Kupas Tuntas Pencernaan Kimiawi dan Mekanik Dalam Penyerapan Nutrisi


Pencernaan kimiawi dan pencernaan mekanik memiliki peran yang cukup vital agar tubuh bisa mendapatkan nutrisi dari makanan. Pencernaan kimiawi akan melibatkan enzim-enzim di saluran pencernaan agar nutrisi yang besar menjadi lebih kecil dan bisa diserap.

(0)
14 Jul 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pencernaan kimiawi agar tubuh mendapatkan nutrisi makananPencernaan kimiawi dan pencernaan mekanik bersinergi agar nutrisi makanan bisa terserap sempurna
Pencernaan merupakan jalinan proses yang amat kompleks. Pencernaan tersebut tak sekadar kita mengunyah makanan di dalam mulut, namun juga melibatkan berbagai enzim pencernaan di sepanjang saluran pencernaan. Secara garis besar, sistem pencernaan melibatkan dua proses, yakni pencernaan kimiawi dan pencernaan mekanik. Ketahui perbedaannya lebih lanjut.

Pencernaan kimiawi dan bedanya dengan pencernaan mekanik

Sesuai namanya, pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang melibatkan zat kimia berupa enzim, untuk menghancurkan nutrisi makanan yang besar menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah diserap tubuh. Sementara itu, pencernaan mekanik adalah pencernaan yang melibatkan gerakan fisik dalam tubuh yang bertujuan untuk mengubah ukuran molekul makanan.Pencernaan kimiawi dan mekanik sama-sama dimulai dari dalam mulut, segera setelah makanan kita konsumsi. Keduanya saling bersinergi agar nutrisi makanan bisa tercerna dan terserap dengan baik sehingga bisa digunakan tubuh, jaringan, dan sel sebagai energi.

Pentingnya pencernaan mekanik bagi tubuh

Di dalam tubuh, pencernaan mekanik dilakukan melalui tiga proses, yaitu proses pengunyahan (chewing) di mulut, pengadukan (churning) di lambung, dan segmentasi di usus halus.Dalam pencernaan mekanik, ada gerakan lain yang populer disebut dengan gerakan peristaltik. Gerakan ini merujuk pada meremas-remas secara tak sadar oleh otot esofagus, lambung, dan usus untuk memecah makanan – sehingga makanan bisa turun melewati sistem pencernaan.Pencernaan mekanik amat penting bagi tubuh karena membantu makanan terus bergerak turun ke ‘stasiun’ pencernaan paling akhir, serta membantu makanan bisa terpapar enzim dari pencernaan kimiawi.

Bagaimana dengan pencernaan kimiawi?

Nutrisi yang kita konsumsi sebenarnya memiliki ukuran yang besar sehingga harus dicerna dan diubah oleh enzim-enzim yang ada di sepanjang saluran pencernaan. Gerakan peristaltik dan pencernaan mekanik memang membantu ‘mengecilkan’ makanan, namun ukuran tersebut masih tergolong besar bagi sel-sel untuk menyerapnya.Enzim dalam pencernaan kimiawi akan mengubah nutrisi berikut ini menjadi produk yang siap diserap tubuh:
  • Lemak menjadi asam lemak dan monogliserida
  • Asam nukleat menjadi nukleotida
  • Polisakarida atau karbohidrat menjadi monosakarida
  • Protein menjadi asam amino
Tanpa kehadiran pencernaan kimiawi dan enzim-enzimnya, nutrisi tidak akan dapat diserap oleh tubuh. Bahkan, beberapa orang bisa mengalami masalah apabila ada enzim yang hilang atau kurang kadarnya dari pencernaan tersebut.

Alur pencernaan kimiawi di dalam tubuh

Pencernaan kimiawi dimulai langsung saat makanan memasuki mulut. Kemudian, proses pencernaan ini akan berakhir di usus besar.

1. Pencernaan kimiawi di mulut

Selain dicerna secara mekanik, makanan di mulut juga akan mengalami pencernaan kimiawi berkat air liur. Air liur mengandung enzim pencernaan yang memberi tanda bahwa pencernaan akan dimulai.Beberapa jenis enzim pencernaan kimiawi yang ada di rongga mulut, termasuk:
  • Lingual lipase, yakni enzim yang bertugas untuk mencerna jenis lemak yang disebut trigliserida
  • Amilase saliva, yaitu enzim yang mencerna karbohidrat sebagai polisakarida

2. Pencernaan kimiawi di lambung

Setelah dari mulut, makanan akan bergerak melewati kerongkongan menuju lambung. Terdapat dua enzim utama dalam lambung untuk mencerna makanan ini secara kimiawi, yaitu:
  • Pepsin, yakni enzim yang mencerna protein menjadi peptida yang lebih kecil
  • Lipase lambung, yaitu enzim yang juga bertugas untuk mencerna trigliserida
Lambung
Terdapat dua enzim utama dalam lambung, yakni pepsin untuk mencerna protein dan lipase untuk mencerna trigliserida
Di dalam lambung, tubuh juga akan menyerap zat-zat yang larut dalam lemak, seperti aspirin dan alkohol. Makanan yang sudah melewati pencernaan kimiawi dan penyerapan di lambung akan menghasilkan kim atau bubur makanan yang kemudian akan bergerak menuju usus halus.

3. Pencernaan kimiawi di usus halus

Usus halus boleh jadi merupakan pusat terjadinya penyerapan kimiawi. Di usus halus, terjadi pencernaan komponen kunci dalam makanan, seperti asam amino, peptida, dan glukosa untuk energi. Enzim yang dihasilkan sangat beragam yang juga disumbangkan oleh pankreas di dekatnya.Berikut ini beberapa enzim dari pankreas yang amat krusial dalam pencernaan kimiawi:
  • Amilase pankreas, yang juga bertugas untuk mencerna polisakarida menjadi disakarida
  • Lipase pankreas, enzim yang juga membantu mencerna trigliserida menjadi asam lemak
  • Nuklease pankreas, enzim untuk mencerna asam nukleat menjadi nukleotida
  • Proteinase pankreas, enzim yang bertugas dalam pencernaan peptida dari protein menjadi asam amino
Setelah itu, pencernaan kimiawi di usus halus juga akan bertopang pada enzim-enzim yang dilepaskan oleh usus ini. Beberapa enzim tersebut, termasuk:
  • Maltase, enzim yang bertugas untuk mencerna maltosa hasil pencernaan polisakarida, menjadi glukosa yang merupakan monosakarida.
  • Sukrose, yakni enzim yang mencerna disakarida sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
  • Peptidase, enzim yang juga mencerna peptida dari protein menjadi asam amino
  • Lipase, enzim yang juga mencerna trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol
  • Enterokinase, enzim yang bertugas mencerna tripsinogen menjadi tripsin
  • Laktase, enzim yang berperan untuk mencerna laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
Baca juga: Manfaat Susu Bebas Laktosa untuk Individu dengan Intoleransi Laktosa
Usus halus
Usus halus memiliki beragam enzim pencernaan, lain halnya dengan usus besar yang tidak memiliki enzim
Di dalam usus halus, akan terjadi pula penyerapan nutrisi dan sebagian air.

4. Usus besar

Usus besar tidak memiliki enzim pencernaan. Penghancuran makanan lebih lanjut dilakukan oleh bakteri di usus ini. Di dalam usus besar, terjadi pula penyerapan vitamin, mineral, dan air.Setelah penyerapan air terjadi di usus besar, sisa makanan akan turun menuju rektum dan dikeluarkan melalui anus.

Catatan dari sehatQ

Pencernaan kimiawi dan pencernaan mekanik berperan vital agar nutrisi yang kita konsumsi bisa terserap dengan baik. Tanpa keduanya, tubuh tidak akan mendapatkan energi dan dapat berujung pada masalah dan penyakit.
pencernaansaluran pencernaan
Biology Dictionary. https://biologydictionary.net/monosaccharide
Diakses pada 26 Juni 2020
Britannica. https://www.britannica.com/science/maltase
Diakses pada 26 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/chemical-digestion
Diakses pada 26 Juni 2020
Los Angeles Missions College. http://www.lamission.edu/lifesciences/lecturenote/aliphysio1/digestion.pdf
Diakses pada 26 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait