Membakar Kemenyan: Baik atau Berbahaya?


Kemenyan adalah zat yang bisa dibakar dan menghasilkan aroma wangi tertentu. Umumnya di Indonesia, membakar kemenyan dilakukan untuk membuat dupa. Ada studi bahwa menghirup bau kemenyan lebih berbahaya dibandingkan dengan merokok.

0,0
13 Jun 2021|Azelia Trifiana
Kemenyan sering digunakan pada ritual keagamaanKemenyan sering digunakan pada ritual keagamaan
Kemenyan adalah zat yang bisa dibakar dan menghasilkan aroma wangi tertentu. Umumnya di Indonesia, membakar kemenyan dilakukan untuk membuat dupa. Selain itu, manfaat kemenyan juga bisa menjadi bahan baku industri farmasi, kosmetik, dan juga parfum.Asal mulanya adalah dari pohon kemenyan yang menghasilkan getah. Resin atau getah ini kemudian diolah sebagai campuran aromaterapi hingga bahan pengawet sesuai kebutuhan.

Apa saja manfaat kemenyan?

Bukan hal baru, sejak ribuan tahun silam kemenyan telah digunakan di penjuru dunia. Beberapa manfaatnya adalah:

1. Ritual keagamaan

Bukan hanya di Indonesia, ritual agama di peradaban Mesir Kuno, Babilonia, dan Yunani tak terpisahkan dari kemenyan. Sejak berabad silam hingga kini, orang di seluruh dunia menggunakan incense untuk berbagai keperluan mulai dari komponen ritual agama hingga cara untuk mengusir setan.

2. Aromaterapi

Banyak juga yang dengan sengaja menggunakan bau kemenyan sebagai aromaterapi. Ketika dibakar, material aromatik sebagai bahan bakunya akan menghasilkan suara khas.Di setiap daerah, bahan baku untuk membuat kemenyan berbeda-beda. Namun, berikut ini kandungan yang umum terdapat di dalamnya:
  • Kayu manis
  • Musk
  • Myrrh
  • Frankincense
  • Patchouli
  • Sandalwood

3. Antidepresan

Membakar kemenyan dengan kandungan getah frankincense rupanya menghasilkan respons serupa dengan antidepresan. Ini terbukti dalam uji laboratorium terhadap tikus pada tahun 2008 lalu.Lebih jauh lagi, respons terhadap kandungan frankincense ini juga terdeteksi di bagian otak yang terkait dengan kecemasan berlebih dan juga depresi. Reseptor otak yang berkaitan dengan merasakan kehangangatan juga turut aktif.Namun, masih perlu penelitian lebih jauh lagi untuk membuktikan apakah terdapat manfaat yang sama pada manusia.

4. Anti-peradangan

Beberapa komponen dari frankincense dan myrrh menimbulkan efek anti-peradangan pada tikus. Para peneliti dari Kindai University dan Kyoto Pharmaceutical University Jepang menemukan hal ini. Ekstrak getah ini bisa mencegah respons peradangan pada tikus, bergantung pada dosisnya.Namun, perlu dicatat pula bahwa tim riset dalam studi ini meneliti zat dari getah frankincense, bukan dari asap seperti kemenyan saat dibakar. Belum ada pula bukti ilmiah terkait dampaknya pada manusia.

Bahaya menghirup asap kemenyan

Setelah melihat manfaat kemenyan, pertimbangkan pula beberapa bahaya membakar kemenyan terhadap kesehatan. Berikut di antaranya:
  • Potensi menyebabkan kanker

Campuran zat dalam kemenyan bisa bersifat karsinogenik yang memicu kanker. Utamanya, jenis karsinoma yang menyerang saluran pernapasan atas atau karsinoma paru-paru. fakta ini terkonfirmasi dari penelitian pada tahun 2008 lalu.Selain itu, ditemukan pula bahwa orang dewasa di Singapura yang terpapar asap kemenyan dalam jangka panjang juga lebih berisiko menderita kanker.
  • Lebih berbahaya dari merokok

Ada pula studi dari tim peneliti asal China yang menemukan bahwa menghirup asap dari kemenyan bisa jadi lebih berbahaya ketimbang merokok. Penelitian ini dilakukan pada sel hewan dan dilakukan secara in vitro.Lebih spesifik lagi, ada banyak bahan beracun yang berbahaya pada asap kemenyan, seperti benzene, carbonyl, dan polyaromatic hydrocarbon. Namun, para peneliti dalam studi ini bekerja di perusahaan tembakau. Artinya, mungkin saja terdapat bias tertentu yang berdampak pada hasil akhirnya.
  • Potensi sebabkan asma

Partikel tertentu dalam asap kemenyan juga bisa memicu terjadinya penyakit pernapasan seperti asma. Sebuah studi pada tahun 2011 meneliti lebih dari 3.000 murid sekolah yang memiliki asma dan kaitannya dengan kemenyan.Berdasarkan kuisioner yang disebar, terlihat ada korelasi antara membakar kemenyan dengan gejala asma seperti napas dengan nada tinggi. Selain itu, paparan dalam jangka waktu lama juga bisa meningkatkan kebutuhan akan obat asma.
  • Radang kronis

Bukan hanya di paru-paru, menghirup bau kemenyan dalam jangka panjang juga mungkin menyebabkan radang kronis pada hati. Namun, penelitian pada tahun 2014 ini hanya diterapkan pada hewan.Peradangan ini terjadi karena tubuh memproses zat dalam kemenyan dalam proses metabolisme. Ini dapat menimbulkan stres oksidatif pemicu peradangan.
  • Dampak negatif pada metabolisme

Masih dari kandungan kemenyan, ada kemungkinan menimbulkan dampak negatif pada metabolisme. Lebih detail lagi, dampaknya berupa penurunan berat badan cukup drastis dan menurunnya kadar kolesterol baik dalam tubuh.Namun mengingat studi pada awal tahun 2011 ini baru diterapkan pada tikus laboratorium, tentu perlu elaborasi lebih jauh untuk melihat dampaknya pada manusia.
  • Membahayakan kesehatan jantung

Terus menerus menghirup asap dari kemenyan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Ini juga bisa berkaitan dengan dampak asap kemenyan terhadap metabolisme tubuh.Tak main-main, kesimpulan ini diperoleh tim peneliti ketika melakukan studi pada tahun 2014 terhadap lebih dari 60.000 warga Singapura.

Catatan dari SehatQ

Sekilas dari rangkuman di atas, manfaat kemenyan tampak jauh lebih sedikit dibandingkan dengan risiko dan ancamannya. Namun, tidak semua penelitian telah menerapkan eksperimen pada manusia. Jumlah sampel pada manusiapun masih sangat terbatas.Kandungan dalam kemenyan pun berbeda-beda. Pohon kemenyan yang tumbuh di Sumatera dan Jawa saja bisa berbeda. Ini juga akan berpengaruh pada zat apa saja yang ada di dalamnya.Jika ingin menurunkan risiko apapun itu yang mungkin terjadi, pastikan selalu membuka jendela ketika menyalakan kemenyan. Selain itu, lilin atau pewangi ruangan alami juga bisa jadi alternatif selain zat yang satu ini.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bahaya kemenyan untuk tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asmapenyakit pernapasanhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-incense
Diakses pada 28 Mei 2021
THE FASEB Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2493463/ 
Diakses pada 28 Mei 2021
Journal of Oleo Science. https://www.jstage.jst.go.jp/article/jos/66/8/66_ess16149/_pdf/-char/en
Diakses pada 28 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-incense-bad-for-you#components
Diakses pada 28 Mei 2021
Cell Biochemistry and Function. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/cbf.1726
Diakses pada 28 Mei 2021
Environmental Health Perspectives. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4256695/
Diakses pada 28 Mei 2021
Molecular and Cellular Biochemistry. https://link.springer.com/article/10.1007/s11010-014-1995-5#citeas
Diakses pada 28 Mei 2021
European Respiratory Journal. https://erj.ersjournals.com/content/37/6/1371.short
Diakses pada 28 Mei 2021
Environmental Chemistry Letters. https://link.springer.com/article/10.1007/s10311-015-0521-7
Diakses pada 28 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait