Pekan Menyusui Sedunia, Jangan Percaya Mitos Menyusui Berikut

Ada banyak mitos menyusui, yang beberapa di antaranya membuat Anda ragu untuk memberikan ASI pada anak
Menyusui tetap bisa dilakukan, walau anak telah mencapai usia satu tahun

Memasuki bulan Agustus, masyarakat global memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2019. Pekan ini dirayakan dimulai pada 1-7 Agustus, setiap tahunnya. Pekan Menyusui Dunia ini diperingati untuk menekankan manfaat menyusui. Menyusui atau laktasi, merupakan cara paling efektif untuk memberikan anan-anak nutrisi penting, di awal-awal kehidupan mereka.

Masa-masa menyusui tentu menjadi momen yang menyenangkan bagi kedua orangtua. Sebab, Anda boleh jadi mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak ternilai harganya, saat menyusui. Walau begitu, Anda mungkin kerap mendengar desas-desus dan mitos menyusui, yang tidak terbukti,. Bahkan, beberapa di antaranya bisa membuat Anda ragu untuk melanjutkan pemberian ASI.

Jangan percaya dengan mitos menyusui berikut ini

Ada banyak sekali manfaat menyusui, baik untuk sang bayi, maupun untuk Anda. Air susu ibu (ASI) mengandung nutrisi penting, maupun antibodi yang dapat melawan virus dan bakteri. Selain itu, ASI juga melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit, serta membantu menjaga berat badannya.

Sementara itu bagi ibu, menyusui dapat membantu menurunkan berat badan yang naik saat kehamilan, serta mengembalikan ukuran rahim. Menyusui juga menjaga kondisi psikologis Anda, karena dapat menurunkan risiko depresi pascapersalinan.

Agar tak mengganggu masa-masa laktasi, jangan percayai mitos menyusui berikut ini.

  • Mitos #1: Harus mencuci puting sebelum menyusui anak

Bukannya bermanfaat, mitos mencuci puting sebelum menyusui malah merugikan. Puting susu yang Anda cuci setiap kali akan menyusui, malah dapat membuang minyak penting, yang dihasilkan kelenjar Montgomery. Minyak ini berfungsi untuk melumasi, serta melindungi puting susu Anda.

  • Mitos #2: Tidak boleh menyusui seusai berolahraga

Tidak ada penelitian yang membuktikan kebenaran mitos menyusui ini. Anda tetap dapat berolahraga, pada masa-masa bayi membutuhkan asupan nutrisi dari ASI.

Mitos ini mungkin berasal dari keyakinan, bahwa aktivitas fisik dapat membuat Anda berkeringat, dan bayi mungkin menolak untuk menyusu. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mandi sebelum menyusui Buah Hati Anda.

  • Mitos #3: Anda harus mengencangkan puting susu, sebelum anak lahir

Pernyataan ini tidak betul, malah sebenarnya membahayakan. Faktanya, tubuh Anda akan dengan alami mempersiapkan diri, untuk menyusui anak setelah ia lahir. Mengencangkan puting sebelum kelahiran, malah dapat menganggu proses menyusui.

  • Mitos #4: Gairah seks tidak seharusnya muncul saat masa-masa laktasi

Hasrat seksual yang membuncah pada masa-masa menyusui, merupakan sesuatu yang normal terjadi, karena ibu dapat merasakan stimulan pada payudaranya.

Selain itu, tubuh akan menghasilkan hormon oksitosin saat Anda memberikan nutrisi ASI pada bayi. Hormon ini juga dihasilkan, saat Anda mengalami orgasme. Sehingga, menguatnya gairah seks saat masa laktasi, merupakan hal yang wajar dan normal.

  • Mitos #5: Tidak boleh menyusui, setelah Si Kecil berumur satu tahun

Menentukan waktu untuk menghentikan masa laktasi atau menyapih, merupakan keputusan pribadi Anda dan kondisi sang bayi. Anda tetap dapat melanjutkan pemberian ASI kepada anak, setelah melewati tahun pertama usianya.

  • Mitos #6: Ukuran payudara menentukan kandungan nutrisi ASI

Tentu, ini merupakan mitos yang tidak terbukti. Anda tak perlu khawatir jika memiliki ukuran payudara yang kecil. Sebab, kualitas dan kuantitas ASI tidak ditentukan oleh ukuran payudara sang ibu.

  • Mitos #7: Menyusui dapat mengubah bentuk payudara secara permanen

Faktanya, bentuk payudara Anda akan kembali seperti semula, setelah masa-masa laktasi selesai. Yang lebih dapat memengaruhi bentuk payudara Anda yakni pertambahan usia, efek gravitasi, serta kenaikan berat badan.

  • Mitos #8: Jangan menyusui jika mengalami kondisi mastitis

Kondisi mastitis, atau infeksi pada payudara, bukanlah alasan Anda untuk berhenti memberikan bayi nutrisi ASI. Walau Anda mungkin juga meminum antibiotik, untuk menangani mastitis, menyusui tetap aman dilakukan. Menyusui juga dapat melancarkan aliran ASI, sehingga Anda dapat merasakan kelegaan.

Itulah beberapa mitos menyusui, yang tidak dapat dibuktikan. Bagaimanapun juga, memberikan ASI sangat penting, untuk tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, jangan sampai Anda memercayai mitos di atas. Untuk menunjang pemberian nutrisi bagi Si Kecil, Anda bisa mengoptimalkannya, dengan melakukan diet sehat. Konsumsilah makanan yang kaya zat besi, protein, dan kalsium. Selain itu, hindari pula alkohol, dan kurangi asupan kafeina.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-benefits-of-breastfeeding
Diakses pada 31 Juli 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Common-Myths-About-Breastfeeding.aspx
Diakses pada 31 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912
Diakses pada 31 Juli 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/some-breastfeeding-myths-2752605
Diakses pada 31 Juli 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/top-myths-about-breastfeeding-431811
Diakses pada 31 Juli 2019

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/world-breastfeeding-week-2018
Diakses pada 31 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed