Kleptomania adalah penyakit mental yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan mencuri. Penderita kleptomania memiliki keinginan yang tidak dapat dikontrol untuk mencuri barang-barang.
2023-03-28 12:45:09
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Penyakit suka mencuri alias kleptomania diakibatkan oleh adanya gangguan psikologis.
Table of Content
Kleptomania atau dikenal sebagai penyakit suka mencuri merupakan sebuah penyakit mental. Penderita kleptomania memiliki keinginan yang tidak dapat dikontrol untuk mencuri barang-barang. Kondisi ini menimbulkan kecemasan dalam diri penderita.
Advertisement
Penyakit kleptomania kebanyakan dialami oleh kaum wanita daripada laki-laki. Dari semua kasus pencurian yang terjadi di toko, hanya 5% pelaku yang menderita kleptomania dan kebanyakan dialami saat masih berusia remaja.
Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui dengan pasti. Namun kebiasaan ini diduga terkait dengan faktor genetik dan gangguan keseimbangan hormon di otak, yaitu hormon serotonin dan hormon dopamin.
Kleptomania merupakan sesuatu yang nyata terjadi dan menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap penderitanya.
Penderita penyakit suka mencuri ini biasanya juga mengalami gangguan psikologi lain seperti depresi, gangguan kecemasan, dan bahkan memiliki potensi untuk melakukan bunuh diri.
Pencurian yang dilakukan oleh penderita karena “penyakit suka mencuri” yang dialami biasanya terjadi tanpa direncanakan atau secara spontan.
Sebelum mulai mencuri, penderita akan merasa cemas dan tegang karena keinginannya yang tidak dapat dikendalikan. Saat mencuri penderita merasa lega dan senang karena dapat memenuhi dorongan yang muncul dalam dirinya.
Namun, setelahnya, pencerita akan merasa takut tertangkap, malu pada dirinya, dan merasa bersalah. Nantinya, dorongan tersebut akan muncul kembali.
Dorongan untuk mencuri yang dirasakan penderita sangat sulit untuk dikendalikan dan akhirnya siklus mencuri terjadi secara terus-menerus dan membuat penderita tidak dapat keluar dari lingkaran tersebut.
Beberapa penderita tidak mencari bantuan karena merasa malu dengan apa yang telah dilakukan dan akhirnya menyembunyikan masalah yang dialami dari orang-orang terdekatnya.
Penyebab kleptomania tidak diketahui. Beberapa teori menyatakan bahwa perubahan di otak mungkin merupakan akar dari kleptomania. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami kemungkinan penyebab ini, namun kleptomania mungkin terkait dengan:
Gangguan kleptomania memang identik dengan hasrat yang tidak tertahankan untuk mencuri, tetapi terdapat beberapa gejala lainnya, seperti:
Berbeda dengan pencuri biasa, penderita kleptomania tidak didorong oleh motivasi finansial, tetapi didasari oleh keinginan untuk menghilangkan kecemasan akibat dari dorongan mencuri barang yang dirasakan.
Keinginan yang dirasakan tidak dapat dikontrol dan seringkali setelah mencuri, penderita akan merasa takut dan menyesal telah mencuri. Namun, keinginan tersebut akan muncul kembali dan akhirnya mendorong penderita untuk mencuri kembali.
Bukanlah hal yang tepat untuk menyebut kleptomania sebagai “penyakit suka mencuri” karena meskipun penderita merasa lega dan senang saat mencuri, tetapi setelahnya, penderita seringnya merasa takut dan menyesal.
Terkadang barang yang dicuri oleh penderita kleptomania merupakan barang yang tidak bernilai atau bahkan dapat dibeli oleh penderita. Benda yang dicuri juga biasanya hanya disimpan atau diberikan kepada orang lain. Bahkan, terkadang barang yang dicuri dikembalikan lagi oleh penderita.
Penderita tidak hanya mencuri di toko-toko ataupun pusat-pusat perbelanjaan. Penderita juga dapat mencuri dari teman atau kerabatnya. Biasanya penderita secara diam-diam akan mengembalikan barang yang dicuri dari teman atau kerabatnya.
Jika orang terdekat Anda memiliki “penyakit suka mencuri” atau kleptomania, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:
Baca Juga
Gangguan kleptomania tidak boleh disepelekan, karena kleptomania dapat menimbulkan masalah di pekerjaan, hubungan dengan keluarga, emosional, finansial, dan hukum. Tidak hanya itu, gangguan kleptomania dapat menimbulkan komplikasi lainnya, seperti:
Oleh karenanya, segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater bila Anda atau kerabat mengalami gangguan kleptomania agar dapat diberikan penanganan yang tepat, terutama jika gangguan kleptomania yang dialami menganggu kehidupan atau aktivitas sehari-hari.
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Phobia darah adalah ketakutan berlebih saat melihat darah atau saat menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala fisik dan emosional.
Tidak kasat mata, tapi sama sekali tidak boleh diremehkan. Masalah kesehatan mental seperti depresi termasuk di dalamnya. Menariknya, bisa saja mood dan gejala depresi menular kepada orang lain.
Binge eating adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan dalam jumlah luar biasa banyak di satu waktu dan tetap ingin makan saat sudah kenyang.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. R. H. Rafsanjani
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved