Mempelajari Anatomi Gigi Serta Struktur dan Fungsinya

08 Agt 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Kenali lapisan, bentuk serta fungsi masing-masing gigi dengan memahami anatomi gigi
Meski terlihat kecil, namun anatomi gigi merupakan susunan yang cukup kompleks

Tahukah Anda, lapisan terluar gigi manusia yang disebut enamel adalah jaringan tubuh yang paling keras? Itulah sebabnya, saat ada korban kebakaran, identifikasi akan dilakukan dengan melihat catatan gigi. Enamel merupakan salah satu dari sekian banyak susunan anatomi gigi yang belum banyak diketahui.

Begitu banyaknya fungsi gigi dan rongga mulut secara keseluruhan untuk tubuh. Sebagai pintu masuk makanan, rusaknya gigi bisa memengaruhi asupan gizi di tubuh Anda. Karena itu, mari kenali lebih jauh tentang anatomi gigi, beserta struktur dan fungsinya.

Susunan anatomi gigi manusia

Sekilas, gigi kita hanya terlihat sebagai butiran-butiran berwarna putih yang tertanam di gusi. Namun di balik itu, sebenarnya gigi tersusun dari lapisan-lapisan dengan fungsi tersendiri. Berikut ini lapisan yang menyusun anatomi gigi.

• Enamel

Enamel adalah lapisan terluar gigi yang memberikan warna di gigi. Sebagai jaringan paling keras di tubuh, enamel berfungsi melindungi lapisan-lapisan gigi di bawahnya.

Enamel mengandung kalsium yang fosfor yang sangat tinggi. Lapisan ini bisa rusak akibat infeksi bakteri dan benturan yang sangat keras. Sekali enamel rusak, maka tidak dapat pulih dengan sendirinya, dan harus menjalani proses penambalan untuk mengembalikan fungsi maupun tampilan estetisnya.

• Dentin

Dentin adalah lapisan yang berada di bawah enamel. Konsistensi dentin lebih lunak dibandingkan enamel dan sangat sensitif terhadap rangsangan nyeri, seperti makanan dan minuman dingin serta angin. Dentin memiliki lubang-lubang sangat kecil yang berisi tubulus-tubulus yang terhubung dengan saraf gigi.

Oleh karena itu, lubang gigi yang sudah mencapai lapisan dentin, akan memunculkan rasa nyeri. Jika lubang yang terjadi, baru mencapai lapisan enamel, rasa nyeri umumnya belum muncul.

• Pulpa

Pulpa adalah saraf gigi. Pada bagian mahkota gigi, pulpa terletak di lapisan yang bernama kamar pulpa. Saraf ini memanjang hingga ke bagian akar, dan berdiam di saluran akar gigi.

Kerusakan gigi yang sudah mencapai akar, merupakan salah satu kondisi terparah yang tidak jarang berujung pada pencabutan gigi. Namun, apabila saraf sudah rusak tapi mahkota serta akar gigi masih cukup baik untuk diperbaiki, maka perawatan saluran akar bisa menjadi pilihan.

Lalu, secara kasat mata, bagian gigi juga bisa dibagi menjadi mahkota gigi, leher gigi, dan akar gigi.

• Mahkota gigi

Mahkota gigi adalah bagian gigi yang tidak tertutup gusi, dan terlihat di dalam rongga mulut. Mahkota gigi merupakan tempat dari enamel dan sebagian lapisan dentin. Kerusakan mahkota gigi adalah jenis penyakit gigi yang paling umum terjadi.

• Leher gigi

Leher gigi merupakan bagian yang berada di antara mahkota gigi dan akar gigi. Jika dilihat di dalam rongga mulut, leher gigi adalah daerah yang berada di pinggir gusi. Leher gigi disebut juga dengan serviks gigi.

• Akar gigi

Akar gigi adalah bagian gigi yang tertutup oleh gusi. Saluran akar gigi merupakan tempat pembuluh darah serta saraf gigi berdiam. Sehingga, kerusakan yang sudah sampai hingga akar gigi, biasanya adalah kerusakan parah.

Jenis-jenis dan fungsi gigi

Semua jenis gigi memiliki susunan anatomi gigi yang sama. Namun, dengan bentuk dan posisi yang berbeda, setiap jenis gigi memiliki fungsi tersendiri pula.

