
Kondisi kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari terus-menerus disebut sebagai actinic keratosis

Tinggal di negara tropis membuat kita terus-menerus terpapar sinar matahari sepanjang tahun. Hal ini tentu membuat iri orang-orang yang tinggal di negara empat musim. Namun jangan nekat pergi di siang hari tanpa menggunakan sunscreen ya, bisa-bisa Anda terkena actinic keratosis.

Saat kulit terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun, maka akan timbul bintik-bintik yang kasar dan bersisik pada permukaan kulit yang disebut actinic keratosis. Kondisi ini tentu membuat kulit menjadi rusak.

Sinar ultraviolet pada sinar matahari diketahui merupakan faktor risiko utama dalam berkembangnya kanker kulit. Ada tiga jenis kanker kulit yang utama, yaitu karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal, dan melanoma maligna.

Sinar matahari dan kaitannya dengan actinic keratosis

Luka bakar akibat sinar matahari merupakan salah satu jalan menuju salah satu kanker kulit, karsinoma sel skuamosa. Paparan sinar matahari yang kronis juga merupakan penyebab utama terjadinya jenis kanker ini.

Diperkirakan actinic keratosis merupakan awal dari karsinoma sel skuamosa. Penyakit ini lebih sering terjadi pada:

  • laki-laki
  • orang yang sensitif terhadap sinar matahari tetapi terkena paparan yang kronis
  • orang dengan riwayat luka bakar akibat sinar matahari

Bahkan, riwayat luka bakar akibat sinar matahari dan paparan di usia 20 tahun turut mengambil peran dalam proses terjadinya actinic keratosis ini.

Terkena actinic keratosis akibat sinar matahari, seperti apa gejalanya?

Beberapa tanda dan gejala actinic keratosis adalah sebagai berikut:

  • Bintik kulit yang kasar, kering, dan bersisik, dengan diameter kurang dari 1 inci (2.5cm) pada umumnya
  • Bintik yang datar atau sedikit menimbul pada kulit
  • Dalam beberapa kasus, permukaan kulit mengeras dan menyerupai kutil
  • Dapat berwarna merah muda, merah, atau cokelat
  • Rasa gatal atau terbakar di sekitar bintik

Daerah yang sering terkena yaitu daerah yang terkena paparan sinar matahari seperti wajah, bibir, telinga, tangan, lengan bawah, kepala, dan leher.

Bagaimana mencegah actinic keratosis?

Actinic keratosis dapat dicegah sedini mungkin dengan beberapa tips berikut:

1. Batasi waktu terkena sinar matahari

Pastikan Anda berada pada waktu yang tepat di bawah sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari saat pukul 10 pagi hingga 2 siang.

2. Tentukan durasi waktu yang tepat

Pada orang Indonesia yang pada umumnya berkulit agak gelap, batas waktu maksimal paparan sinar matahari adalah 60 menit atau satu jam. Namun, pada sebagian yang memiliki kulit lebih terang, 20-30 menit dalam sehari merupakan batas maksimal agar terhindar dari efek yang tidak diinginkan.

3. Menggunakan tabir surya (sunscreen/sunblock)

Penggunaan tabir surya efektif dalam mengurangi perkembangan actinic keratosis. Gunakan tabir surya 20-30 menit sebelum aktivitas yang mungkin membuat Anda terkena paparan sinar matahari lama.

Kekuatan tabir surya yang direkomendasikan setidaknya 30 SPF dengan kemampuan tahan air/ water resistant. Penggunaan tabir surya pun harus diulang setiap beberapa jam, tergantung masing-masing produk.

4. Menggunakan pakaian yang tertutup

Menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan topi dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari.

5. Banyak minum air putih

Air putih membantu tubuh agar tidak kekurangan cairan dan kulit tidak kering.

Periksakanlah diri Anda jika kulit Anda mengalami perubahan, terutama pada daerah wajah, bibir, telinga, tangan, lengan bawah, kepala, dan leher. Sayangi kulit Anda dengan senantiasa menggunakan tabir surya setiap kali beraktivitas di luar ruangan.

Kennedy C, Willemze R, de Gruijl FR, Bavinck JN, Bajdik CD. The influence of painful sunburns and lifetime sun exposure on the risk of actinic keratoses, seborrheic warts, melanocytic nevi, atypical nevi, and skin cancer. Journal of Investigative Dermatology. 2003 Jun 1;120(6):1087-93.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969
Diakses 25 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK321117/
Diakses 25 April 2019

Perdoski. https://www.perdoski.id/news/87-ini-sebabnya-anda-tak-perlu-takut-mandi-matahari-selama-pakai-sunscreen
Diakses 25 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed