logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Membedah Hipokondria atau Rasa Cemas Berlebihan Terhadap Penyakit

open-summary

Hipokondria adalah kecemasan berlebihan yang dialami seseorang dengan menganggap dirinya sedang mengidap penyakit serius.


close-summary

3.89

(9)

6 Sep 2020

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Hipokondria

Penderita hipokondria kerap mencari informasi secara online mengenai penyakit

Table of Content

  • Apa itu hipokondria?
  • Penyebab hipokondria
  • Gejala hipokondria
  • Penanganan hipokondria
  • Catatan dari SehatQ

Secara umum, tidak ada orang yang mau merasa sakit atau mengidap penyakit tertentu. Namun, ada kalanya seseorang mengalami gangguan kecemasan bahwa dirinya sedang terkena penyakit tertentu. Kondisi ini sering dikenal sebagai hipokonria atau hypochondriac. Seperti apa gangguan yang terjadi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Advertisement

Apa itu hipokondria?

Hipokondria adalah salah satu bentuk dari gangguan kecemasan yang bisa dialami oleh siapa saja. Pengidap hipokondria memiliki kecemasan berlebihan pada pemikiran bahwa dirinya sedang mengidap penyakit serius. Gangguan ini sering disebut juga sebagai illness anxiety.

Walaupun secara medis hal tersebut tidak terbukti, penderita hipokondria akan berpikir penyakit tersebut tidak terdeteksi. Biasanya, tidak ada gejala fisik yang signifikan pada penderita hipokondria. Sensasi normal atau gejala kecil pada tubuh, seperti perut berbunyi, bersin, atau batuk, akan membuat penderitanya yakin sedang mengidap penyakit berat.

Bahkan hasil pemeriksaan dokter yang tidak menunjukkan penyakit serius pun tidak dapat menenangkan pikiran penderitanya sehingga mereka cenderung sering memeriksakan diri untuk mendapatkan opini berbeda.

Penyebab hipokondria

Penyebab dari hipokondria atau hypochondriac belum dapat dipastikan. Biasanya kondisi ini muncul pada awal usia dewasa. Beberapa faktor yang dianggap turut berperan memunculkan kondisi gangguan hipokondria di antaranya:

  • Merasa sulit menerima ketidakpastian tentang sensasi tidak nyaman atau tidak biasa pada tubuh. Sehingga penderitanya salah mengartikan sensasi tersebut sebagai hal yang serius dan mencari-cari bukti untuk mengonfirmasi apa yang ia pikirkan.
  • Dibesarkan oleh orang tua yang memiliki kekhawatiran berlebihan terkait kesehatan mereka atau kesehatan dirinya.
  • Pernah mengidap penyakit serius di masa kecil sehingga gejala kecil pada tubuh dapat membuat penderitanya mengalami ketakutan berlebihan.
  • Pernah melihat atau mengenal seseorang yang pernah mengalami atau telah meninggal dikarenakan sebuah kondisi medis yang serius.

Gejala hipokondria

Jika seseorang mengalami hipokondria, berikut adalah gejala-gejala yang bisa muncul:

  • Terobsesi dengan pemikiran bahwa Anda mengidap penyakit serius. Ini adalah gejala utama dari hipokondria.
  • Mengkhawatirkan sensasi biasa atau gejala kecil sebagai pertanda penyakit serius.
  • Mudah cemas jika berkaitan dengan kondisi kesehatan
  • Ketakutan berlebihan akan datangnya penyakit setidaknya selama enam bulan, tetapi pada penyakit tertentu dapat berubah seiring waktu
  • Tidak dapat diyakinkan oleh dokter saat hasil pemeriksaan negatif.
  • Kecemasan berlebihan sedang mengidap kondisi medis tertentu atau mengkhawatirkan kemungkinan risiko mengidap penyakit tertentu karena faktor keturunan.
  • Mengalami perasaan tertekan yang berlebihan mengenai penyakit yang dikhawatirkan sehingga penderitanya tidak dapat menjalankan aktivitas dengan baik.
  • Berkali-kali memeriksa kondisi tubuh untuk mencari-cari tanda sakit atau penyakit.
  • Sering membuat janji temu dengan dokter untuk meyakinkan mengidap penyakit tertentu, atau malah menghindari perawatan medis karena takut didiagnosis terkena penyakit serius.
  • Menghindari melakukan suatu hal tertentu karena mengkhawatirkan risiko kesehatan yang sebenarnya belum tentu dimiliki.
  • Terus-menerus bicara mengenai kondisi kesehatan dan kemungkinan menderita penyakit.
  • Sering berselancar di internet untuk mencari tahu mengenai gejala atau kemungkinan risiko penyakit tertentu.

Penderita hipokondria dapat mengalami penurunan kualitas hidup dalam berbagai hal dikarenakan rasa khawatir yang berlebihan. Mulai dari rusaknya hubungan hingga munculnya masalah keluarga. Hal ini dikarenakan kondisi ini juga dapat membuat frustrasi orang-orang yang berada di sekitar penderitanya.

Cemas yang berlebihan akan beresiko terserang penyakit. Anda mungkin akan menganggap ada penyakit yang muncul hingga penyakit tersebut benar-benar ada. Hal ini juga bisa berimbas pada aktivitas sehari-hari.

Saat menderita hipokondria, performa kerja penderitanya juga dapat menurun. Mereka umumnya mengalami kesulitan berfungsi secara normal dalam keseharian. Selain itu, mereka pun akan mengalami masalah ekonomi karena seringnya berkunjung ke dokter, hingga mungkin memiliki gangguan lainnya akibat komplikasi dari hipokondria.

Baca juga: Mengenal Gangguan Kecemasan

Penanganan hipokondria

Untuk menangani kondisi hipokondria, ada beberapa cara mandiri sebagai langkah awal membantu diri sendri.

  • Belajar manajemen stres dan teknik relaksasi.
  • Hindari menghabiskan waktu untuk mencari informasi online guna mengait-ngaitkan sebuah gejala ringan dengan penyakit kritis tertentu.
  • Sebaiknya luangkan waktu untuk aktivitas di luar rumah dan menikmati hobi yang dapat menyenangkan hati.
  • Menghindari alkohol dan obat terlarang yang dapat meningkatkan kecemasan.
  • Berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa gejala fisik yang dirasakan tidak membahayakan, melainkan hanya kondisi tubuh yang normal.

Jika cara di atas tidak mampu mengatasi hipokondria, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk membicarakan masalah kesehatan yang dikhawatirkan. Dokter akan melakukan beberapa evaluasi sebelum mengeluarkan diagnosisnya.

Apabila dokter mendiagnosis kemungkinan hipokondria atau kesehatan mental lainnya, ia akan merujuk ke ahli kejiwaan. Sementara itu, penanganan profesional untuk hipokondria meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini dapat membantu mengurangi rasa takut berlebihan yang dirasakan. Terapi ini akan mengajarkan untuk mengenali dan memahami kesalahpahaman dalam meyakini sesuatu yang menjadi penyebab kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT berhasil mengajarkan penderita hipokondria untuk mengenali apa yang memicu perilaku mereka dan mengajarkan kemampuan untuk menangani kondisi tersebut.
  • Behavioral stress management atau exposure therapy mungkin juga dapat membantu mengatasi hipokondria.
  • Obat-obatan psikotropika, misalnya antidepresan, terkadang juga diberikan untuk mengatasi masalah kecemasan akan kondisi kesehatan.

Anda yang mengenali seseorang yang mungkin memiliki gejala-gejala tersebut harus tetap sabar menghadapinya. Meyakinkan bahwa mereka baik-baik saja tidak akan cukup. Sebaiknya, yakinkan mereka untuk mencari pertolongan profesional agar segala kecemasan mereka dapat segera teratasi sebelum kualitas hidupnya mengalami penurunan.

Baca juga: Alasan Ingatan Positif Lebih Cepat Hilang pada Penderita Gangguan Kecemasan Sosial

Catatan dari SehatQ

Gangguan kecemasan bisa terjadi karena banyak penyebab. Salah satu yang bisa terjadi juga akibat kondisi kesehatan yang sebenarnya tidak ada. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter saat Anda sudah merasa gangguan kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gangguan kecemasan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gangguan mentalgangguan kecemasan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved