Di Tengah Beratnya Hidup, Menangis Tanpa Sebab Tetap Ada Pemicunya

Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol bisa disebabkan banyak hal, seperti hormon, kelelahan, dan gangguan mental
Menangis tanpa sebab bisa disebabkan banyak hal, seperti hormon, kelelahan, dan gangguan mental

Menangis pada dasarnya hal yang sangat wajar kita lakukan. Di tengah banyaknya himpitan beban hidup, tiap-tiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mengekspresikan emosi yang dirasakan, termasuk dengan menangis. Namun, adakalanya kita menangis tanpa sebab dan tak terkontrol.

Studi terkait tangisan masih diperlukan lebih banyak. Terkait menangis tanpa sebab dan tak terkontrol, yang disebut crying spell, tetap ada beberapa kemungkinan pemicunya.

Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol, apa kemungkinan pemicunya?

Bisa berbeda bagi masing-masing individu, menangis tanpa sebab dapat dipicu oleh hal berikut ini:

1. Hormon

Wanita dilaporkan lebih sering menangis dibandingkan pria. Hal ini memunculkan teori bahwa hormon mungkin berpengaruh terhadap tangisan seseorang. Sebab, hormon testosteron yang tinggi pada pria diperkirakan bisa mencegah aktivitas menangis. Sebaliknya, prolaktin yang tinggi pada wanita boleh jadi bisa memicu tangisan.

Hormon sendiri memang bisa mengontrol fungsi tubuh. Apabila kadar hormon berubah, tubuh pun mungkin akan menunjukkan gejala, termasuk memengaruhi seberapa sering kita menangis.

2. Kelelahan

Kemungkinan penyebab menangis tanpa sebab dan tak terkontrol lainnya adalah tubuh yang terlalu lelah. Apabila terus menangis dan tahu bahwa Anda kurang tidur, maka bisa dipastikan segera istirahat menjadi solusinya. Penting untuk diingat, orang dewasa membutuhkan durasi tidur selama 7-9 jam dalam sehari.

3. Sedang hamil

Ibu hamil mungkin akan lebih sering menangis tiba-tiba dan menjadi kondisi yang umum dialami. Perasaan yang mengiringi tangisan tersebut bisa berupa kebahagiaan atau malah kesedihan.

Ibu hamil menangis tanpa sebab
Ibu hamil mungkin akan bisa menangis karena banyak hal, seperti hormon atau kelelahan

Apabila Anda menangis saat hamil, pemicunya mungkin bisa hal berikut ini:

  • Perubahan hormon yang signifikan di dalam tubuh
  • Kelelahan akibat perubahan fisik di tubuh
  • Merasa kewalahan sekaligus cemas dengan persiapan akan memiliki anak
  • Mengalami periode-periode depresi

Selama kehamilan, pastikan Anda selalu mencukupkan kebutuhan tidur, yakni setidaknya 7-9 jam. Pastikan Anda juga memiliki teman bicara untuk mengungkapkan perasaan Anda selama kehamilan, seperti orangtua, pasangan, teman, atau ibu hamil lainnya.

4. Stres dan rasa cemas

Sebenarnya, stres merupakan respons diri yang normal terhadap beragamnya masalah hidup. Hanya saya, apabila terjadi terus-terusan, stres dapat menjadi tanda dari gangguan kecemasan. Rasa cemas tersebut membuat penderitanya lebih sulit menjalani hari dibanding orang kebanyakan.

Dalam sebuah riset yang dimuat di jurnal Frontiers in Psychology ditemukan bahwa orang yang memiliki kecemasan berlebih akan merasa bahwa menangis bisa membantu diri mereka. Hanya saja, tangisan tersebut bisa tak terkontrol.

Namun, diagnosis bahwa seseorang bisa menderita gangguan kecemasan hanya bisa dilakukan oleh psikiater. Segera cari bantuan ahli jiwa apabila kecemasan Anda menjadi tak terkendali.

5. Bipolar

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Untuk sesaat, penderitanya akan merasa sangat bahagia. Namun kemudian, ia bisa menjadi sangat sedih. Bipolar pun bisa memicu menangis tak terkontrol, pikiran yang berjalan cepat, kurang tidur namun tak merasa lelah, hingga halusinasi.

Dokter bisa membantu memberikan penanganan jika seseorang menderita gangguan bipolar. Diagnosis ini juga hanya diberikan dokter dan tak bisa dilakukan sembarangan.

6. Depresi

Depresi merupakan masalah medis dan mental yang ditandai dengan kesedihan, kelelahan, dan kemarahan yang berlebih. Walau rasa sedih menjadi hal yang normal, orang yang depresi akan mengalami kesedihan yang tak bisa dijelaskan selama beberapa waktu.

Depresi bisa memicu menangis tanpa sebab dan tak bisa dijelaskan. Gejala depresi lain dapat berupa perubahan pola tidur, perubahan pola makan dan berat badan yang signifikan, kehilangan minat untuk beraktivitas apapun, hingga munculnya keinginan bunuh diri.

Seperti gangguan bipolar dan gangguan kecemasan, depresi juga akan didiagnosis oleh dokter. Anda dianjurkan untuk segera mencari bantuan ahli jiwa apabila merasakan gejala-gejala depresi di atas.

7. Pseudobulbar affect

Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol mungkin juga bisa disebabkan oleh pseudobulbar affect. Kondisi yang disebut dengan labilitas emosional ini juga tak hanya memicu tangisan, namun juga bisa memicu tawa tak terkontrol walau tak ada pemancingnya.

Pseudobulbar affect diyakini disebabkan oleh kerusakan pada otak. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami kondisi ini.

Mungkinkah menangis tanpa sebab bisa diatasi?

Seperti yang disampaikan di awal tulisan, menangis merupakan hal yang wajar. Apabila Anda menangis, carilah bantuan teman yang suportif agar Anda bisa menangis tanpa merasa dihakimi. Hidup memang berat bagi sebagian orang dan menangis menjadi tindakan diri yang akan melegakan hati.

Namun, pada beberapa momen, kita mungkin ingin mengontrol tangisan tersebut – apabila Anda memang tak ingin menangis. Beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi menangis, baik ada sebab atau tanpa sebab, yaitu:

  • Atur napas menjadi lebih lambat
  • Rilekskan otot-otot wajah dan tenggorokan
  • Cobalah tersenyum. Beberapa orang melaporkan, tersenyum dapat memengaruhi emosi, mengalihkan perhatian tubuh, dan mencegah keluarnya air mata.
  • Dorong lidah ke langit-langit mulut
  • Minum air
  • Pikirkan sesuatu yang menyenangkan untuk mengalihkan pikiran
  • Pandang hal-hal yang menenangkan hati
menangis dengan teman
Usahakan ada teman dan keluarga yang suportif dalam mendampingi kesedihan Anda

Apabila menangis tanpa sebab diiringi dengan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda sangat disarankan untuk segera mencari bantuan ahli jiwa. Hindari self-diagnosis terhadap gangguan mental yang belum tentu Anda alami. Dokter dapat memberikan penanganan seperti terapi untuk mengatasi masalah yang diderita.

Catatan dari SehatQ

Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol dapat dipicu oleh beragam hal. Penting untuk diingat bahwa menangis sebenarnya hal yang normal dilakukan. Namun, jika tangisan tersebut menghambat aktivitas sehari-hari, Anda amat disarankan mencari bantuan ahli jiwa.

Healthline. https://www.healthline.com/health/crying-spells
Diakses pada 9 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/crying-during-pregnancy
Diakses pada 9 April 2020

Web MD. https://www.webmd.com/depression/depression-disguises
Diakses pada 9 April 2020

Artikel Terkait