Membedah Peran Anak dalam Keluarga yang Perlu Dijalankan

(0)
07 Mar 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Peran anak dalam keluarga umumnya mengikuti orangtuanyaPeran anak dalam keluarga pada awalnya ditentukan oleh orangtua
Setiap anggota keluarga memiliki perannya masing-masing, baik ayah, ibu, atau anak. Khusus untuk anak, peran anak dalam keluarga bisa jadi berbeda antara satu keluarga dengan yang lainnya.Umumnya, orangtua diharapkan dapat memimpin keluarga, setidaknya saat anak-anak masih kecil. Sementara itu, peran anak dalam keluarga secara umum adalah mengikuti kepemimpinan orangtuanya.  

Peran anak dalam keluarga

Peran anak dalam keluarga bisa sama atau berbeda pada masing-masing anak. Selain itu, seiring bertambahnya usia atau dinamika keluarga, ada kemungkinan peran ini berubah. Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan peran anak dalam keluarga yang perlu Anda perhatikan.

1. Mengikuti kepemimpinan orangtua

Peran alami anak dalam keluarga adalah mengikuti kepemimpinan orangtua, baik ayah atau ibu. Semua keputusan penting bagi anak akan ditentukan oleh orangtua.Gaya kepemimpinan dalam keluarga juga dapat berpengaruh pada peran anak dalam keluarga. Sebagian orangtua mungkin tetap membuat keputusan bagi anaknya hingga mencapai usia dewasa atau bahkan setelah dewasa. Sebagian lainnya mungkin sedikit demi sedikit memberikan kebebasan dan peran lebih besar pada anak di dalam keluarga sejak usia muda.

2. Perubahan peran anak seiring waktu

Peran anak dalam keluarga dapat bertambah besar seiring bertambahnya usia. Anak akan dapat mengajukan pendapat, memberikan usulan, atau mengungkapkan apa yang mereka inginkan.Setelah anak-anak mampu berpendapat, menyatakan ketidaksetujuan, atau berargumen untuk mempertahankan keinginan mereka, mungkin akan sering terjadi ketegangan antargenerasi (orangtua dan anak).Kondisi ini harus disikapi dengan bijak. Biarkan anak mengutarakan pendapatnya, Anda pun harus mempertimbangkannya sebagai orangtua yang baik. Namun demikian, keputusan terakhir harus berada di tangan orangtua. Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan yang masuk akal.

3. Perubahan peran anak dipengaruhi kondisi keluarga

Perubahan kondisi juga dapat memengaruhi peran anak dalam keluarga. Saat seorang anak memiliki adik, maka pada saat-saat tertentu, anak juga mengambil peran orangtua untuk adiknya. Misalnya, mengasuh dan merawat adik.Bahkan, tidak sedikit anak yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga saat orangtua tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

4. Jenis peran anak dalam keluarga

Peran setiap anak dapat berbeda sesuai wewenang yang orangtua berikan. Anak yang tertua biasanya menjadi peran pengganti orangtua bagi adik-adiknya. Anak juga dapat berperan sebagai asisten orangtuanya dengan membantu memasak di dapur atau mengurus rumah.Peran anak dalam keluarga juga dapat terbentuk secara alami berdasarkan tabiat anak. Misalnya, anak yang berperan sebagai penghibur karena sifatnya yang lucu, sebagai penengah yang sering mendamaikan saudara-saudaranya yang bertengkar dan lebih bijak, atau Si Kecil yang selalu dimanja semua orang.

Hak anak dalam keluarga

Di samping peran, anak juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dalam keluarga. Anak dengan usia dan jenis kelamin yang berbeda, tentunya akan memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda.Meski demikian, semua anak dalam keluarga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Yang perlu diperhatikan di sini adalah, pemenuhan hak anak oleh orangtua terkait dengan kewajiban yang harus dipenuhinya dalam keluarga.
  • Anak berhak mendapatkan pendidikan dan berkewajiban untuk masuk sekolah serta menjalankan pendidikannya dengan baik.
  • Anak berhak atas perlindungan dan kesehatan sekaligus berkewajiban menjaga diri dan kesehatannya.
  • Anak berhak berbicara dan mengemukakan pendapat, tapi juga wajib menghormati pendapat dan berbicara dengan cara yang baik tanpa merusak martabat anggota keluarga lainnya.
  • Anak berhak mendapatkan nafkah untuk kebutuhannya dan berkewajiban untuk menggunakan uang sesuai tujuannya.
  • Anak berhak mendapatkan keadilan dan berkewajiban untuk bersikap adil pada saudara-saudaranya.
Hak dan kewajiban anak dalam keluarga dapat berbeda antara satu dengan yang lain. Yang paling utama, anak-anak harus dilindungi dari kekerasan mental dan fisik, ketidakadilan, kelalaian, pelecehan verbal dan pelecehan seksual, beserta ancaman lainnya.Di sisi lain, orangtua harus memastikan bahwa anak-anak memiliki apa yang mereka butuhkan untuk hidup, serta menciptakan kondisi yang sesuai untuk pengembangan keterampilan dan minat anak.Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tips mendidik anakrumah tangga
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/Pages/Roles-Within-the-Family.aspx
Diakses 24 Februari 2021
Oiguskantsler Cancellor of Justice. https://www.oiguskantsler.ee/en/children%E2%80%99s-and-youth-rights-and-responsibilities
Diakses 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait