Mempersiapkan Proses Melahirkan Normal dengan Berolahraga

Proses melahirkan normal adalah salah satu proses paling menyakitkan bagi seorang ibu
Proses melahirkan normal dapat terbantu dengan latihan otot dasar panggul

Persalinan adalah tahap yang dinantikan sekaligus ditakutkan oleh seorang ibu. Melahirkan merupakan suatu proses yang unik. Proses melahirkan antar individu dan antar kehamilan memiliki pengalaman yang beragam. Dengan persiapan yang baik, maka proses melahirkan dapat berjalan semakin lancar sehingga ibu terhindar dari berbagai bahaya, seperti trauma jalan lahir, retensi plasenta, infeksi, dan perdarahan pasca persalinan.

Salah satu persiapan yang perlu dilakukan dalam menyambut kehadiran buah hati adalah manajemen sakit yang dialami selama proses melahirkan normal. Sakit yang dialami saat proses ini berasal dari kontraksi otot rahim dan tekanan pada serviks. Sakit dapat dirasakan seperti kram perut hingga ke selangkangan dan pinggang. Selain itu, penekanan pada kandung kemih dan usus akibat kepala bayi yang turun memasuki jalan lahir juga bisa dirasakan.

Mempersiapkan diri menghadapi proses melahirkan normal bisa dilakukan melalui olahraga yang teratur dengan intensitas yang disesuaikan. Olahraga mampu memperkuat otot dan mempersiapkan tubuh menghadapi kondisi stres saat proses melahirkan. Olahraga juga dapat memberikan ketahanan tubuh, terutama bila ibu mengalami proses melahirkan normal yang memanjang.

Kondisi-kondisi ibu hamil yang dilarang berolahraga

Sebelum memutuskan untuk melakukan olahraga selama kehamilan, cobalah untuk mendiskusikan hal ini pada dokter. Walaupun menguntungkan, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan bagi ibu untuk berolahraga selama hamil. Kondisi tersebut, di antaranya:

  • Penyakit jantung dan paru-paru
  • Insufisiensi serviks
  • Anemia berat
  • Preeklampsia
  • Kehamilan prematur
  • Plasenta previa pada usia kehamilan lebih dari 26 minggu
  • Kehamilan kembar dan memiliki faktor risiko terjadinya persalinan prematur

Olahraga dapat dimulai dengan intensitas rendah dan ditingkatkan secara perlahan-lahan. Adanya sesak napas, nyeri saat beraktivitas, dan lelah berlebih merupakan pertanda ibu perlu menurunkan intensitas olahraga yang dilakukan.

Pilihan olahraga yang baik untuk ibu lakukan selama hamil, antara lain berenang dan sepeda statis. Selain itu, gerakan yoga dan pilates juga dapat membantu ibu dalam mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan normal.

[[artikel-terkait]]

Gerakan latihan yang bisa membantu proses melahirkan normal

Beberapa gerakan latihan yang dapat ibu hamil lakukan, khususnya pada trimester ketiga, untuk membantu meredakan sakit selama proses melahirkan normal, yaitu:

1. Latihan dasar panggul

Otot-otot pada dasar panggul berperan dalam menopang berbagai organ dalam. Uterus merupakan salah satunya. Otot dasar panggul umumnya mengalami regangan berlebih dan penurunan kekuatan otot akibat beban yang dimiliki. Oleh karena itu, latihan otot dasar panggul atau kegel bisa membantu menjaga tonus otot.

2. Squat

Gerakan squat penuh merupakan posisi pasif yang memberikan gravitasi pada dasar panggul sehingga otot-otot dasar panggul akan bekerja. Apabila dibutuhkan, ibu hamil dapat menambahkan alat peraga untuk membantu melakukan gerakan squat.

Lakukan gerakan squat mulai dari 30 detik dan ditingkatkan hingga mampu bertahan selama 2 menit. Ibu dapat melakukan gerakan ini hingga 5-6 kali dalam sehari. Jika mengalami nyeri pada area sekitar simfisis pubis (area depan pada panggul bawah di mana kedua tulang pubis bertemu), jangan melakukan gerakan ini.

3. Latihan otot perut

Latihan otot perut yang dilakukan pada masa akhir kehamilan bisa terus dilakukan selama tidak memberi beban berlebihan pada otot perut. Ibu hamil dapat memulai dengan melakukan gerakan mengangkat panggul.

Olahraga yang tepat akan memperkuat tubuh dan pikiran ibu hamil dalam menghadapi proses melahirkan normal yang akan datang. Olahraga juga akan membantu mengurangi sakit yang akan ibu hamil alami dalam proses melahirkan tersebut. Sebaiknya tanyakan dahulu kepada dokter kandungan Anda mengenai kondisi Anda sebelum memulai berolahraga agar kegiatan olahraga yang dilakukan menjadi aman dan nyaman.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed