Panduan Membayar Zakat Fitrah Agar Tetap Aman di Tengah Pandemi Corona

Anda bisa menggunakan layanan bayar zakat fitrah via internet banking untuk hindari kontak fisik
Gunakan layanan bayar zakat fitrah via internet banking untuk hindari kontak fisik

Hingga menjelang Ramadan 1441 Hijriyah (Mei-Juni 2020), jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat di Indonesia. Berbagai aktivitas pun terpaksa ditunda, sebagai langkah untuk mencegah transmisi infeksi virus corona tersebut.

Masyarakat yang beragama Islam mungkin khawatir dalam menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat fitrah, di tengah pandemi corona. Menjawab kekhawatiran tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis Panduan Pengumpulan dan Penyaluran Zakat untuk tahun ini.

Simak panduannya yang tertuang dalam Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Panduan pengumpulan zakat fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) di tengah pandemi Covid-19

Untuk mengumpulkan zakat fitrah dan zakat lainnya di tengah pandemi corona, berikut ini beberapa poin yang harus Anda perhatikan:

  • Masyarakat diimbau membayarkan zakatnya segera sebelum puasa Ramadan agar bisa tersalurkan kepada orang yang membutuhkan lebih cepat.
  • Pengumpulan zakat dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan. Dengan demikian, Anda dapat menghindari kontak fisik dan tatap muka, serta tak perlu mendatangi gerai zakat.
  • Panitia mengumpul zakat diimbau untuk menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun serta alat pembersih sekali pakai (seperti tissue), di area tempat pengumpulan zakat.
  • Pengelola dan panitia zakat diminta untuk membersihkan area penerimaan zakat secara rutin, terutama handle pintu, saklar, komputer, keyboard, alat pencatatan, tempat penyimpanan, dan sarana lain.
  • Senantiasa saling mengingatkan untuk meminimalisir kontak fisik, termasuk berjabat tangan, demi menghindari risiko penularan.

Panduan penyaluran zakat fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) di tengah pandemi Covid-19

Selain panduan pengumpulan, pihak pengelola dan pengumpul zakat juga perlu memerhatikan poin berikut saat menyalurkan zakat ke masyarakat penerima zakat:

  • Menghindari penyaluran zakat fitrah melalui tukar kupon agar orang-orang tidak perlu berkumpul dan menyebabkan kerumunan.
  • Melakukan distribusi zakat langsung kepada penerima zakat.
  • Pengelola dan pengumpul zakat diimbau untuk proaktif dalam mendata kelompok penerima zakat. Caranya adalah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat maupun Ketua RT dan RW setempat.
  • Petugas penyalur zakat dipastikan melengkapi diri dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan, dan alat pembersih sekali pakai (tissue).
  • Menjaga situasi tetap kondusif serta memerhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

banner ramadan

Pentingnya menghindari kontak langsung saat membayar zakat di tengah pandemi corona

Adanya pandemi corona yang bisa menular lewat droplets tentu menghambat banyak aktivitas masyarakat. Physical distancing, termasuk mengurangi kontak langsung saat pengumpulan zakat dan distribusinya, sangat vital untuk dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Ada beberapa alasan agar Anda selalu menjaga jarak dan menghindari kontak fisik dengan orang lain, misalnya:

1. Virus dapat berpindah melalui kontak dekat

Penting untuk selalu diingat bahwa kontak fisik dapat menularkan infeksi SARS-CoV-2, dari penderitanya ke orang lain. Bahkan, menurut penelitian terbaru dari CDC, virus corona tersebut bisa menyebar sejauh 13 kaki atau sekitar 4 meter.

Bagaimanapun, berdiam diri di rumah dan menjaga diri sejauh mungkin menjadi cara terbaik agar diri terhindar dari virus tersebut.

2. Adanya orang tanpa gejala yang bisa menularkan virus corona

Alasan lain Anda harus berdiam diri di rumah adalah adanya silent spreader atau orang tanpa gejala. Artinya, beberapa individu akan terlihat sehat namun ia ternyata membawa virus corona. Karena membawa virus di tubuhnya, ia akan bisa menularkan ke orang lain.

Hal di atas mengindikasikan bahwa Anda tak bisa sembarang berkontak dengan orang lain, untuk saat ini. Sebab, kita tak bisa mengetahui lawan bicara kita membawa virus tersebut atau tidak.

Memanfaatkan layanan jemput zakat dan sistem perbankan dalam membayar zakat

Sesuai imbauan pemerintah, Anda bisa menunaikan pembayaran zakat fitrah melalui opsi perbankan ke lembaga pengumpul zakat yang terpercaya. Anda juga bisa menggunakan layanan jemput zakat untuk meminimalisir kontak.

pasangan bayar zakat fitrah online
Anda tetap bisa membayar zakat fitrah dengan aman di tengah pandemi corona

Dengan menerapkan physical distancing ini pula, Anda berkontribusi dalam usaha pencegahan virus corona dan membantu kelompok lain yang terpaksa bekerja di luar di tengah pandemi ini.

Catatan dari SehatQ

Pandemi Covid-19 membuat kita harus menunda banyak aktivitas. Namun, Anda tetap bisa menunaikan kewajiban dalam membayar zakat fitrah serta melangsungkan zakat harta, melalui layanan jemput zakat. Anda juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran via perbankan, termasuk internet banking, untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Semoga bermanfaat!

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/social-distancing-what-to-know
Diakses pada 20 April 2020

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/inilah-isi-se-menag-soal-ibadah-puasa-dan-zis-saat-covid-19
Diakses pada 20 April 2020

Web MD. https://www.webmd.com/lung/news/20200402/how-silent-covid-spreaders-may-be-infecting-others
Diakses pada 20 April 2020

Web MD. https://www.webmd.com/lung/news/20200414/cdc-covid-19-can-spread-13-feet-travel-on-shoes
Diakses pada 20 April 2020

Artikel Terkait