Membedah Kegunaan Face Shield: Belum Tentu Lebih Aman dari Masker

(0)
13 Sep 2020|Azelia Trifiana
Penggunaan face shield harus dibarengi dengan masker untuk mencegah penularan Covid-19Penggunaan face shield tanpa masker kurang efektif cegah penularan Covid-19
Sejauh mata memandang, sekarang semakin banyak orang yang menggunakan face shield sebagai perlindungan tambahan dari penyebaran virus COVID-19. Ada kata “tambahan” dalam kalimat sebelumnya, artinya sifatnya bukan sebagai pengganti masker non-medis. Sayangnya, perlakuannya kerap bertentangan.Sejak WHO menetapkan COVID-19 sebagai krisis kesehatan global pada pertengahan Maret 2020 lalu, penggunaan masker sangat dianjurkan. Belakangan, popularitas face shield untuk melindungi wajah dari paparan virus COVID-19 juga meningkat. Padahal, percuma memakai face shield jika tidak disertai dengan penggunaan masker.

Face shield bukan alternatif

Ada banyak alasan orang memilih menggunakan face shield ketimbang masker non-medis, mulai dari rasa tidak nyaman hingga gerah. Alternatifnya, mereka memilih menggunakan face shield. Biasanya, face shield terbuat dari plastik yang disematkan di kepala dan bisa menutupi bagian wajah hingga dagu.Jika digunakan sebagai alat mencegah masuknya droplet ke hidung, mulut, dan mata, face shield memang sempurna. Meski demikian, syarat mutlak penggunaan face shield tidak akan efektif jika tidak disertai masker.Secanggih apapun face shield yang digunakan, jika tidak disertai dengan masker artinya akses penularan ke mulut, hidung, dan mata masih sangat mungkin terjadi. Dengan demikian, seseorang tidak terlindungi dari infeksi atau penularan virus COVID-19.

Efektifkah penggunaan face shield?

Ada sebuah studi yang dilakukan di Swiss terkait penyebaran COVID-19. Sebagian dari mereka mengenakan masker, sebagian lainnya memakai face shield. Hasilnya, tidak ada satupun orang yang mengenakan masker dinyatakan positif COVID-19. Sebaliknya, beberapa orang yang hanya menggunakan face shield tanpa masker terinfeksi COVID-19.Artinya, face shield adalah alat pelindung tambahan yang baik untuk menutupi area wajah. Namun, bukan berarti efektivitasnya dapat menggantikan fungsi masker. Jika digunakan tanpa masker, fungsi dari face shield pun sia-sia belaka.Namun, para pakar menekankan bahwa tidak ada istilah terlalu berlebihan ketika sudah berbicara tentang perlindungan diri dari COVID-19. Semakin banyak perlindungan, tentu semakin baik.Selain penggunaan masker dan face shield, mencuci tangan berkala, menjaga jarak dengan orang lain, dan sebisa mungkin tetap berada di rumah adalah perlindungan yang efektif.

Cara tepat menggunakan face shield

Padukan face shield dengan masker
Untuk bisa mendapatkan manfaat utama dari penggunaan face shield, beberapa hal berikut layak dilakukan:
  • Selalu gunakan dengan masker

Mengingat face shield tidak akan efektif melindungi penggunanya jika digunakan tanpa masker, pastikan selalu memakai masker secara bersamaan. Di era pandemi seperti ini, memakai masker adalah bentuk altruisme yang fundamental. Bermasker artinya melindungi orang lain.Istilah “maskerku melindungimu, maskermu melindungiku” memang tidak berlebihan. Kedua belah pihak berada dalam risiko rendah apabila sama-sama mengenakan masker. Menambahkan face shield adalah bentuk proteksi yang semakin maksimal.
  • Pastikan ukurannya tepat

Kini banyak pilihan membeli face shield dengan berbagai model dan merek. Hal terpenting adalah memastikan face shield menutupi hingga area bawah dagu. Selain itu, pastikan sisi samping face shield juga hampir mencapai telinga.Jangan ada celah antara dahi dan bagian atas face shield. Jika masih ada celah, artinya kemungkinan droplet mengenai wajah masih tetap ada.
  • Bersihkan seusai digunakan

Setiap kali usai digunakan ke luar rumah, segera bersihkan face shield dengan deterjen dan air hangat. Tujuannya adalah untuk membersihkan cipratan yang mungkin menempel di permukaan face shield. Terakhir, bilas dengan air bersih mengalir.Jangan lupa bersihkan face shield dengan bahan berbahan dasar klorin. Sebaiknya jangan gunakan disinfektan berbahan alkohol karena dapat merusak plastik dan lemnya. Bilas dengan air bersih sekali lagi untuk menghilangkan residunya.

Jangan serta merta percaya jika ada yang menyebut face shield memberikan proteksi setara seperti masker non-medis. Itu tidak tepat. Face shield hanya tambahan proteksi untuk mencegah menempelnya droplet di area wajah.Terkadang memang masker bisa membatasi akses komunikasi utamanya bagi yang menggunakan bahasa isyarat atau mengandalkan gerakan bibir. Meski demikian, kini sudah banyak pilihan masker dengan plastik transparan di bagian mulut yang memudahkan komunikasi secara khusus.
hidup sehatpola hidup sehatcoronavirus
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/why-plastic-face-shields-arent-a-safe-alternative-to-cloth-masks
Diakses pada 28 Agustus 2020
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/cloth-face-cover-guidance.html
Diakses pada 28 Agustus 2020
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/will-a-face-shield-protect-you-from-the-coronavirus/
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait