Ukur Detak Jantung Normal untuk Deteksi Gagal Jantung!

gagal jantung berhubungan dengan detak jantung tak beraturan
hindari gagal jantung dengan ukur detak jantung

Detak jantung normal menunjukkan bahwa Anda sehat-sehat saja dan kesehatan tetap prima. Melalui detak jantung, Anda bisa mengetahui seberapa bagus kinerja jantung Anda.

Detak jantung saat sedang tidak beraktivitas dapat menjadi indikator mengenai tekanan darah dan tingkat kolesterol. Detak jantung yang cepat bisa menandakan adanya risiko penyakit jantung!

Cara Mengetahui Detak Jantung Normal

Detak jantung normal dapat diperhitungkan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan di sisi bawah bagian jempol ataupun pada bagian samping leher. Idealnya, detak jantung diukur di pagi hari saat belum beranjak dari tempat tidur.

Saat ingin mengukur apakah detak jantung normal, jangan ukur satu atau dua jam seusai berolahraga atau saat sedang mengalami kejadian yang memicu stress karena hal-hal tersebut dapat membuat detak jantung lebih cepat dan mengacaukan perhitungan detak jantung.

Jika Anda mengonsumsi kafein, tunggulah sekitar satu jam untuk melakukan pengukuran detak jantung. Jangan lupa untuk menyiapkan jam atau timer sebelum menghitung detak jantung Anda!

Saat sudah menemukan denyut nadi Anda, hitunglah denyut nadi menggunakan jam atau timer selama 30 detik. Setelahnya, kali kan dua total denyut nadi tersebut untuk mendapatkan detak jantung per menit.

Lakukanlah hal tersebut berulang kali untuk memastikan bahwa angka denyut jantung yang didapatkan sudah akurat. Denyut jantung normal memiliki kisaran 60 sampai 100 detakan per menit.

Detak jantung normal dan aritmia

Saat mengukur detak jantung, Anda bisa saja mendapati bahwa Anda tidak memiliki detak jantung normal dan malah memiliki detak jantung yang lebih cepat, lebih lambat, atau bahkan tidak beraturan.

Kondisi ini dikenal dengan istilah aritmia yang merujuk pada masalah di detak jantung. Salah satu jenis aritmia yang paling umum terjadi adalah fibrilasi atrium atau kondisi saat detak jantung berdetak secara tidak beraturan.

Fibrilasi atrium sering dijumpai pada penderita gagal jantung dan bahkan sebenarnya bisa menjadi pelaku dari munculnya gagal jantung.

Bagaimana fibrilasi atrium memicu gagal jantung?

Fibrilasi atrium ditandai dengan detak jantung yang tidak beraturan. Sinyal elektrik yang abnormal membuat bagian-bagian jantung tidak memompa secara bersamaan dan menimbulkan detak jantung yang tidak beraturan.

Tidak hanya detak jantung yang tidak beraturan, detak jantung normal juga berubah menjadi lebih cepat dari biasanya.

Ketidakteraturan dan terlalu cepatnya jantung berdetak mengakibatkan jantung memompa darah dalam jumlah yang sedikit dan tidak optimal serta berisiko merusak otot jantung. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang memadai.

Kurangnya asupan oksigen ke jantung dan seluruh tubuh merupakan cikal bakal dari timbulnya gagal jantung.

Hindari gagal jantung!

Mencapai detak jantung normal hanyalah sebagian kecil langkah yang harus diambil untuk memastikan kesehatan yang lebih baik. Gagal jantung dapat dihindari dengan mengubah pola hidup Anda!

Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi akan membantu mencegah gagal jantung dan berat badan Anda. Mengatasi dan mengurangi stres juga penting untuk dilakukan.

Hindari rokok dan selalu periksakan serta jaga kondisi tekanan darah dan kolesterol yang dimiliki. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki detak jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan!

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/why-arrhythmia-matters
Diakses pada 29 Mei 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/resting-heart-rate-can-reflect-current-future-health-201606179806
Diakses pada 29 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 29 Mei 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/arrhythmia.html
Diakses pada 29 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/afib-heart-failure#1
Diakses pada 29 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed