Menangis Saat Tidur? Besar Kemungkinan Akibat Gangguan Mood


Bukan hanya bayi, orang dewasa hingga lansia bisa tiba-tiba menangis saat tidur. Pemicunya banyak, namun paling besar kemungkinan akibat mood disorder seperti depresi dan kecemasan berlebih.

0,0
14 Jun 2021|Azelia Trifiana
Gangguan mood bisa menyebabkan seseorang menangis saat tidurGangguan mood bisa menyebabkan seseorang menangis saat tidur
Bukan hanya bayi, orang dewasa hingga lansia bisa tiba-tiba menangis saat tidur. Pemicunya banyak, namun paling besar kemungkinan akibat mood disorder seperti depresi dan kecemasan berlebih. Emosi yang membuat kewalahan juga dapat memicu terbangun dari tidur karena menangis.Selain masalah psikologis, ada pula kondisi fisik yang bisa membuat tidur seseorang terganggu. Jika ini terjadi, perlu diagnosis pasti dari dokter sehingga penanganannya pun tepat.

Penyebab menangis saat tidur

Berikut ini beberapa hal yang berpotensi menyebabkan seseorang menangis saat tidur:

1. Mimpi buruk

Tidak ada yang bisa memprediksi hadirnya mimpi saat terlelap. Ketika muncul mimpi buruk, ini bisa mengganggu tidur nyenyak sepanjang malam. Usia berapapun bisa mengalami hal ini.Ada kalanya mimpi tidak berhubungan dengan hal apapun. Namun, tak menutup kemungkinan mimpi buruk berkaitan dengan stres dalam hidup. Ini menjadi cara merespons situasi yang membingungkan serta mengantisipasi potensi munculnya tantangan.

2. Teror malam hari

Ketika terbangun akibat bermimpi, biasanya seseorang masih bisa mengingatnya. Namun tidak demikian halnya dengan teror malam hari. Saat terbangun, rasanya hilang tak berbekas. Bahkan, hal ini juga bisa memicu seseorang tidur berjalan.Kondisi night terrors ini bisa terjadi selama beberapa detik sampai beberapa menit. Kadang, bisa juga terjadi lebih lama. Sekitar 40% anak-anak bisa mengalaminya, namun kecenderungan ini menurun pada orang dewasa.

3. Sedih

sedih
Sedih yang luar biasa dapat terbawa sampai tidur
Merasakan kesedihan luar biasa juga bisa memicu seseorang menangis saat tidur. Orang yang mengalaminya mungkin merasa begitu kewalahan dalam menghadapi tahapan kesedihan.Selain itu, seseorang yang sedih namun masih harus mengurus hal lain seputar pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab lainnya, bisa saja emosi sedih ini baru terlepas saat tidur.

4. Pengalaman traumatis

Ketika mengalami pengalaman traumatis atau kesedihan luar biasa, terkadang seseorang belum benar-benar berhasil memproses perasaannya. Alhasil, sangat mungkin terjadi hal-hal seperti menangis saat tidur atau masalah tidur lainnya.Ciri-ciri lain seseorang masih terjebak dalam rasa sedih adalah kesulitan mengambil keputusan, depresi, cemas berlebih, hingga tampak tak berenergi.

5. Depresi

depresi
Mengalami depresi bisa berlangsung dalam jangka panjang, tidak seperti kesedihan yang bisa mereda seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu gejala awal depresi adalah perubahan pola makan dan siklus tidur. Tak menutup kemungkinan, orang depresi bisa menangis saat tidur.Tanda-tanda lain seseorang mengalami depresi adalah menarik diri dari orang-orang sekitar, serta tak lagi menikmati aktivitas yang dulunya menjadi favorit.

6. Variasi suasana hati diurnal

Disebut juga dengan diurnal mood variation, ciri-cirinya adalah merasa sangat lesu dan sedih ketika pagi hari tiba. Namun seiring dengan berjalannya hari, gejala ini membaik. Istilah lain untuk kondisi ini adalah morning depression.Depresi jenis ini berkaitan dengan masalah pada ritme sirkadian. Ini adalah jam biologis tubuh yang mengatur pola tidur serta hormon yang berpengaruh pada mood dan juga energi.

7. Stres

Kondisi stres dan juga kecemasan berlebih juga bisa berdampak pada kualitas tidur. Jangan heran apabila gejala yang muncul termasuk menangis saat tidur hingga perubahan mood. Ketika merasa cemas dan tak tahu bagaimana mengelola perasaan, maka frekuensi menangis bisa lebih sering dari biasanya.

8. Transisi fase tidur

Terkadang, ketika seseorang berada di transisi tahapan tidur, ini juga bisa membuat seseorang menangis saat tidur. Utamanya pada bayi dan anak-anak. Ketika ada hal yang dirasa tidak normal ketika terbangun di malam hari, ini bisa memicu mereka menangis.

Menangis saat tidur pada lansia

Pada orang berusia lanjut, menangis saat tidur bisa juga berkaitan dengan kondisi demensia. Selain itu, bisa juga ini merupakan konsekuensi dari rasa kewalahan terhadap emosi yang tengah dirasakan. Begitu emosionalnya, maka bisa saja tiba-tiba menangis di kala terlelap.Selain itu, masalah fisik seperti arthritis dan penyakit akibat penuaan lainnya juga dapat memicu rasa sakit luar biasa hingga membuat penderitanya menangis.Penanganan untuk kondisi tidur tidak berkualitas ini bergantung pada pemicunya. Bisa psikologis, bisa juga fisik. Dokter akan memeriksa lebih jauh untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar aspek psikologis dan dampaknya terhadap siklus tidur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah tidurmengatasi depresistres
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-causes-adults-and-children-to-wake-up-crying
Diakses 1 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-terrors/symptoms-causes/syc-20353524
Diakses 1 Juni 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/diurnal-mood-variation-1067149
Diakses 1 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait