logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

10 Peran Anak dalam Keluarga yang Wajib Diketahui Si Kecil

open-summary

Terdapat sejumlah peran anak dalam keluarga yang perlu ditanamkan sejak dini, di antaranya mengikuti kepemimpinan orangtua, menjaga saudara kandungnya, membantu pekerjaan orangtua, hingga menjaga nama baik keluarga.


close-summary

0

7 Mar 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Peran anak dalam keluarga umumnya mengikuti orangtuanya

Peran anak dalam keluarga pada awalnya ditentukan oleh orangtua

Table of Content

  • 10 peran anak dalam keluarga yang perlu dijalankan
  • Hak anak dalam keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki perannya masing-masing, baik ayah, ibu, ataupun anak. Khusus untuk anak, peran anak dalam keluarga bisa jadi berbeda antara satu keluarga dengan yang lainnya.

Advertisement

Orangtua umumnya diharapkan dapat memimpin keluarga, setidaknya saat anak-anak masih kecil. Di sisi lain, peran anak umumnya adalah mengikuti kepemimpinan orangtua.

Tidak hanya itu, anak juga memiliki banyak peran penting lainnya dalam keluarga. Peran-peran ini idealnya perlu dijalankan untuk membantu membangun keluarga yang harmonis.

10 peran anak dalam keluarga yang perlu dijalankan

Peran anak dalam keluarga bisa sama atau berbeda pada masing-masing anak. Seiring bertambahnya usia atau dinamika keluarga, ada kemungkinan peran ini berubah.

Berikut adalah beberapa hal seputar peran anak yang sepatutnya dijalankan dalam keluarga.

1. Mengikuti kepemimpinan orangtua

Salah satu peran anak di rumah adalah mengikuti kepemimpinan orangtua, baik ayah ataupun ibu. Semua keputusan penting bagi anak umumnya ditentukan dengan pertimbangan orangtua.

Gaya kepemimpinan dalam keluarga juga dapat berpengaruh pada peran anak dalam keluarga. Sebagian orangtua mungkin tetap membuat keputusan bagi anaknya hingga dewasa atau bahkan setelahnya.

Sebagian lainnya mungkin sedikit demi sedikit memberikan kebebasan dan peran lebih besar pada anak sejak usia muda.

2. Mengajukan pendapat saat keluarga membuat keputusan

Peran anak dalam keluarga bisa bertambah besar seiring bertambahnya usia. Anak dapat mengajukan pendapat, memberikan usulan, atau mengungkapkan apa yang mereka inginkan.

Setelah mampu berpendapat, menyatakan ketidaksetujuan, atau berargumen untuk mempertahankan keinginannya, ketegangan antargenerasi (orangtua dan anak) mungkin akan sering terjadi.

Kondisi ini harus disikapi dengan bijak. Biarkan anak mengutarakan pendapatnya, Anda pun harus mempertimbangkannya sebagai orangtua yang baik.

Meski demikian, keputusan terakhir harus berada di tangan orangtua. Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan yang masuk akal.

Fungsi anak dalam keluarga ini diharapkan dapat membuat anak siap untuk membuat keputusan-keputusan penting saat dihadapkan dengan situasi tertentu di luar rumah.

3. Membantu orangtua mengasuh dan menjaga adik-adiknya

peran anak dalam keluarga
Pandu anak untuk bisa mengasuh dan menjaga adiknya di rumah.

Perubahan kondisi juga dapat mempengaruhi peran anak dalam keluarga.

Saat seorang anak memiliki adik, maka pada saat-saat tertentu, mereka juga perlu mengambil peran orangtua untuk adiknya. Contohnya, mengasuh dan merawat adik.

Bahkan, tidak sedikit anak yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga saat orangtua tidak dapat menjalankan peran sebagaimana mestinya.

4. Membantu pekerjaan orangtua di rumah

Peran setiap anak dapat berbeda sesuai wewenang yang orangtua berikan. Anak yang tertua biasanya menjadi peran pengganti orangtua bagi adik-adiknya.

Anak juga dapat berperan sebagai asisten orangtua, misalnya dengan membantu memasak di dapur atau mengurus rumah.

5. Menjadi penengah di saat ada konflik antarsaudara

Peran anak dalam keluarga juga dapat terbentuk secara alami berdasarkan tabiat anak.

Misalnya, sebagai penghibur karena sifatnya yang lucu, sebagai penengah yang sering mendamaikan saudara-saudaranya yang bertengkar dan lebih bijak, atau si kecil yang selalu dimanja semua orang.

6. Menjaga nama baik keluarga

Tugas anak dalam keluarga yang cukup penting adalah menjaga nama baik keluarga. Sebab, tidak ada keluarga yang mau dicap negatif oleh tetangga atau orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Maka dari itu, tanggung jawab anak dalam keluarga ini perlu diterapkan. Orangtua juga perlu membantu anak untuk memahami pentingnya menjaga nama keluarga.

Peran seorang anak untuk menjaga nama baik keluarga dapat dilakukan dengan cara berperilaku baik di lingkungan sosial, tidak melakukan hal-hal buruk di depan masyarakat, atau saat membuat keputusan di luar rumah.

7. Belajar

Tugas seorang anak yang perlu diemban hingga dewasa adalah belajar. Anak-anak dituntut untuk terus belajar, baik itu di rumah ataupun di sekolah.

Orangtua disarankan untuk membantu anak belajar, terutama di rumah, di mana ada banyak sekali kemampuan yang bisa diajarkan. Contohnya, membersihkan kamar tidur, mencuci piring, hingga merapihkan mainan.

Proses belajar ini diharapkan dapat berguna bagi anak saat mereka menjadi bagian dari masyarakat.

8. Merawat hewan peliharaan

Salah satu peran anak adalah merawat hewan peliharaan di rumah. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing di rumah, bantulah anak untuk belajar merawat hewan tersebut.

Tanggung jawab anak dalam keluarga ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan bulu-bulu hewan peliharaan yang jatuh ke lantai, membersihkan kandang hewan, hingga memberikan makanan pada hewan kesayangannya.

Meski terdengar sepele, tugas anak dalam keluarga ini dapat mengajarkan anak tentang tanggung jawab.

Baca Juga

  • Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak
  • Anak Bungsu Adalah Anak yang Manja, Benarkah? Ini Penjelasannya
  • 15 Permainan Anak Tradisional yang Tidak Membosankan

9. Menjaga kebersihan dirinya sendiri

Saat anak masih kecil, orangtua yang memiliki peran penting untuk menjaga kebersihan mereka. Namun, seiring bertambahnya usia anak, mereka juga memiliki peran untuk menjaga kebersihan dirinya sendiri.

Anak berusia 3-4 tahun dianggap sudah bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri. Tentunya dengan pengawasan dari kedua orangtuanya.

Tanamkan kebiasaan baik pada anak untuk menjaga kebersihan dirinya, seperti rutin menyikat gigi, mencuci tangan setelah bermain di luar, hingga mandi secara teratur.

Peran anak dalam keluarga ini penting untuk diterapkan agar kesehatan anak tetap terjaga.

10. Menerapkan tata krama makan yang baik

peran anak dalam keluarga
Anak perlu mengenal tata krama makan yang baik.

Salah satu tugas seorang anak yang penting untuk dijalani adalah menerapkan tata krama makan yang baik, termasuk makan sendiri, jika sudah mampu.

Dikutip dari situs Discovery for Teens, orangtua tidak perlu selalu menyuapi anak, apalagi jika mereka sudah cukup dewasa untuk makan sendiri.

Selain itu, penting bagi anak untuk menerapkan tata krama makan yang baik, misalnya tidak bermain gawai atau berbicara berlebihan ketika makan bersama keluarga di meja makan.

Anda juga perlu menjelaskan kepada anak bahwa berbagai peran di atas bukanlah sebuah hukuman, melainkan tanggung jawab yang menjadi bagian dari kehidupan keluarga.

Dengan begitu, mereka diharapkan dapat lebih mudah menerima berbagai perannya di dalam keluarga.

Hak anak dalam keluarga

Di samping peran, anak juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dalam keluarga. Anak dengan usia dan jenis kelamin yang berbeda, tentunya memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda.

Meski demikian, semua anak dalam keluarga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Yang perlu diperhatikan di sini adalah, pemenuhan hak anak oleh orangtua terkait dengan kewajiban yang harus dipenuhinya dalam keluarga.

  • Anak berhak mendapatkan pendidikan dan berkewajiban untuk masuk sekolah serta menjalankan pendidikannya dengan baik.
  • Anak berhak atas perlindungan dan kesehatan sekaligus berkewajiban menjaga diri dan kesehatannya.
  • Anak berhak berbicara dan mengemukakan pendapat, tapi juga wajib menghormati pendapat dan berbicara dengan cara yang baik tanpa merusak martabat anggota keluarga lainnya.
  • Anak berhak mendapatkan nafkah untuk kebutuhannya dan berkewajiban untuk menggunakan uang sesuai tujuannya.
  • Anak berhak mendapatkan keadilan dan berkewajiban untuk bersikap adil pada saudara-saudaranya.

Hak dan kewajiban anak dalam keluarga dapat berbeda antara satu dengan yang lain. Yang paling utama, anak-anak harus dilindungi dari kekerasan mental dan fisik, ketidakadilan, kelalaian, pelecehan verbal dan pelecehan seksual, beserta ancaman lainnya.

Di sisi lain, orangtua harus memastikan bahwa anak-anak memiliki apa yang mereka butuhkan untuk hidup, serta menciptakan kondisi yang sesuai untuk pengembangan keterampilan dan minatnya.

Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

tips mendidik anakrumah tangga

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved