Memilih Obat Kumur untuk Sakit Gigi dan Gangguan Rongga Mulut Lainnya

Obat kumur bermanfaat untuk sedakan sakit gigi, bau mulut, hingga gusi bengkak
Obat kumur bisa redakan sakit gigi, bau mulut, hingga gusi bengkak

Sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gigi berlubang, radang gusi atau gingivitis, hingga gigi sensitif. Masalah-masalah tersebut bisa dicegah selama Anda menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik. Selain menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, penggunaan obat kumur juga perlu dilakukan. Obat kumur berguna untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit terjangkau sikat maupun benang.

Obat kumur sendiri terdiri dari berbagai macam jenis dan mengandung bahan yang berbeda-beda. Sehingga, masing-masingnya pun bisa digunakan untuk mengatasi gangguan yang berbeda pula.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui dalam hal pemilihan obat kumur untuk meredakan sakit gigi, bau mulut, hingga gigi berlubang.

Mengenal jenis-jenis obat kumur

Obat kumur sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya produk untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sebab, penggunaannya tetap perlu didampingi dengan menyikat gigi dan penggunaan benang gigi atau dental floss.

Obat kumur juga tidak bisa jadi solusi permanen untuk sakit gigi. Meski begitu, obat kumur bisa dijadikan solusi sementara berbagai kondisi gigi dan mulut. Berikut ini beberapa jenis obat kumur sesuai dengan manfaatnya.

1. Obat kumur untuk sakit gigi

Obat kumur memang tidak bisa menyembuhkan kerusakan gigi atau area rongga mulut lainnya yang bisa memicu sakit gigi. Tapi, beberapa obat kumur mengandung bahan yang bisa mengurangi rasa nyeri.

Obat kumur tersebut biasanya mengandung bahan-bahan di bawah ini:

  • Lidocaine
  • Benzocaine hydrochloride
  • Dyclonine hydrochloride
  • Phenol

Bahan seperti lidocaine umumnya hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Sehingga untuk memperoleh obat kumur yang mengandung bahan ini, Anda juga mungkin berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi.

2. Obat kumur untuk bau mulut

Obat kumur yang diperuntukkan untuk menghilangkan bau mulut, ada yang sifatnya kosmetik dan ada juga yang sifatnya terapeutik.

  • Obat kumur yang bersifat kosmetik adalah obat kumur yang dapat membantu menyegarkan napas untuk sementara waktu, tapi tidak mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.
  • Obat kumur terpeutik mengandung bahan yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri di rongga mulut, sehingga bisa menyegarkan mulut dalam jangka waktu lebih lama.

Bahan-bahan yang terdapat pada obat kumur jenis ini antara lain:

  • Chlorhexidine
  • Chlorine dioxide
  • Cetylpiridinium chloride
  • Minyak atsiri atau essential oil seperti menthol dan metyl salicylate

3. Obat kumur untuk gigi berlubang

Obat kumur yang bisa digunakan untuk mencegah gigi berlubang lebih luas pasti mengandung fluoride. Bahan inilah yang akan menjaga mineral di gigi berlubang agar kembali terbentuk, sehingga lubang tidak terus meluas.

Meski begitu, perlu diingat bahwa obat kumur berfluoride tidak bisa menyembuhkan gigi berlubang. Untuk mengatasi gigi berlubang, cara yang paling efektif adalah dengan tambal gigi di dokter gigi.

4. Obat kumur untuk gusi bengkak

Obat kumur yang mengandung chlorhexidine juga bisa digunakan untuk mengatasi gusi bengkak dan menghilangkan plak yang menumpuk. Hasil maksimal tentu baru akan tercapai jika Anda mengombinasikannya dengan sikat gigi dan menggunakan benang gigi secara teratur.

5. Obat kumur untuk memutihkan gigi

Beberapa obat kumur juga bisa digunakan untuk memutihkan gigi. Obat kumur yang bisa memberikan manfaat ini biasanya mengandung bahan seperti carbamide peroxide 10% atau hidrogen peroksida 1,5%.

Cara tepat menggunakan obat kumur

Sebelum menggunakan obat kumur, ketahui terlebih dahulu bahwa produk ini tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia di bawah 6 tahun, kecuali memang diresepkan oleh dokter. Perhatikan dengan detail informasi mengenai bahan baku yang tertera di kemasan. Jika ada bahan yang dapat memicu alergi di tubuh Anda, hindari penggunaannya.

Apabila Anda sudah memilih obat kumur yang paling sesuai dengan kondisi gigi dan mulut, berikut ini tahap-tahap yang perlu dilakukan saat berkumur:

  • Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss
  • Sikat gigi
  • Tuangkan obat kumur ke tutup yang biasanya bisa dijadikan takaran standar oleh produk tersebut. Selain dengan tutup, Anda juga bisa gunakan gelas atau alat lain, selama takarannya tidak melebihi instruksi.
  • Berkumurlah dengan obat tersebut di mulut selama 30-60 detik lalu buang.

Beberapa produk tidak mengharuskan Anda berkumur lagi dengan air setelah menggunakannya. Namun ada juga yang menjatuhkan pilihan pada pengguna.

Efek samping penggunaan obat kumur

Obat kumur memang baik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Namun pada beberapa orang, bahan yang terkandung di dalamnya bisa memicu efek samping, seperti:

  • Iritasi di rongga mulut
  • Alergi atau reaksi hipersensitivitas yang ditandai dengan munculnya sariawan
  • Sesak napas, bengkak, dan syok pada kondisi alergiyang parah

Sementara itu jika obat kumur Anda mengandung chlorhexidine, maka ada beberapa efek samping yang bisa muncul, antara lain:

  • Rasa tidak enak di mulut
  • Mulut terasa seperti terbakar
  • Perubahan warna gigi atau tambalan gigi
  • Pembengkakan di pipi atau leher

Lalu, pada obat kumur yang mengandung essential oil atau minya atsiri, efek samping di juga bisa muncul akibat ethanol yang ada di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dilaporkan pernah terjadi:

  • Mulut kering dan iritasi
  • Nyeri di rongga mulut
  • Peningkatan risiko keratosis, ulkus atau luka di permukaan rongga mulut, hingga radang gusi, akibat penggunaan obat kumur yang mengandung ethanol lebih dari 20%

Menggunakan obat kumur bisa memaksimalkan langkah perawatan gigi dan mulut Anda. Karena itu, pilihlah jenis yang paling sesuai dengan tujuan dan keinginan Anda, lalu rasakan manfaatnya segera.

American Dental Associaton. https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/mouthrinse
Diakses pada 2 Juni 2020

Dermnet New Zealand. https://dermnetnz.org/topics/mouthwash/
Diakses pada 2 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-use-mouthwash#using-mouthwash
Diakses pada 2 Juni 2020

Artikel Terkait