Susunan gigi dibagi ke dalam empat kuadran, yaitu kanan dan kiri atas, serta kanan dan kiri bawah. Masing-masing kuadaran, memiliki delapan gigi yang terdiri dari:

• Gigi seri

Terdapat dua gigi seri di setiap kuadran gigi. Baik gigi seri pertama maupun kedua, keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk memotong makanan.

• Gigi taring

Gigi taring yang terlihat tajam, berfungsi untuk mengerat atau menyobek makanan. Gigi taring merupakan gigi depan yang tumbuh paling terakhir. Sehingga pada orang yang gigi susunya berantakan, tidak jarang akan tumbuh gingsul, karena tidak adanya ruang untuk pertumbuhan gigi secara normal.

• Gigi premolar

Gigi premolar sering juga disebut sebagai gigi geraham kecil. Gigi ini terletak setelah gigi taring, dan sebelum gigi geraham. Dalam satu kuadran gigi, terdapat dua gigi premolar.

Gigi premolar membantu menghancurkan makanan dan merobek makanan, sebelum dikunyah oleh gigi geraham.

• Gigi geraham

Jika tumbuh penuh, maka akan terdapat tiga gigi geraham di setiap kuadran gigi. Namun, gigi geraham ketiga atau geraham bungsu seringkali tidak tumbuh, atau tumbuh dengan posisi miring.

Gigi geraham pertama dan kedua berfungsi untuk mengunyah makanan. Gigi geraham ketiga, memiliki fungsi yang sama, apabila tumbuh pada posisi yang normal, dan terdapat gigi geraham tiga di posisi berlawanan (atas atau bawah).

Jika gigi geraham ketiga tumbuh dalam posisi miring, maka gigi tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik dan sebaiknya dicabut, agar tidak menimbulkan rasa nyeri atau infeksi.

Mengenal jaringan pendukung gigi

Agar gigi dapat tertanam dengan baik di rongga mulut, perlu ada jaringan pendukung gigi. Jaringan pendukung gigi disebut juga dengan jaringan periodonsium. Apabila jaringan pendukung gigi mengalami kerusakan, maka kesehatan gigi juga akan terganggu.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari jaringan pendukung gigi.

• Gusi

Bagian gigi yang terlihat di rongga mulut, sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan gigi. Sebagian besar bagian gigi lainnya, tertutup oleh gusi.

Gusi menutupi bagian bawah mahkota gigi, karena pada bagian tersebut tidak terdapat enamel. Oleh karena itu, bagian ini sangatlah sensitif terhadap rangsang nyeri. Gusi yang sehat akan memberikan perlindungan menyeluruh, agar Anda terhindar dari sakit gigi.

Jika gusi rusak, maka bakteri akan mudah masuk ke sela-sela gigi, dan merusak gigi dari dalam. Pada kondisi yang parah, radang gusi bisa membuat perdarahan spontan, dan berkembang menjadi radang jaringan periodontal atau periodontitis.

• Tulang alveolar

Tulang alveolar adalah bagian dari tulang rahang yang memiliki lubang-lubang tempat tertanamnya gigi. Pada tulang ini, terdapat bagian padat yang disebut lamina dura. Bagian tersebut menempel pada sementum di dasar akar, yang dekat dengan ligamen periodontal.

• Sementum

Sementum merupakan suatu lapisan yang menutupi akar gigi. Sementum berfungsi untuk memperkuat posisi akar gigi, yang tertanam di tulang dan tertutup gusi. Untuk menjalankan fungsinya, sementum akan menempel dengan serat-serat kolagen yang terdapat di ligamen peridontal.

• Ligamen periodontal

Ligamen periodontal adalah jaringan ikat khusus, yang melekatkan sementum dengan tulang alvelolar. Sehingga, ligamen ini juga berperan untuk mendukung bagian gigi yang tertanam di dalam soket tulang alveolar, agar gigi lebih kuat.

Jagalah gigi Anda sebelum bakteri menyerang masuk ke masing-masing lapisan anatomi gigi. Sikatlah gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur, dengan cara sikat gigi yang benar. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, setidaknya setiap enam bulan sekali.

Referensi

My Dr. https://www.mydr.com.au/first-aid-self-care/tooth-anatomy
Diakses pada 8 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/tooth-anatomy
Diakses pada 8 Agustus 2019

Info Dentis. https://www.infodentis.com/tooth-anatomy/supporting-structure.php
Diakses pada 8 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top