Membedah GERD-Anxiety dan Cara Mengobatinya dengan Tepat

(0)
21 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
GERD anxiety memiliki sejumlah gejala serupaGerd dan anxiety dapat menyebabkan heartburn
Pernahkah Anda mendengar istilah GERD-anxiety? GERD dan anxiety (kecemasan) adalah dua kondisi gangguan kesehatan berbeda yang dapat memiliki keterkaitan erat bagi sebagian orang. Secara garis besar, berikut adalah makna dari GERD dan anxiety yang perlu Anda ketahui.
  • GERD (gastroesophageal reflux desease) adalah refluks asam lambung ke kerongkonganyang berlangsung setidaknya lebih dari sekali dalam seminggu. Kondisi kronis ini dapat menyebabkan gejala heartburn, yakni rasa nyeri dan sensasi terbakar di ulu hati, dada, hingga tenggorokan.
  • Anxiety atau kecemasan merupakan respons alami tubuh saat menghadapi stres. Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang parah dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa penelitian menyatakan bahwa anxiety dapat membuat gejala GERD semakin buruk. Anxiety dan stres juga dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi menyebabkan GERD dalam sejumlah kasus. Berdasarkan temuan inilah kondisi GERD dan anxiety sering kali dikaitkan.

Penyebab dan gejala GERD anxiety

Untuk memahami kedua konsep ini secara terpisah, mari kita simak masing-masing penjelasan seputar GERD dan anxiety.

1. Penyebab GERD

GERD disebabkan oleh asam lambung yang naik menuju esofagus (kerongkongan) atau disebut juga dengan refluks asam lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi hingga peradangan pada permukaan esofagus.Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan GERD, antara lain:
  • Obesitas (kegemukan)
  • Hernia hiatus
  • Pengosongan lambung yang tertunda
  • Kehamilan
  • Kebiasaan makan yang kurang sehat, seperti makan tidak terartur, makan dalam porsi besar sekaligus, tidur setelah makan, mengonsumsi gorengan atau makanan berlemak secara berlebihan.
Efek negatif GERD pada kualitas hidup seseorang dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Kondisi ini dapat memerangkap Anda dalam lingkaran GERD-anxiety yang sulit disudahi.

2. Kaitan antara GERD dan anxiety

Berikut adalah keterkaitan antara GERD dan anxiety yang dirangkum berdasarkan beberapa studi.
  • Anxiety meningkatkan gejala yang berkaitan dengan GERD, seperti heartburn atau nyeri ulu hati. Anxiety juga membuat Anda lebih sensitif pada gejala-gejala GERD.
  • Anxiety dan gangguan psikologis lainnya dapat memengaruhi pergerakan otot esofagus dan mengurangi tekanan pada katup esofagus bawah
  • Anxiety dapat menyebabkan ketegangan otot berkepanjangan sehingga bisa membuat otot lambung menegang dan mendorong asam lambung naik.
  • Kecemasan yang parah juga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

3. Gejala GERD-anxiety

Pada GERD dan anxiety, terdapat beberapa kesamaan gejala yang muncul ketika keduanya kambuh, seperti:
  • Heartburn
  • Mual
  • Sakit perut
  • Sensasi globus, yakni rasa mengganjal atau seperti tercekik di tenggorokan
  • Gangguan tidur.
Gejala lain dari GERD, seperti sakit dada, kesulitan menelan, dan rasa asam atau pahit di mulut, juga bisa muncul. Di sisi lain, gejala anxiety yang bisa Anda alami, di antaranya:
  • Merasa gelisah atau gugup
  • Hiperventilasi atau napas sangat cepat
  • Jantung berdebar kencang
  • Dada sesak atau nyeri
  • Rasa khawatir berlebih yang sulit dikendalikan
  • Merasa seakan-akan sedang terancam bahaya.
Ketika GERD-anxiety kambuh, Anda bisa saja merasakan semua gejala-gejala tersebut. Anda juga dapat mengalami rasa khawatir berlebihan, seakan hendak pingsan atau bahkan takut akan kematian.Sebuah studi menunjukkan bahwa GERD dapat menjadi sumber anxiety dan stres. Selain itu, penderita GERD yang memiliki gejala nyeri dada cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan lebih tinggi.Pasalnya, nyeri dada sering dihubungkan dengan penyakit berbahaya lain yang berisiko kematian seperti sakit jantung. Memikirkan kemungkinan tersebut kerap membuat penderita GERD-anxiety merasa semakin cemas dan gelisah sehingga kemudian membuat gejala GERD terasa semakin parah.

Mengatasi GERD-anxiety

Obat penghambat pompa proton
Obat-obatan jenis penghambat pompa proton dapat membantu atasi GERD
Upaya untuk mengatasi GERD-anxiety dapat dilakukan secara medis dan nonmedis. Selain itu, perawatan yang dilakukan juga harus bisa memperbaiki kondisi fisik dan mental penderita kedua gangguan ini.

1. Perawatan medis

Untuk mengatasi GERD-anxiety, dokter mungkin akan mengombinasikan jenis obat-obatan bagi gangguan pencernaan dan kecemasan. Jenis obat-obatan tersebut, antara lain:
  • Antasida
  • H2 bloker
  • Penghambat pompa proton
  • Obat-obatan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
  • Benzodiazepin
  • Obat-obatan serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI).
Dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk mengikuti psikoterapi untuk mengobati kondisi ini, misalnya lewat terapi perilaku kognitif.

2. Perawatan mandiri

Perawatan mandiri bagi penderita GERD-anxiety meliputi gaya hidup sehat, menjaga kebiasaan makan, dan menenangkan pikiran, seperti:
  • Konsumsi makanan sehat
  • Hindari jenis makanan yang dapat memicu refluks asam lambung dan heartburn
  • Rutin berolahraga meskipun hanya melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki
  • Menghindari kafein dan alkohol
  • Latihan relaksasi.
Gangguan refluks asam lambung pada GERD-anxiety perlu dikonsultasikan pada dokter karena memiliki risiko terjadinya komplikasi. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami sesak napas dan/atau nyeri dada yang menjalar hingga ke rahang dan lengan.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar GERD dan anxiety, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
gerdgangguan kecemasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd-and-anxiety
Diakses 8 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/acid-reflux-and-anxiety
Diakses 8 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait