Susu Formula untuk Bayi, Ketahui Hal Ini Sebelum Memberikannya


Susu formula untuk bayi merupakan alternatif bagi ibu yang tidak mampu memberikan ASI. Sebelum memberikan susu, hal yang harus diperhatikan adalah takarannya hingga cara membuatnya

(0)
Susu formula untuk bayi dibuat dengan takaran yang pas agar kandungan nutrisinya terjagaSusu formula untuk bayi bisa menjadi alternatif utama jika ibu tidak mampu memberikan ASI
Susu formula untuk bayi harus diberikan dengan memerhatikan beberapa hal, seperti kandungannya, frekuensi pemberiannya, takarannya, hingga cara membuatnya. Alih-alih susu formula, kandungan ASI sebenarnya lebih diutamakan sebagai asupan untuk bayi baru lahir.Namun, beberapa kondisi tertentu, seperti ASI tidak keluar, ibu meninggal setelah melahirkan, atau ibu mengidap penyakit yang membuatnya tidak dapat menyusui, menyebabkan bayi tidak bisa mendapatkan ASI ekslusif. Sebagai gantinya, susu formula bisa dijadikan alternatif pengganti ASI.Sebelum memperkenalkan sufor pada bayi baru lahir, ada baiknya untuk memahami panduan penggunaannya terlebih dahulu.

Kandungan susu formula untuk bayi

Omega-3 susu formula untuk bayi berguna untuk otak dan mata
American Academy of Family Physicians menyatakan, susu formula dikategorikan menurut tiga kriteria dasar, yaitu kepadatan kalori, sumber karbohidrat, dan komposisi protein.Namun, ada pula kandungan nutrisi lain yang harus terdapat dalam susu formula untuk mendorong tumbuh kembang bayi. Inilah kandungan yang sebaiknya ada pada susu formula untuk bayi:

1. Zat besi

Dalam memilih susu formula untuk bayi baru lahir, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk mendapat rekomendasi susu yang tepat.Dokter biasanya akan merekomendasikan susu formula yang kaya zat besi untuk mencegah anemia pada bayi.

2. Protein

Susu formula untuk bayi juga harus mengandung protein. Sebab, protein berguna untuk kekuatan serta pertumbuhan otot bayi. Hal ini pun dibuktikan pada International Journal of the International Society of Sports Nutrition.Selain itu, riset ini menyatakan, protein juga berguna untuk menaikkan massa otot sehingga berat badan bayi terjaga.

3. Karbohidrat

Karbohidrat yang terdapat pada susu formula untuk bayi berupa gula, yaitu glukosa, laktosa, sukrosa, maupun galaktosa. Karbohidrat berfungsi untuk memberikan energi untuk jaringan otak, otot, dan organ lainnya.

4. Omega-3 dan omega-6

Omega-3 dan omega-6 juga ditemukan pada kandungan susu formula untuk bayi. Keduanya merupakan asam lemak.Umumnya, omega-3 yang digunakan pada susu formula untuk bayi adalah docosahexaenoic acid (DHA). Sementara, omega-6 yang ditemukan pada susu formula bayi adalah arachidonic acid (AA).Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Pharmacological Research, DHA berguna untuk tumbuh kembang otak dan mata bayi. Bahkan, konsumsi DHA yang mencukupi mampu menaikkan skor IQ Si Buah Hati.Sementara, konsumsi omega-6 dalam bentuk AA mampu menaikkan jumlah lemak sehat di dalam tubuh.Artinya, susu formula untuk bayi yang mengandung omega-6 cocok sebagai susu agar bayi gemuk. Hal ini pun dibuktikan melalui riset yang terbit pada Nutrients.

5. Kalsium dan vitamin D

Kandungan mineral berupa kalsium merupakan komponen yang berguna sebagai penyusun tulang bayi. Agar kalsium diserap dan bekerja dengan baik, maka tubuh memerlukan vitamin D.Artinya, vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium agar tulang semakin padat. Bahkan, temuan yang diterbitkan Bone Reports menyatakan, vitamin D3 mampu membantu tulang menjadi lebih keras dan kuat.

6. Prebiotik

Susu formula untuk bayi juga sebaiknya mengandung FOS dan GOS. FOS dan GOS adalah jenis prebiotik untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik pada tubuh si Kecil.Pemberian susu formula yang mengandung FOS dan GOS direkomendasikan untuk bayi-bayi dengan kondisi khusus yang tidak bisa mendapatkan ASI.Riset terbitan jurnal Carbohydrate, Chemistry, Biology, and Medical Applications menemukan, prebiotik berguna untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan bayi dan melancarkan pencernaannya.

Panduan memberi susu formula untuk bayi baru lahir

Berikan susu formula untuk bayi dengan botol bebas BPA
Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memberikan susu formula untuk bayi baru lahir, persiapan, penyajian, hingga pemberian susu. Berikut panduan pemberian susu formula pada bayi baru lahir:

1. Pilih susu formula yang tepat

Selain dari komposisi utamanya, perhatikan tiga poin berkut saat memilih susu formula yang baik untuk bayi baru lahir:
  • Utamakan susu formula dari susu sapi. Jika bayi alergi terhadap susu sapi, Anda bisa memberikan susu formula bebas laktosa, susu terhidrolisis ekstensif dan susu formula asam amino atas rekomendasi dokter.
  • Perhatikan kadar protein di dalam susu. Terlalu banyak protein justru meningkatkan risiko berat badan berlebih.
  • Pastikan susu sapi mengandung protein whey yang lebih banyak daripada casein. Sebab, protein whey lebih mudah dicerna bayi baru lahir. Susu dengan protein casein tidak boleh dikonsumsi untuk bayi di bawah 6 bulan.
Selain itu, Anda mungkin ingin segera mengganti susu formula ketika bayi Anda memuntahkannya. Namun, jangan terlalu cepat menggantinya karena dapat menyebabkan masalah pencernaan pada bayi.Dokter akan menyarankan untuk tetap menggunakan susu formula yang sama selama setidaknya satu minggu. Jangan lupa, selalu cek tanggal kedaluwarsa susu formula sebelum membelinya.

2. Buat bayi nyaman saat menyusu

Saat memberikan susu formula untuk bayi, gendong si Kecil dalam posisi yang nyaman.Gendong bayi Anda dengan menopang kepalanya agar bayi dapat bernapas dan menelan dengan nyaman. Pegang botol susu dengan benar dan jangan lepaskan sampai susu habis.Berikan susu sesuai kebutuhan bayi dan pastikan posisinya benar sehingga bayi dapat menyedotnya dengan mudah.Apabila bayi sudah kenyang menyusu, Anda dapat melepas botol dan menepuk-nepuk punggungnya secara perlahan agar bersendawa.

Cara membuat susu formula yang benar untuk bayi baru lahir

Sebelum membuat susu untuk bayi, sebaiknya cuci tangan Anda terlebih dahulu dan keringkan. Setelah itu, cara membuat susu formula yang benar adalah dengan mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan susu formula.Berilah takaran yang tepat antara susu dan air. Pastikan Anda menggunakan air yang bersih dan matang bersuhu 70º Celcius untuk membuat susu bayi.Jangan sampai air terlalu sedikit karena bisa membebani ginjal bayi dan menyebabkan dehidrasi. Selain itu, jangan terlalu banyak air karena dapat melarutkan kalori dan nutrisi dalam susu sehingga menyebabkan pertumbuhan bayi terhambat.Berikan susu formula dalam waktu 2 jam setelah Anda buat, dan buang jika sudah lebih dari durasi tersebut.Jika setelah dibuat tidak langsung disajikan, simpan susu dalam wadah tertutup ke dalam lemari es dengan suhu kurang dari 5º Celcius.

Takaran susu formula bayi

Dalam beberapa hari pertama, bayi berusia 0-3 bulan biasanya membutuhkan sekitar 30-60 ml susu formula setiap kali menyusu.Seiring berjalannya waktu, bayi umumnya akan mengonsumsi susu sebanyak 60-90 ml sekali minum. Sementara itu pada akhir bulan pertama, konsumsi akan naik menjadi sekitar 120 ml, per satu kali minum.Saat bayi memasuki usia enam bulan, ia akan minum kurang lebih sebanyak 180-240 mL, per satu kali minum.

Frekuensi memberi susu formula untuk bayi

Agar tahu berapa jam sekali bayi minum susu formula, Anda bisa lihat dari usianya. Umumnya, bayi yang mengonsumsi susu formula lebih jarang menyusu daripada bayi yang mengonsumsi ASI. Rata-rata, bayi baru lahir akan menyusu susu formula setiap 3-4 jam sekali.Bayi yang berusia 1 bulan rata-rata minum susu formula setiap 4 jam sekali. Sementara itu, saat bayi telah berusia 6 bulan, ia akan minum susu sebanyak 4 atau 5 kali dalam waktu 24 jam.Akan tetapi, kebutuhan asupan setiap bayi bisa jadi berbeda. Ada yang lebih sedikit ataupun lebih banyak.Anda tidak perlu terpaku sepenuhnya dengan batasan tersebut. Jika bayi masih terlelap saat waktu menyusu tiba, bangunkan ia dan berikan susu formula. 

Memilih dan mencuci botol susu bayi

Setelah bayi minum susu formula, cuci botol agar tidak tumbuh jamur
Memilih botol susu tentu tidak boleh sembarangan, pilihlah botol bebas BPA (bahan kimia berbahaya). Selain itu, hindari botol plastik dengan kode daur ulang 3 (phthalates), 6 (styrene), dan 7 (bisphenol), kecuali jika diberi label bio based atau greenware.Setiap kali bayi selesai minum susu, botol harus dicuci sehingga susu tidak akan mengering dan menempel di dalam botol. Selain itu, Anda juga dapat membersihkan dot botol air hangat untuk mencegah pertumbuhan jamur.Bersihkan botol secara keseluruhan dengan baik dengan sabun khusus mencuci botol bayi. Kemudian, keringkan dan sterilkan dengan memasukkan botol ke dalam air mendidih maksimal 5 menit.Supaya lebih aman, Anda juga bisa menggunakan alat khusus untuk mensterilkan botol susu bayi yang banyak dijual di pasaran.Jika dot botol tersumbat, periksa penyebabnya atau ganti dengan dot yang baru agar bayi menyusu dengan lancar.

Catatan dari SehatQ

Susu formula untuk bayi harus memiliki kandungan yang mendukung tumbuh kembangnya, yaitu zat besi, protein, karbohidrat, omega-3 dan omega-6, kalsium dan vitamin D, serta prebiotik.Takaran susu formula untuk bayi baru lahir bisa dimulai sebanyak 30-60 ml, lalu bertambah sebanyak 180-240 ml pada usia 6 bulan. Umumnya, susu formula diberikan selama 3-4 jam sekali.Perlu diingat, susu formula mampu menimbulkan alergi.Bayi yang alergi susu formula sering menunjukkan gejala tertentu selama berhari-hari hingga berminggu-minggu setelah mengonsumsi susu formula. Gejala alergi susu formula di antaranya:
  • Batuk.
  • Mengi.
  • Sesak napas.
  • Gatal-gatal.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan, seperti diare.
  • Pembengkakan.
  • Mata berair.
  • Lebih rewel dan sering menangis.
Satu hal lagi, pemberian susu formula bukanlah satu-satunya sumber makanan bagi bayi. Apabila bayi sudah berumur 6 bulan, dukung asupan nutrisi hariannya dengan memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Apabila Anda ingin memulai memberikan susu formula untuk bayi maupun melihat gejala alergi susu formula pada bayi, segera hubungi dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan susu formula ibu bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
alergi susususu formulabayi & menyusui
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/milk-allergy.html
Diakses pada 13 September 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/bottle-feeding/formula-feeding-baby/
Diakses pada 13 September 2019
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/how-to-feed-your-baby-with-formula
Diakses pada 13 September 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_how-to-use-baby-formula-safely_1334673.bc
Diakses pada 13 September 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_how-to-buy-bottles-and-nipples_751.bc
Diakses pada 13 September 2019
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/formula-feeding/Pages/Amount-and-Schedule-of-Formula-Feedings.aspx
Diakses pada 13 September 2019
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2009/0401/p565.html
Diakses pada 18 November 2020
International Journal of the International Society of Sports Nutrition. https://jissn.biomedcentral.com/articles/10.1186/1550-2783-5-17
Diakses pada 18 November 2020
Pharmacological Research. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1043661899904954
Diakses pada 18 November 2020
Nutrients.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4808858/
Diakses pada 18 November 2020
Carbohydrate, Chemistry, Biology, and Medical Applications. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-054816-6.00012-4
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait