Risiko hepatitis meningkat, ketika tubuh Anda ditato atau ditindik
Mentato dan menindik bisa meningkatkan risiko hepatitis

Hepatitis virus akut adalah suatu proses peradangan atau inflamasi pada hati, yang disebabkan oleh infeksi salah satu dari lima virus hepatitis. Pada umumnya, peradangan hepatitis akut dimulai, segera setelah infeksi dan berlangsung selama beberapa minggu.

Hepatitis virus akut dapat disebabkan oleh lima virus hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Virus Hepatitis A merupakan penyebab paling sering hepatitis virus akut, diikuti oleh virus hepatitis B. Beberapa virus lainnya yang bukan termasuk virus hepatitis, dapat juga menyebabkan hepatitis virus akut.

[[artikel-terkait]]

Pengobatan hepatitis virus akut yang bisa jadi pilihan

Pada umumnya, pasien dengan hepatitis virus akut dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-8 minggu, tanpa pengobatan khusus. Namun, beberapa tindakan berikut ini bisa dilakukan sebagai terapi suportif.

  • Beristirahat dengan cukup, serta mendapatkan nutrisi dan cairan yang cukup
  • Menghentikan konsumsi alkohol
  • Menghindari obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati
  • Kolestiramin dapat diberikan, apabila muncul gejala berupa gatal akibat tingginya kadar asam empedu dalam darah.
  • Apabila terjadi hepatitis fulminan akibat hepatitis B, obat-obatan antivirus atau transplantasi hati dapat menjadi alternatif.
  • Jika mengalami infeksi virus hepatitis C, kombinasi obat antivirus diberikan untuk mencegah reproduksi dan menghilangkan virus.

Melakukan kegiatan tertentu seperti mentato, menindik, menggunakan jarum suntik secara bbergantian, atau berganti-ganti pasangan seksual, meningkatkan risiko terjadinya hepatitis virus akut.

Apa saja yang dirasakan penderita hepatitis akut?

Pasien yang mengalami hepatitis virus akut dapat mengalami gejala ringan seperti flu-like illness, hingga gangguan hati yang parah. Namun perlu diingat, beberapa pasien dengan hepatitis virus akut juga dapat mengalami infeksi, tanpa adanya gejala klinis.

Tingkat keparahan gejala hepatitis virus akut dan waktu pemulihan, bergantung pada beberapa faktor, seperti tipe virus yang menginfeksi, dan respons tubuh terhadap infeksi. Pada umumnya, virus hepatitis A dan hepatitis C menyebabkan gejala klinis yang ringan, atau bahkan tidak menimbulkan gejala.

Virus hepatitis B dan E lebih sering menimbulkan gejala klinis yang parah, terlebih apabila terjadi infeksi bersamaan (koinfeksi) antara virus hepatitis B dan D.

Berikut ini beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita hepatitis virus akut.

  • Kehilangan nafsu makan
  • Malaise (tubuh terasa lemas, lesu, dan sakit)
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Nyeri pada perut kanan atas, yang merupakan lokasi organ hati. Selain itu, penderita hepatitis virus akut dapat mengalami pembesaran organ hati.
  • Pada infeksi hepatitis B, dapat timbul nyeri sendi dan ruam yang berwarna merah dan gatal pada kulit.
  • Setelah 3-10 hari, air seni dapat berubah warna menjadi gelap seperti air teh, dan kulit serta bagian putih mata menjadi kekuningan. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada organ hati.
  • Tinja dapat berwarna lebih pucat kadang seperti dempul.
  • Meskipun jarang dapat terjadi, penderita hepatitis virus akut bisa mengalami hepatitis fulminan (gagal liver akut).

Oleh karena terapi tidak efektif membantu dalam infeksi hepatitis virus akut, mencegah terjadinya hepatitis virus akut lebih diutamakan pada saat ini. Vaksin untuk mencegah hepatitis A dan B dan menghindari faktor risikonya, terbukti mampu mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis.

Artikel Terkait

Banner Telemed